Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ciri Kerajinan Berbahan Lunak: Pengertian, Jenis, dan Contoh

Akmal Fauzi
27/12/2025 23:00
Ciri Kerajinan Berbahan Lunak: Pengertian, Jenis, dan Contoh
ilustrasi(freepik)

DALAM dunia seni kriya dan prakarya, pemahaman mengenai material dasar sangatlah krusial untuk menentukan teknik dan hasil akhir sebuah karya. Salah satu ciri kerajinan berbahan lunak adalah memiliki tekstur yang empuk, fleksibel, dan mudah dibentuk baik dengan menggunakan tangan kosong maupun alat bantu sederhana. Karakteristik fisik ini membedakannya secara signifikan dari kerajinan berbahan keras seperti kayu atau batu yang memerlukan peralatan berat untuk memprosesnya.

Kerajinan bahan lunak menjadi salah satu materi penting dalam mata pelajaran seni budaya dan prakarya di Indonesia, sekaligus menjadi komoditas ekonomi kreatif yang menjanjikan. Keunggulan utama dari bahan lunak adalah kemudahan dalam proses pembentukan (malleability), yang memungkinkan perajin untuk menciptakan detail yang rumit dan bentuk yang dinamis tanpa memerlukan tenaga yang berlebihan.

Karakteristik Utama Kerajinan Berbahan Lunak

Untuk memahami lebih dalam, kita perlu membedah apa saja ciri-ciri spesifik yang melekat pada material ini. Berikut adalah karakteristik mendasar yang wajib diketahui:

  • Mudah Dibentuk: Sifat utamanya adalah elastis dan plastis. Material ini dapat diubah bentuknya sesuai keinginan saat masih dalam kondisi mentah atau lunak.
  • Tidak Memerlukan Alat Berat: Sebagian besar proses pembuatan awal hanya mengandalkan keterampilan tangan (hand-building) atau alat ukir sederhana.
  • Dapat Mengeras: Beberapa jenis bahan lunak, seperti tanah liat atau polymer clay, akan mengeras dan menjadi permanen setelah melalui proses pengeringan, pemanasan, atau pembakaran.
  • Tekstur Halus: Umumnya memiliki permukaan yang lembut dan rata sebelum dikeringkan.

Klasifikasi Jenis Bahan Lunak

Berdasarkan asal usul bahannya, kerajinan berbahan lunak dikategorikan menjadi dua kelompok besar, yaitu bahan lunak alam dan bahan lunak buatan. Keduanya memiliki sifat fisik dan teknik pengolahan yang berbeda.

1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah material yang diperoleh langsung dari alam dan pengolahannya dilakukan secara alami tanpa dicampur dengan bahan kimia pengeras atau buatan. Contoh dan penjelasannya adalah sebagai berikut:

  • Tanah Liat: Ini adalah primadona dalam kerajinan bahan lunak. Tanah liat memiliki sifat plastis saat basah dan akan menjadi keras serta tahan air setelah melalui proses pembakaran (keramik). Warna tanah liat bervariasi dari cokelat muda, cokelat tua, hingga keabu-abuan tergantung kandungan mineralnya.
  • Kulit (Leather): Berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga mudah dibentuk. Kerajinan kulit biasanya digunakan untuk membuat tas, sepatu, wayang, dan dompet.
  • Getah Nyatu: Bahan khas dari Kalimantan yang berasal dari pohon nyatu. Saat dipanaskan, getah ini menjadi lunak dan elastis, namun akan mengeras saat dingin.
  • Flour Clay: Adonan tepung yang dicampur air hingga kalis. Ini sering digunakan untuk kerajinan sederhana atau mainan anak karena aman dan mudah dibuat.

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah material yang diolah melalui proses kimiawi atau pabrikasi agar memiliki tekstur lunak dan mudah dibentuk. Seringkali bahan ini dicampur dengan zat tertentu untuk mendapatkan efek visual yang menarik.

  • Lilin dan Parafin: Bahan ini berwujud padat namun akan mencair jika dipanaskan. Teknik pengolahannya biasanya menggunakan teknik cetak atau cor.
  • Gips (Gypsum): Merupakan bubuk mineral yang jika dicampur air akan menjadi adonan kental yang bisa dicetak. Gips akan mengeras dalam waktu singkat dan memiliki tekstur yang rapuh namun mudah diukir.
  • Sabun Batangan: Sabun padat sering dijadikan media latihan mengukir bagi pemula karena teksturnya yang lunak namun cukup padat untuk mempertahankan detail ukiran.
  • Polymer Clay: Mirip dengan tanah liat namun berbasis plastik (PVC). Bahan ini tersedia dalam berbagai warna cerah dan akan mengeras jika dipanggang dalam oven rumah tangga.

Teknik Pembuatan Kerajinan Bahan Lunak

Mengingat sifatnya yang fleksibel, terdapat berbagai teknik yang dapat diterapkan untuk menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Pemilihan teknik sangat bergantung pada jenis bahan yang digunakan.

Teknik Pijat Tekan (Pinch)

Teknik ini umumnya digunakan untuk bahan tanah liat. Caranya adalah dengan memijat segumpal tanah liat menggunakan jari-jari tangan untuk membentuk dinding benda yang diinginkan. Teknik ini sangat mengandalkan sensibilitas tangan perajin.

Teknik Pilin (Coil)

Teknik pembentukan dengan cara memilin tanah liat menjadi bentuk silinder panjang seperti tali, kemudian melingkarkannya secara bertahap hingga membentuk benda tiga dimensi. Teknik ini sering digunakan untuk membuat vas bunga atau guci.

Teknik Cetak (Casting)

Teknik ini sangat efektif untuk produksi massal dengan bentuk yang seragam. Bahan yang cair atau lunak dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan (mold). Teknik ini biasa digunakan pada kerajinan gips, lilin, dan fiberglass.

Teknik Ukir dan Pahat

Teknik ini diterapkan pada bahan lunak yang memiliki kepadatan tertentu, seperti sabun batangan atau lilin padat. Perajin mengurangi bagian bahan sedikit demi sedikit menggunakan pisau ukir untuk memunculkan bentuk yang diinginkan.

Fungsi dan Manfaat Produk Kerajinan

Produk yang dihasilkan dari kerajinan berbahan lunak tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki fungsi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, fungsi kerajinan ini dibagi menjadi dua:

  1. Fungsi Pakai (Practical Function): Produk yang dibuat dengan mengutamakan fungsinya sebagai benda wadah atau alat bantu, sementara unsur keindahan hanyalah pendukung. Contohnya adalah piring keramik, gelas tanah liat, tas kulit, dan dompet.
  2. Fungsi Hias (Aesthetic Function): Produk yang dibuat semata-mata sebagai hiasan atau pajangan untuk memperindah ruangan. Nilai estetikanya menjadi prioritas utama. Contohnya adalah patung gips, ukiran sabun, bunga dari lilin, dan miniatur dari polymer clay.

Memahami bahwa salah satu ciri kerajinan berbahan lunak adalah kemudahannya untuk dibentuk memberikan peluang besar bagi siapa saja untuk berkreasi. Dengan memadukan kreativitas, teknik yang tepat, dan pemilihan bahan yang sesuai, bahan lunak dapat diubah menjadi karya seni yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan estetika yang memukau.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya