Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ajaran Islam, sholat sunnah memiliki kedudukan yang istimewa sebagai penyempurna ibadah wajib. Ibadah ini berfungsi sebagai penambal kekurangan yang mungkin terjadi saat kita menunaikan sholat fardhu lima waktu. Salah satu rukun terpenting sebelum memulai ibadah ini adalah menetapkan niat sholat sunnah di dalam hati, yang disunnahkan untuk dilafalkan secara lisan (talaffuzh) guna memantapkan kekhusyukan.
Banyak umat Muslim yang ingin meningkatkan kualitas ibadahnya namun terkadang ragu mengenai lafal niat yang spesifik untuk setiap jenis sholat sunnah. Padahal, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menghidupkan amalan-amalan sunnah, baik itu sunnah muakkad (sangat dianjurkan) maupun ghairu muakkad. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif berbagai bacaan niat untuk sholat sunnah yang paling sering dikerjakan, mulai dari sholat Rawatib, Dhuha, Tahajud, hingga Witir.
Sholat sunnah Rawatib adalah sholat yang dikerjakan mengiringi sholat fardhu, baik sebelum (Qobliyah) maupun sesudahnya (Ba'diyah). Keutamaannya sangat besar, sebagaimana disebutkan bahwa dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya.
Berikut adalah lafal niat untuk sholat sunnah Qobliyah (contoh untuk Qobliyah Subuh):
اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Untuk sholat sunnah yang dikerjakan setelah sholat fardhu (contoh Ba'diyah Isya), niatnya adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal 'isya-i rak’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat sunnah sesudah Isya dua rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Sholat Dhuha dikenal sebagai sholat pembuka pintu rezeki. Waktu pelaksanaannya dimulai saat matahari mulai naik setinggi tombak hingga sesaat sebelum waktu Dzuhur (waktu zawal). Dalam pelaksanaannya, seringkali dibaca Surat Ad-Duha pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah.
Berikut adalah lafal niat sholat Dhuha:
اُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatad-dhuha rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat sunnah Dhuha dua rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Melaksanakan sholat Dhuha secara rutin minimal dua rakaat dinilai sebagai sedekah bagi setiap persendian tubuh manusia.
Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang paling utama setelah sholat fardhu. Syarat utamanya adalah dikerjakan pada malam hari setelah tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Perintah dan keutamaan sholat ini termaktub dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surat Al-Isra ayat 79.
Adapun niat sholat Tahajud adalah:
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat-tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat sunnah Tahajud dua rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Sholat ini adalah sarana paling ampuh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon petunjuk atas segala permasalahan hidup.
Sholat Witir adalah sholat dengan jumlah rakaat ganjil yang berfungsi sebagai penutup sholat malam. Witir bisa dikerjakan satu rakaat, tiga rakaat, atau lebih (ganjil). Biasanya dikerjakan setelah Tarawih di bulan Ramadan atau setelah Tahajud di hari biasa.
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri rak'atan mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat sunnah Witir satu rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat sunnah Witir dua rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Bagi Anda yang memiliki keinginan atau kebutuhan khusus dan ingin memohon kepada Allah agar dikabulkan, sholat Hajat adalah jalannya. Sholat ini bisa dikerjakan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat.
اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal haajati rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat melakukan sholat sunnah Hajat dua rakaat, sambil menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Setelah mengetahui berbagai lafal niat sholat sunnah di atas, penting untuk memahami bahwa konsistensi (istiqomah) adalah kunci. Allah SWT sangat mencintai amalan yang sedikit namun dilakukan secara terus-menerus.
Beberapa keutamaan menjaga sholat sunnah antara lain:
Dengan panduan ini, diharapkan Anda dapat lebih mudah dalam melafalkan niat dan melaksanakan ibadah sunnah sehari-hari. Jangan lupa untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam setiap rakaat sholat Anda, yang dapat Anda akses melalui layanan Al-Qur'an Online Media Indonesia untuk memastikan bacaan yang benar dan tajwid yang tepat. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved