Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam memahami 99 nama Allah yang indah atau Asmaul Husna, Al Qayyum artinya adalah Yang Maha Mandiri atau Yang Maha Berdiri Sendiri. Nama ini menunjukkan kesempurnaan sifat Allah SWT yang tidak bergantung pada makhluk apa pun, tidak membutuhkan pertolongan, dan tidak memerlukan dukungan dari siapa pun untuk keberadaan-Nya. Sebaliknya, seluruh makhluk di alam semesta inilah yang sangat bergantung kepada-Nya.
Secara bahasa, Al Qayyum berasal dari akar kata qaama yang berarti berdiri. Dalam konteks teologi Islam, Al Qayyum bermakna Dzat yang mengurus urusan makhluk-Nya secara terus-menerus tanpa pernah merasa lelah, mengantuk, ataupun tidur. Sifat ini sering kali disandingkan dengan Al-Hayyu (Yang Maha Hidup), karena keduanya merepresentasikan kesempurnaan sifat keagungan Allah SWT.
Nama Al Qayyum disebutkan beberapa kali di dalam Al-Qur'an. Penyebutan ini menegaskan otoritas mutlak Allah sebagai pemelihara alam semesta. Berikut adalah beberapa ayat yang memuat nama agung tersebut beserta teks Arab dan terjemahannya.
Ayat yang paling masyhur yang memuat nama Al Qayyum adalah Ayat Kursi. Di sini, Allah menegaskan bahwa Dia adalah Dzat yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
Untuk membaca tafsir lengkap ayat ini, Anda dapat mengunjungi Surat Al-Baqarah di laman Al-Qur'an Online Media Indonesia.
Pada permulaan surat Ali Imran, nama Al Qayyum kembali disandingkan dengan Al Hayyu sebagai pembuka yang agung.
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya."
Simak selengkapnya dalam Surat Ali Imran.
Ayat ini menggambarkan bagaimana seluruh wajah makhluk akan tunduk kepada Allah yang bersifat Al Qayyum pada hari kiamat kelak.
۞ وَعَنَتِ ٱلْوُجُوهُ لِلْحَىِّ ٱلْقَيُّومِ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا
"Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman."
Bacaan lengkap dapat dilihat di Surat Taha.
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa penggabungan nama Al Hayyu (Yang Maha Hidup) dan Al Qayyum (Yang Maha Berdiri Sendiri) merupakan Ismullah al-A'zham atau Nama Allah yang Paling Agung. Jika seorang hamba berdoa dengan menyebut kedua nama ini, niscaya doanya akan lebih mudah dikabulkan.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan bahwa sifat Al Hayyu mencakup seluruh sifat kesempurnaan dzat Allah, sedangkan Al Qayyum mencakup seluruh sifat kesempurnaan perbuatan (af'al) Allah. Allah berdiri sendiri tanpa butuh kepada Arsy, tanpa butuh kepada malaikat pemikul Arsy, dan tanpa butuh kepada semesta. Justru, Arsy dan seluruh isinya tegak karena Allah.
Memahami Al Qayyum artinya tidak hanya sekadar wawasan teologis, tetapi juga memiliki implikasi praktis dalam ibadah. Rasulullah SAW sering memanjatkan doa dengan menyebut nama ini ketika menghadapi kesulitan.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda kepada Fatimah RA untuk mengamalkan doa pagi dan petang:
"Wahai Dzat yang Maha Hidup, Wahai Dzat yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah urusanku semuanya, dan janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau hanya sekejap mata."
Keutamaan zikir ini antara lain:
Sebagai seorang muslim, meneladani Asmaul Husna Al Qayyum dapat diimplementasikan melalui sikap kemandirian. Meskipun manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan, sifat Al Qayyum mengajarkan kita untuk:
Demikianlah penjelasan mendalam mengenai Al Qayyum artinya Yang Maha Mandiri. Dengan memahami makna ini, semoga keimanan kita semakin meningkat dan kita senantiasa menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Jelajahi makna mendalam Al-Qayyum dalam Asmaul Husna. Lengkap dengan dalil Al-Qur'an, keutamaan zikir, serta panduan implementasi sifat kemandirian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved