Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dunia seni kriya dan prakarya, pemahaman mengenai material dasar sangatlah krusial untuk menentukan teknik dan hasil akhir sebuah karya. Salah satu ciri kerajinan berbahan lunak adalah memiliki tekstur yang empuk, fleksibel, dan mudah dibentuk baik dengan menggunakan tangan kosong maupun alat bantu sederhana. Karakteristik fisik ini membedakannya secara signifikan dari kerajinan berbahan keras seperti kayu atau batu yang memerlukan peralatan berat untuk memprosesnya.
Kerajinan bahan lunak menjadi salah satu materi penting dalam mata pelajaran seni budaya dan prakarya di Indonesia, sekaligus menjadi komoditas ekonomi kreatif yang menjanjikan. Keunggulan utama dari bahan lunak adalah kemudahan dalam proses pembentukan (malleability), yang memungkinkan perajin untuk menciptakan detail yang rumit dan bentuk yang dinamis tanpa memerlukan tenaga yang berlebihan.
Untuk memahami lebih dalam, kita perlu membedah apa saja ciri-ciri spesifik yang melekat pada material ini. Berikut adalah karakteristik mendasar yang wajib diketahui:
Berdasarkan asal usul bahannya, kerajinan berbahan lunak dikategorikan menjadi dua kelompok besar, yaitu bahan lunak alam dan bahan lunak buatan. Keduanya memiliki sifat fisik dan teknik pengolahan yang berbeda.
Bahan lunak alam adalah material yang diperoleh langsung dari alam dan pengolahannya dilakukan secara alami tanpa dicampur dengan bahan kimia pengeras atau buatan. Contoh dan penjelasannya adalah sebagai berikut:
Bahan lunak buatan adalah material yang diolah melalui proses kimiawi atau pabrikasi agar memiliki tekstur lunak dan mudah dibentuk. Seringkali bahan ini dicampur dengan zat tertentu untuk mendapatkan efek visual yang menarik.
Mengingat sifatnya yang fleksibel, terdapat berbagai teknik yang dapat diterapkan untuk menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Pemilihan teknik sangat bergantung pada jenis bahan yang digunakan.
Teknik ini umumnya digunakan untuk bahan tanah liat. Caranya adalah dengan memijat segumpal tanah liat menggunakan jari-jari tangan untuk membentuk dinding benda yang diinginkan. Teknik ini sangat mengandalkan sensibilitas tangan perajin.
Teknik pembentukan dengan cara memilin tanah liat menjadi bentuk silinder panjang seperti tali, kemudian melingkarkannya secara bertahap hingga membentuk benda tiga dimensi. Teknik ini sering digunakan untuk membuat vas bunga atau guci.
Teknik ini sangat efektif untuk produksi massal dengan bentuk yang seragam. Bahan yang cair atau lunak dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan (mold). Teknik ini biasa digunakan pada kerajinan gips, lilin, dan fiberglass.
Teknik ini diterapkan pada bahan lunak yang memiliki kepadatan tertentu, seperti sabun batangan atau lilin padat. Perajin mengurangi bagian bahan sedikit demi sedikit menggunakan pisau ukir untuk memunculkan bentuk yang diinginkan.
Produk yang dihasilkan dari kerajinan berbahan lunak tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, fungsi kerajinan ini dibagi menjadi dua:
Memahami bahwa salah satu ciri kerajinan berbahan lunak adalah kemudahannya untuk dibentuk memberikan peluang besar bagi siapa saja untuk berkreasi. Dengan memadukan kreativitas, teknik yang tepat, dan pemilihan bahan yang sesuai, bahan lunak dapat diubah menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan estetika yang memukau.
(P-4)
Peserta mengikuti kelas pembuatan kerajinan tanah liat dengan teknik tangan bebas di Lost in Clay Pottery Studio, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Pelajari arti pottery, seni membentuk tanah liat, dan manfaatnya untuk kreativitas serta relaksasi. Temukan keajaibannya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved