Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Refleksi Natal, Umat Beragama Diajak Rawat Pesan Welas Asih

Rahmatul Fajri
25/12/2025 13:59
Refleksi Natal, Umat Beragama Diajak Rawat Pesan Welas Asih
Ilustrasi(ANTARA)

KETUA DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, memaknai peringatan Natal sebagai momentum refleksi spiritual untuk memperkuat kepedulian sosial dan solidaritas antarumat beragama. Said menekankan bahwa kisah kelahiran Nabi Isa (Yesus) mengusung pesan universal tentang ketulusan dan pengabdian bagi sesama manusia yang menderita.

Menurut Said, kelahiran Nabi Isa di tempat yang sederhana—sebuah kandang domba di Bethlehem—merupakan simbol bahwa keagungan Tuhan tidak terbatas pada kemewahan duniawi atau hak istimewa (priviledge).

"Nabi Isa lahir tanpa keistimewaan. Allah SWT memilih Siti Maryam, perawan suci yang sederhana, sebagai ibu kandungnya. Ini adalah pesan bahwa pencerahan hadir untuk mereka yang berhati tulus, bukan hanya bagi para bangsawan di istana," ujar Said dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/12).

Said menjelaskan bahwa setiap mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Isa mengandung makna transendensi sekaligus antroposentris. Transendensi berarti menunjukkan kebesaran Tuhan, sementara antroposentris bermakna mukjizat tersebut didedikasikan sepenuhnya untuk menolong sesama yang mengalami kesusahan.

"Energi spiritual Nabi Isa didedikasikan untuk membantu mereka yang menderita. Doa-doa beliau agar orang buta melihat kembali dan orang yang tertimpa musibah mendapatkan pertolongan adalah wujud nyata dari sikap welas asih yang perlu kita rawat bersama saat ini," lanjut Said.

Lebih lanjut, Said mengajak umat beragama di Indonesia untuk bersikap lebih kosmopolit atau berpikiran luas. Ia menekankan bahwa keyakinan personal tidak boleh menjadi dinding pemisah dalam hubungan sosial dan kerja sama antarmanusia.

Said secara khusus menyinggung konsep Islam Kosmopolitan yang pernah diteladankan oleh almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Gus Dur bisa bekerja sama dengan asyik melintasi sekat rumah ibadah. Beliau berteman mesra dengan para romo, pastur, biksu, hingga tokoh keyakinan lokal. Semangat inilah yang kita perlukan sekarang untuk menghadapi ancaman krisis ekologis dan persaingan kekuasaan global," tegasnya.

Said berharap semangat Natal tahun ini dapat menjahit kembali persatuan bangsa Indonesia sebagai sesama manusia yang saling menyayangi. Ia menilai, dunia akan lebih damai jika para pemimpin dan umat beragama mengedepankan kerja sama daripada persaingan kuasa.

"Mari kita rawat kisah Natal sebagai dimensi untuk menerobos ruang dan waktu, menjadikan kita lebih utuh sebagai manusia yang membawa rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil alamin)," pungkas Said. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya