Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Niat Sholat Ashar, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya Lengkap

Thalatie K Yani
30/12/2025 08:14
Niat Sholat Ashar, Tata Cara, Waktu, dan Keutamaannya Lengkap
Ilustrasi(freepik)

Sholat Ashar merupakan salah satu dari lima sholat fardhu yang wajib dilaksanakan oleh setiap umat Muslim yang telah baligh dan berakal. Ibadah ini terdiri dari empat rakaat dan dilaksanakan pada waktu sore hari. Menjaga sholat Ashar memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam, bahkan disebutkan secara spesifik dalam peringatan-peringatan Rasulullah SAW agar umatnya tidak meninggalkannya. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai niat, tata cara, waktu pelaksanaan, hingga keutamaan sholat Ashar yang perlu Anda ketahui.

Waktu Pelaksanaan Sholat Ashar

Secara bahasa, Ashar berarti waktu sore. Waktu pelaksanaan sholat Ashar dimulai ketika bayangan suatu benda sama panjang dengan benda aslinya (setelah tergelincirnya matahari dan habisnya waktu Zuhur) dan berakhir ketika matahari terbenam (masuknya waktu Maghrib).

Para ulama sepakat bahwa menyegerakan sholat Ashar di awal waktu adalah hal yang sangat dianjurkan. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memelihara sholat-sholat, khususnya sholat wustha yang menurut mayoritas ulama tafsir adalah sholat Ashar. Hal ini termaktub dalam Surat Al-Baqarah ayat 238:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Artinya: "Peliharalah semua sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam sholatmu) dengan khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 238).

Bacaan Niat Sholat Ashar

Niat adalah rukun pertama dalam sholat yang letaknya di dalam hati, namun melafalkannya dianggap sunnah oleh sebagian ulama untuk membantu kekhusyukan hati. Berikut adalah bacaan niat sholat Ashar untuk berbagai kondisi:

1. Niat Sholat Ashar Sendiri (Munfarid)

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَاعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

2. Niat Sholat Ashar Sebagai Imam

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَاعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

3. Niat Sholat Ashar Sebagai Makmum

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَاعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muuman lillaahi ta'aala.

Artinya: "Aku berniat sholat fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Ashar

Sholat Ashar terdiri dari 4 rakaat dengan dua kali tasyahud (awal dan akhir). Bacaan pada sholat Ashar dibaca secara sirr (lirih/pelan), baik saat sholat sendiri maupun berjamaah. Berikut urutan tata caranya:

Rakaat Pertama

  1. Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar" disertai niat dalam hati.
  2. Membaca Doa Iftitah: Sunnah dibaca setelah takbiratul ihram.
  3. Membaca Surat Al-Fatihah: Ini adalah rukun sholat. Anda bisa membaca lengkapnya di Surat Al-Fatihah.
  4. Membaca Surat Pendek: Membaca ayat atau surat dari Al-Qur'an.
  5. Ruku': Membungkukkan badan hingga punggung rata, tangan memegang lutut, sambil membaca tasbih ruku'.
  6. I'tidal: Bangun dari ruku' (berdiri tegak) sambil membaca doa i'tidal.
  7. Sujud Pertama: Meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, lutut, dan ujung jari kaki ke lantai.
  8. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk iftirasy sambil membaca doa robbighfirli.
  9. Sujud Kedua: Sama seperti sujud pertama.
  10. Berdiri Kembali: Bangun untuk melanjutkan rakaat kedua.

Rakaat Kedua

Lakukan gerakan dan bacaan sama seperti rakaat pertama (Al-Fatihah dan Surat Pendek). Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, jangan langsung berdiri, melainkan duduk untuk melakukan Tasyahud Awal. Setelah membaca bacaan tasyahud awal, berdirilah untuk rakaat ketiga.

Rakaat Ketiga dan Keempat

Pada rakaat ketiga dan keempat, imam atau orang yang sholat sendiri hanya diwajibkan membaca Surat Al-Fatihah saja tanpa perlu membaca surat pendek setelahnya. Gerakan lainnya (ruku', i'tidal, sujud) tetap sama.

Tahiyat Akhir dan Salam

Setelah sujud kedua pada rakaat keempat, lakukan duduk tawarruk (duduk tahiyat akhir). Bacalah bacaan tasyahud akhir lengkap dengan sholawat Nabi. Akhiri sholat dengan mengucapkan Salam (menoleh ke kanan dan ke kiri).

Keutamaan Sholat Ashar

Sholat Ashar memiliki bobot yang sangat berat dalam timbangan amal. Berikut adalah beberapa keutamaan menjaga sholat Ashar berdasarkan hadis Nabi SAW:

  • Menjadi Sebab Masuk Surga: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengerjakan sholat bardain (yaitu sholat Subuh dan Ashar), maka dia akan masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim).
  • Malaikat Berkumpul di Waktu Ashar: Waktu Ashar adalah momen pergantian malaikat penjaga siang dan malam. Mereka akan melaporkan amal hamba-Nya kepada Allah SWT.
  • Peringatan Keras Meninggalkannya: Meninggalkan sholat Ashar memiliki konsekuensi yang sangat fatal. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa meninggalkan sholat Ashar, maka terhapuslah amalannya." (HR. Bukhari).

Dengan memahami betapa pentingnya sholat Ashar, sudah sepatutnya kita senantiasa menjaga pelaksanaannya tepat waktu dan berjamaah jika memungkinkan. Semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda dalam menyempurnakan ibadah sehari-hari.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya