Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Mengenal Tipe Persendian pada Rahang: Anatomi dan Fungsinya

Thalatie K Yani
26/12/2025 10:17
Mengenal Tipe Persendian pada Rahang: Anatomi dan Fungsinya
Ilustrasi(freepik)

Dalam anatomi tubuh manusia, sistem rangka dan sendi memegang peranan vital untuk memungkinkan pergerakan yang kompleks. Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pelajaran biologi maupun diskusi kesehatan adalah mengenai mekanisme gerak pada wajah. Secara spesifik, tipe persendian yang terdapat pada rahang adalah kombinasi yang unik, namun dalam klasifikasi umum sering dikategorikan sebagai sendi pelana (saddle joint) yang juga memiliki sifat sendi engsel (hinge joint). Sendi ini secara medis dikenal sebagai Temporomandibular Joint (TMJ).

Sendi ini menghubungkan tulang rahang bawah (mandibula) dengan tulang pelipis (temporal) pada tengkorak. Keunikan dari persendian ini terletak pada kemampuannya untuk memfasilitasi gerakan yang tidak hanya membuka dan menutup mulut, tetapi juga gerakan menggeser ke samping, maju, dan mundur. Kompleksitas inilah yang memungkinkan manusia untuk mengunyah makanan dengan berbagai tekstur serta berbicara dengan artikulasi yang jelas.

Anatomi Sendi Temporomandibular (TMJ)

Untuk memahami mengapa sendi rahang begitu spesial, kita perlu membedah anatominya. Sendi temporomandibular adalah salah satu sendi paling kompleks dalam tubuh manusia. Sendi ini termasuk dalam kategori Diartrosis, yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan bebas.

Berikut adalah komponen utama penyusun sendi rahang:

  • Kondilus Mandibula: Bagian ujung membulat dari tulang rahang bawah yang masuk ke dalam cekungan tulang tengkorak.
  • Fossa Mandibularis: Cekungan pada tulang temporal (pelipis) tempat kondilus bersandar.
  • Diskus Artikularis: Bantalan tulang rawan yang terletak di antara kondilus dan fossa. Bantalan ini berfungsi menyerap tekanan dan memungkinkan pergerakan yang halus tanpa gesekan kasar antar tulang.
  • Ligamen dan Otot: Jaringan ikat yang memperkuat sendi dan otot-otot mastikasi (pengunyah) yang menggerakkan rahang.

Mengapa Disebut Sendi Pelana dan Sendi Engsel?

Dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, seringkali terjadi diskusi mengenai klasifikasi sendi ini. Apakah ia sendi engsel atau sendi pelana? Jawabannya adalah gabungan keduanya, yang disebut sebagai sendi ginglymoarthrodial.

1. Fungsi Sebagai Sendi Engsel (Ginglymus)

Saat Anda membuka dan menutup mulut dalam rentang yang kecil (seperti saat berbicara santai), sendi ini bekerja layaknya engsel pintu. Kondilus berputar di dalam fossa tanpa banyak bergeser. Inilah alasan mengapa dalam beberapa konteks sederhana, ia disebut memiliki sifat sendi engsel.

2. Fungsi Sebagai Sendi Pelana (Saddle/Arthrodial)

Namun, saat Anda membuka mulut lebar-lebar (seperti saat menguap) atau mengunyah makanan yang keras, rahang bawah tidak hanya berputar tetapi juga meluncur (gliding) ke depan dan ke samping. Gerakan translasi atau meluncur inilah yang menjadi karakteristik sendi pelana. Fleksibilitas ini memungkinkan gigi geraham atas dan bawah saling menggiling makanan secara efektif.

Mekanisme Gerak pada Sendi Rahang

Persendian pada rahang memfasilitasi berbagai jenis gerakan yang esensial bagi kehidupan sehari-hari. Berikut adalah rincian gerakan yang dimungkinkan oleh sendi temporomandibular:

  1. Depresi dan Elevasi: Gerakan membuka (depresi) dan menutup (elevasi) mulut. Ini adalah gerakan vertikal dasar.
  2. Protrusi dan Retrusi: Protrusi adalah gerakan memajukan rahang bawah ke depan (seperti saat menggigit bibir atas), sedangkan retrusi adalah menariknya kembali ke posisi semula.
  3. Deviasi Lateral: Gerakan menggeser rahang ke kanan dan ke kiri. Gerakan ini sangat krusial saat proses mengunyah (mastikasi) untuk menghaluskan makanan di antara gigi geraham.

Gangguan Kesehatan pada Sendi Rahang (TMD)

Karena frekuensi penggunaannya yang sangat tinggi—digunakan saat makan, bicara, menelan, dan menguap—sendi rahang rentan mengalami gangguan. Gangguan ini dikenal dengan istilah Temporomandibular Disorders (TMD). Memahami tipe persendian yang terdapat pada rahang adalah langkah awal untuk menyadari potensi masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Beberapa gejala umum gangguan sendi rahang meliputi:

  • Bunyi 'Klik' atau 'Popping': Terdengar suara kertak saat membuka atau menutup mulut.
  • Nyeri Wajah dan Telinga: Rasa sakit yang menjalar di sekitar telinga, pipi, hingga leher.
  • Trismus (Rahang Terkunci): Kondisi di mana rahang sulit dibuka lebar atau terasa kaku, sering disebut sebagai lockjaw.
  • Sakit Kepala Kronis: Ketegangan pada otot rahang seringkali memicu sakit kepala tipe tegang (tension headache).

Tips Menjaga Kesehatan Sendi Rahang

Mengingat fungsi vitalnya, menjaga kesehatan sendi temporomandibular sangatlah penting. Berikut adalah beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan:

  • Hindari Makanan Terlalu Keras: Mengunyah es batu atau makanan yang sangat alot dapat memberikan tekanan berlebih pada diskus artikularis.
  • Kelola Stres: Banyak orang tanpa sadar melakukan bruxism (menggemeretakkan gigi) saat tidur atau saat sedang stres. Ini dapat merusak sendi dan permukaan gigi.
  • Perhatikan Postur: Postur leher dan punggung yang buruk dapat mempengaruhi kesejajaran rahang dan leher.
  • Lakukan Peregangan Ringan: Melakukan pijatan lembut di area pipi dan rahang dapat membantu merelaksasi otot-otot mastikasi yang tegang.

Sebagai kesimpulan, tipe persendian yang terdapat pada rahang adalah struktur anatomis yang kompleks dengan karakteristik gabungan antara sendi engsel dan sendi pelana (ginglymoarthrodial). Pemahaman ini tidak hanya penting untuk menjawab soal biologi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran kita dalam menjaga kesehatan mulut dan rahang secara keseluruhan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya