Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kekuatan Bersyukur: Arti, Manfaat Kesehatan, dan Dalil Al-Qur'an

Reynaldi Andrian Pamungkas
26/12/2025 17:40
Kekuatan Bersyukur: Arti, Manfaat Kesehatan, dan Dalil Al-Qur'an
Berikut manfaat bersyukur bagi kesehatan mental(freepik)

DALAM menjalani dinamika kehidupan yang penuh tantangan, bersyukur sering kali menjadi kunci utama untuk meraih ketenangan jiwa dan kebahagiaan sejati. Bukan sekadar ungkapan terima kasih, bersyukur merupakan sebuah kondisi mental dan spiritual di mana seseorang mampu menerima segala situasi dengan lapang dada serta menghargai sekecil apa pun nikmat yang telah diterima.

Artikel ini akan mengupas tuntas makna mendalam dari rasa syukur, manfaatnya bagi kesehatan fisik dan mental, serta landasan dalilnya dalam ajaran Islam.

Hakikat dan Arti Bersyukur

Secara etimologi, kata syukur berasal dari bahasa Arab syakara yang berarti membuka atau menampakkan. Kebalikannya adalah kufur yang berarti menutup atau menyembunyikan. Oleh karena itu, hakikat bersyukur adalah menampakkan adanya nikmat Tuhan dengan cara menggunakannya sesuai dengan kehendak Pemberi nikmat tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bersyukur diartikan sebagai berterima kasih kepada Allah SWT dan merasa lega, senang, atau beruntung. Namun, dalam praktiknya, rasa syukur melampaui sekadar perasaan senang; ia adalah sebuah mindset atau pola pikir positif yang memampukan seseorang melihat sisi terang dari setiap kejadian, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun.

Dalil dan Ayat Al-Qur'an Tentang Keutamaan Bersyukur

Dalam ajaran Islam, perintah untuk bersyukur memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Allah SWT menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang pandai berterima kasih. Salah satu dalil yang paling masyhur mengenai hal ini terdapat dalam Surat Ibrahim ayat 7.

Berikut adalah bunyi ayat tersebut:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"." (QS. Ibrahim: 7)

Ayat di atas menegaskan hukum kausalitas spiritual: rasa syukur membuka pintu kelimpahan, sementara mengingkari nikmat (kufur) mengundang kesulitan. Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan hamba-Nya untuk mengingat-Nya sebagai bentuk rasa syukur, sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Baqarah ayat 152:

فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ

"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)

Manfaat Bersyukur Bagi Kesehatan Mental dan Fisik

Terlepas dari aspek spiritual, sains modern telah membuktikan bahwa kebiasaan bersyukur memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh dan pikiran manusia. Berbagai studi psikologi positif menunjukkan korelasi kuat antara rasa syukur dengan kesejahteraan hidup (well-being).

1. Meningkatkan Kesehatan Mental

Robert A. Emmons, Ph.D., seorang profesor psikologi dari University of California, menyatakan bahwa rasa syukur dapat mengurangi berbagai emosi beracun, mulai dari rasa iri, kebencian, frustrasi, hingga penyesalan. Orang yang rutin bersyukur terbukti memiliki tingkat depresi dan stres yang lebih rendah.

2. Meningkatkan Kualitas Tidur

Menuliskan hal-hal yang disyukuri sebelum tidur dapat membantu menenangkan pikiran yang cemas. Hal ini membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan durasi tidur lebih berkualitas, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas keesokan harinya.

3. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Pikiran yang positif dan hati yang tenang karena rasa syukur dapat menekan hormon kortisol (hormon stres). Penurunan kadar stres ini berkontribusi pada fungsi sistem imun yang lebih baik, membuat tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Cara Melatih dan Mempraktikkan Rasa Syukur

Bersyukur bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang perlu dilatih setiap hari. Berikut adalah langkah-langkah konkret untuk menumbuhkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari:

  • Jurnal Syukur (Gratitude Journal): Luangkan waktu 5-10 menit setiap pagi atau malam untuk menuliskan tiga hal yang Anda syukuri hari ini. Hal ini bisa berupa hal sederhana seperti udara segar, makanan enak, atau senyum dari orang terkasih.
  • Ubah Keluhan Menjadi Apresiasi: Saat tergoda untuk mengeluh tentang pekerjaan yang menumpuk, cobalah ubah perspektif menjadi rasa syukur karena masih memiliki pekerjaan dan penghasilan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
  • Berterima Kasih kepada Orang Lain: Jangan ragu untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekitar Anda, mulai dari rekan kerja, anggota keluarga, hingga pramusaji atau petugas kebersihan.
  • Mindfulness (Kesadaran Penuh): Hiduplah di masa kini. Nikmati setiap momen yang sedang berlangsung tanpa terlalu mencemaskan masa depan atau menyesali masa lalu.

Pada akhirnya, bersyukur adalah jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Dengan memadukan pemahaman spiritual dari dalil Al-Qur'an dan bukti ilmiah mengenai manfaat kesehatannya, kita dapat menjadikan syukur sebagai gaya hidup yang membawa keberkahan dan kesehatan jangka panjang. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya