Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) melalui Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) FK UI serta sejumlah rumah sakit pendidikan mengerahkan ratusan tenaga medis untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.
Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat & Bantuan Kebencanaan ILUNI FK UI, dr. Yogi Prabowo, menyampaikan bahwa sejak awal penanganan, FK UI telah mengirimkan enam hingga tujuh tim medis ke lokasi bencana. Setiap tim terdiri dari berbagai tenaga kesehatan lintas profesi dan spesialisasi.
"Enam tim, ya masing-masing tim itu kurang lebih kita sudah seratus lebih tenaga medis kita berangkatkan. Nah kalau disertai dengan rumah sakit pendidikan, maka mungkin jumlahnya bisa lebih daripada 100 hingga 150 relawan," kata dr. Yogi dalam konferensi pers secara daring, Rabu (31/12).
Ia menjelaskan, dukungan yang diberikan tidak hanya berasal dari dokter, tetapi juga tenaga kesehatan lain yang berperan penting dalam layanan medis komprehensif di daerah terdampak.
"Kami dan rumah sakit pendidikan juga mengirimkan perawat, bukan cuma dokter, tapi juga perawat, radiografer, kemudian juga gizi dan lain-lain," jelasnya.
Sebagai institusi pendidikan kedokteran, FK UI memiliki kapasitas sumber daya manusia yang lengkap, mulai dari tenaga medis umum hingga subspesialis, yang dibutuhkan dalam situasi krisis kesehatan pascabencana.
"Karena kami adalah Fakultas Kedokteran, kami banyak memiliki ahli-ahli yang dibutuhkan untuk pemulihan kesehatan, seperti ahli kesehatan masyarakat, ahli bedah, ahli ortopedi, ahli penyakit dalam, ahli anak, yang tentu saja kami juga sanggup hingga subspesialis," ucapnya.
Menurutnya, kapasitas FK UI dan jejaring rumah sakit pendidikan memungkinkan tim medis untuk mengoperasikan kembali fasilitas layanan kesehatan yang sempat lumpuh akibat bencana.
"Kapasitas kami bisa mengoperasikan suatu rumah sakit yang kolaps. Tentu saja kami berbekal pengalaman di masa lalu. Misalnya kami juga pernah mengoperasikan rumah sakit di Palu ketika Gempa Palu 2018," ungkapnya.
Pengalaman tersebut, lanjut dr. Yogi, menjadi refleksi penting yang telah diterapkan dalam penanganan bencana kali ini di Sumatra dan Aceh. Ia menekankan bahwa dukungan jejaring rumah sakit pendidikan menjadi kekuatan strategis dalam situasi darurat nasional.
"Dukungan rumah sakit jejaring menjadi penting bagi kami, seperti RS Persahabatan, RSCM dan rumah sakit UI. Ini menjadi kekuatan yang cukup bermakna bagi negara kita, terutama dalam situasi bencana," tuturnya.
Ke depan, dr. Yogi berharap pemerintah, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, dapat mengandalkan FK UI dan jejaring rumah sakit pendidikan dalam proses revitalisasi layanan kesehatan pascabencana. Ia menambahkan, seluruh rangkaian penanganan bencana ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi FK UI dan ILUNI FK UI untuk memperbaiki sistem dan pedoman kebencanaan nasional.
"Tentu kita harus belajar dari segala kekeliruan ataupun hambatan-hambatan yang kita jumpai di lapangan supaya tidak terulang di masa yang akan datang. Setelah ini kami juga akan mengevaluasi, baik berupa studi, berupa sebuah penelitian, maupun laporan. Untuk memperbaharui guideline penanganan kebencanaan yang ada di negara kita. Kita review kembali apa yang kurang," pungkasnya. (M-2)
UNTUK mendukung dokter yang mengabdi di wilayah-wilayah dengan akses terbatas pemerintah memberikan tunjangan khusus bagoi dokter-dokter spesialis hingga subspesialis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved