Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam anatomi tubuh manusia, sistem rangka dan sendi memegang peranan vital untuk memungkinkan pergerakan yang kompleks. Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam pelajaran biologi maupun diskusi kesehatan adalah mengenai mekanisme gerak pada wajah. Secara spesifik, tipe persendian yang terdapat pada rahang adalah kombinasi yang unik, namun dalam klasifikasi umum sering dikategorikan sebagai sendi pelana (saddle joint) yang juga memiliki sifat sendi engsel (hinge joint). Sendi ini secara medis dikenal sebagai Temporomandibular Joint (TMJ).
Sendi ini menghubungkan tulang rahang bawah (mandibula) dengan tulang pelipis (temporal) pada tengkorak. Keunikan dari persendian ini terletak pada kemampuannya untuk memfasilitasi gerakan yang tidak hanya membuka dan menutup mulut, tetapi juga gerakan menggeser ke samping, maju, dan mundur. Kompleksitas inilah yang memungkinkan manusia untuk mengunyah makanan dengan berbagai tekstur serta berbicara dengan artikulasi yang jelas.
Untuk memahami mengapa sendi rahang begitu spesial, kita perlu membedah anatominya. Sendi temporomandibular adalah salah satu sendi paling kompleks dalam tubuh manusia. Sendi ini termasuk dalam kategori Diartrosis, yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya gerakan bebas.
Berikut adalah komponen utama penyusun sendi rahang:
Dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, seringkali terjadi diskusi mengenai klasifikasi sendi ini. Apakah ia sendi engsel atau sendi pelana? Jawabannya adalah gabungan keduanya, yang disebut sebagai sendi ginglymoarthrodial.
Saat Anda membuka dan menutup mulut dalam rentang yang kecil (seperti saat berbicara santai), sendi ini bekerja layaknya engsel pintu. Kondilus berputar di dalam fossa tanpa banyak bergeser. Inilah alasan mengapa dalam beberapa konteks sederhana, ia disebut memiliki sifat sendi engsel.
Namun, saat Anda membuka mulut lebar-lebar (seperti saat menguap) atau mengunyah makanan yang keras, rahang bawah tidak hanya berputar tetapi juga meluncur (gliding) ke depan dan ke samping. Gerakan translasi atau meluncur inilah yang menjadi karakteristik sendi pelana. Fleksibilitas ini memungkinkan gigi geraham atas dan bawah saling menggiling makanan secara efektif.
Persendian pada rahang memfasilitasi berbagai jenis gerakan yang esensial bagi kehidupan sehari-hari. Berikut adalah rincian gerakan yang dimungkinkan oleh sendi temporomandibular:
Karena frekuensi penggunaannya yang sangat tinggi—digunakan saat makan, bicara, menelan, dan menguap—sendi rahang rentan mengalami gangguan. Gangguan ini dikenal dengan istilah Temporomandibular Disorders (TMD). Memahami tipe persendian yang terdapat pada rahang adalah langkah awal untuk menyadari potensi masalah kesehatan yang mungkin timbul.
Beberapa gejala umum gangguan sendi rahang meliputi:
Mengingat fungsi vitalnya, menjaga kesehatan sendi temporomandibular sangatlah penting. Berikut adalah beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan:
Sebagai kesimpulan, tipe persendian yang terdapat pada rahang adalah struktur anatomis yang kompleks dengan karakteristik gabungan antara sendi engsel dan sendi pelana (ginglymoarthrodial). Pemahaman ini tidak hanya penting untuk menjawab soal biologi, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran kita dalam menjaga kesehatan mulut dan rahang secara keseluruhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved