Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH Anda rata-rata manusia berjalan sejauh 120.000 km sepanjang hidupnya? Jarak ini setara dengan tiga kali mengelilingi garis khatulistiwa. Dengan beban kerja yang begitu besar, tidak mengherankan jika kaki manusia mengalami transformasi drastis seiring bertambahnya usia.
Berikut adalah perjalanan perkembangan kaki manusia. Alasan mengapa ukuran sepatu Anda bisa berubah meskipun Anda merasa pertumbuhan tulang sudah berhenti.
Kaki bayi terlihat sangat menggemaskan dan cenderung rata. Hal ini normal karena kaki bayi memiliki lapisan lemak tebal di bagian lengkungan (arch) dan terdiri dari 22 tulang yang sebagian besar masih berupa tulang rawan.
"Selama masa bayi, kaki secara alami terlihat rata karena bantalan lemak dan ligamen masih longgar," ujar Tiffany Tsao, kepala podiatris di Feet First Podiatry. Ia menyarankan agar anak-anak dibiarkan bertelanjang kaki sesering mungkin hingga usia 24 bulan untuk memperkuat otot dan perkembangan neurologis.
Pada fase ini, lempeng pertumbuhan (growth plates) bekerja aktif memproduksi jaringan tulang baru. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh genetika, nutrisi, hingga aktivitas fisik. Menariknya, pertumbuhan kaki anak sangat cepat; balita usia 12-30 bulan bisa naik satu ukuran sepatu setiap dua hingga tiga bulan sekali. Kematangan kerangka biasanya tercapai pada usia 15-17 tahun untuk laki-laki dan 13-15 tahun untuk perempuan.
Banyak orang dewasa heran mengapa mereka membutuhkan ukuran sepatu yang lebih besar padahal sudah berusia 30-an atau 40-an. Manfred Mak, podiatris senior dari National University Hospital, menjelaskan panjang kaki dewasa memang bisa bertambah hingga satu nomor.
"Hal ini terutama disebabkan oleh degenerasi otot, ligamen, tendon, dan bantalan lemak kaki yang menyebabkan kaki melebar dan lengkungan kaki mendatar," jelas Mak. Selain faktor usia, kehamilan juga berpengaruh permanen. Hormon relaxin saat hamil melunakkan ligamen, yang seringkali menambah panjang kaki antara 2mm hingga 10mm secara permanen.
Pada masa ini pula, penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau gaya hidup sedenter dapat memicu deformitas seperti bunion (benjolan sendi jempol), jari martil (hammertoes), hingga kaki rata.
Memasuki usia 50 tahun, tantangan baru muncul. Menurut data Harvard Health, manusia kehilangan hampir setengah dari bantalan lemak alaminya pada usia ini. Akibatnya, setiap langkah kaki akan terasa lebih keras karena fungsi penyerap kejut alami telah menipis.
Ditambah dengan penambahan berat badan di usia paruh baya serta ligamen yang semakin kaku, risiko nyeri sendi dan osteoartritis meningkat. Inilah alasan mengapa kenyamanan dan sepatu bersol tebal menjadi prioritas utama bagi kelompok usia ini dibandingkan sekadar estetika. (CNA/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved