Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Bacaan Allahuakbar Kabira: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Reynaldi Andrian Pamungkas
01/1/2026 23:28
Bacaan Allahuakbar Kabira: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Berikut bacaan allahuakbar kabira(Freepik)

DALAM pelaksanaan ibadah salat, terdapat bacaan sunah yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebelum memulai Surat Al-Fatihah, yaitu doa iftitah. Salah satu versi doa iftitah yang paling masyhur dan memiliki keutamaan luar biasa adalah bacaan Allahuakbar kabira.

Kalimat ini bukan sekadar rangkaian kata pembuka, melainkan sebuah pengakuan totalitas seorang hamba akan kebesaran Allah SWT, rasa syukur yang mendalam, serta penyucian diri dari segala sifat yang tidak layak bagi Sang Pencipta. Bagi umat Islam, memahami makna dan lafal yang benar dari bacaan ini sangat penting untuk meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Bacaan ini sering kali diajarkan sejak dini karena lafalnya yang relatif mudah dihafal namun memiliki bobot pahala yang berat. Rasulullah SAW sendiri memberikan perhatian khusus terhadap kalimat ini karena kandungan maknanya yang mencakup Takbir (pengagungan), Tahmid (pujian), dan Tasbih (penyucian). Berikut adalah ulasan lengkap mengenai bacaan tersebut, mulai dari teks Arab, latin, terjemahan, hingga keutamaannya berdasarkan hadis sahih.

Bacaan Allahuakbar Kabira Lengkap (Arab, Latin, dan Artinya)

Bagi Anda yang ingin mengamalkan doa iftitah ini atau mengajarkannya kepada keluarga, berikut adalah teks lengkapnya. Bacaan ini menggabungkan pengagungan kepada Allah di awal, pujian yang banyak, serta penyucian di waktu pagi dan petang.

Teks Arab

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Tulisan Latin

Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila.

Terjemahan Bahasa Indonesia

"Allah Mahabesar dengan segala kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang."

Lanjutan Doa Iftitah (Versi Lengkap)

Meskipun kalimat di atas sudah cukup sebagai zikir pembuka, dalam konteks doa iftitah yang sempurna (sering disebut doa Iftitah versi wajahtu), bacaan tersebut biasanya dilanjutkan dengan ayat yang menegaskan ketauhidan dan keikhlasan beribadah. Berikut adalah kelanjutannya:

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Latin: Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha hanifan musliman wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'alamin. La syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.

Artinya: "Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti agama yang lurus) dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itulah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim."

Keutamaan Membaca Allahuakbar Kabira: Pintu Langit Terbuka

Mengapa bacaan Allahuakbar kabira begitu istimewa? Terdapat sebuah peristiwa menarik di zaman Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam hadis sahih, yang menunjukkan betapa dahsyatnya efek dari kalimat ini.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau bercerita:

"Ketika kami salat bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba seseorang dari kaum (jemaah) mengucapkan: 'Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila'."

Setelah salat selesai, Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?"

Orang tersebut menjawab, "Saya, wahai Rasulullah."

Maka Rasulullah SAW bersabda:

"Aku takjub dengan kalimat itu, karena pintu-pintu langit dibuka karenanya." (HR. Muslim)

Ibnu Umar kemudian menambahkan, "Sejak aku mendengar sabda Rasulullah SAW itu, aku tidak pernah meninggalkan bacaan tersebut."

Hadis ini menegaskan bahwa bacaan ini bukan sekadar pelengkap salat, melainkan sebuah kunci yang dapat membuka pintu rahmat dan penerimaan dari Allah SWT. Para ulama sepakat bahwa membaca doa ini hukumnya adalah sunah hai'ah (sunah yang jika ditinggalkan tidak membatalkan salat dan tidak perlu sujud sahwi), namun sangat dianjurkan untuk dibaca.

Kandungan Makna dalam Tiga Bagian Utama

Untuk lebih meresapi bacaan ini, mari kita bedah tiga komponen utamanya:

  1. Takbir (Allahu Akbar Kabira): Menegaskan bahwa Allah Mahabesar di atas segalanya. Tidak ada masalah, jabatan, atau urusan duniawi yang lebih besar daripada kekuasaan Allah. Ini sejalan dengan perintah Allah dalam Surat Al-Muddassir ayat 3: "Wa rabbaka fakabbir" (Dan Tuhanmu, agungkanlah).
  2. Tahmid (Walhamdu Lillahi Katsira): Mengungkapkan rasa syukur yang tak terhingga. Kata 'katsira' menunjukkan bahwa nikmat Allah kepada kita sangatlah banyak, sehingga pujian kita pun haruslah banyak dan terus-menerus.
  3. Tasbih (Wa Subhanallahi Bukratan wa Ashila): Menyucikan Allah dari segala kekurangan, baik di waktu pagi maupun petang. Ini adalah bentuk konsistensi ibadah seorang hamba yang senantiasa mengingat Tuhannya sepanjang hari.

Kapan Waktu Terbaik Membacanya?

Selain sebagai doa iftitah dalam salat fardu maupun sunah, kalimat Allahu akbar kabira walhamdu lillahi katsira juga sering dikumandangkan pada momen-momen berikut:

  • Takbiran Idul Fitri dan Idul Adha: Kalimat ini sering disisipkan di antara bacaan takbir mursal yang dikumandangkan di masjid-masjid.
  • Zikir Ba'da Salat: Sebagian ulama menganjurkan membacanya sebagai bagian dari zikir harian karena maknanya yang agung.
  • Awal Khutbah: Para khatib sering membuka khutbahnya dengan pujian-pujian ini.

Dengan memahami arti dan keutamaannya, diharapkan kita dapat membaca Allahuakbar kabira dengan lebih khusyuk dan penuh penghayatan. Semoga setiap lafal yang kita ucapkan menjadi pembuka pintu langit bagi doa-doa dan hajat kita kepada Allah SWT. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya