Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, seorang muslim dianjurkan untuk senantiasa melibatkan Allah SWT dalam setiap langkahnya. Salah satu bentuk ketergantungan hamba kepada Sang Pencipta adalah dengan memanjatkan doa, khususnya saat hendak melangkahkan kaki keluar dari rumah. Kalimat zikir dan doa yang sangat populer serta memiliki makna mendalam adalah bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim arab. Kalimat ini bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan sebuah ikrar penyerahan diri (tawakal) yang totalitas.
Bagi Anda yang mencari penulisan yang benar secara kaidah bahasa Arab untuk doa tersebut, berikut adalah teks lengkapnya. Kalimat ini menggabungkan pernyataan tawakal dan kalimat hawqalah yang mengakui bahwa tiada daya upaya selain pertolongan Allah.
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Latin: Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Perlu dipahami bahwa dalam beberapa riwayat hadis sahih mengenai doa keluar rumah, tambahannya sering kali cukup sampai illa billah. Namun, penambahan sifat Allah Al-Aliyil Adzim (Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung) sering ditemukan dalam zikir hawqalah secara umum dan merupakan bentuk pengagungan yang baik.
Membaca doa ini saat keluar rumah memiliki landasan yang kuat dalam syariat Islam. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa siapa saja yang membaca doa ini akan mendapatkan jaminan perlindungan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca: 'Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah', maka akan disampaikan kepadanya: 'Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.' Seketika itu setan-setan pun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, 'Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi?'" (HR. Abu Daud, no. 5095; Tirmidzi, no. 3426).
Doa ini terdiri dari dua bagian utama yang sangat esensial dalam akidah seorang muslim:
Bagian pertama adalah pernyataan sikap tawakal. Tawakal berarti menyandarkan hati sepenuhnya kepada Allah SWT dalam mengambil manfaat atau menolak mudarat. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an yang memerintahkan orang beriman untuk bertawakal. Sebagaimana disebutkan dalam Surat At-Talaq ayat 3:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ
"...Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..."
Bagian kedua adalah kalimat hawqalah. Kalimat ini adalah pengakuan akan kelemahan diri manusia. Manusia tidak memiliki daya untuk menghindari maksiat dan tidak memiliki kekuatan untuk melakukan ketaatan kecuali dengan pertolongan Allah. Rasulullah SAW menyebut kalimat ini sebagai salah satu simpanan harta karun surga (Kanzun min kunuzil jannah).
Mengamalkan bacaan bismillahi tawakkaltu alallah la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim secara rutin, terutama saat meninggalkan kediaman, memberikan manfaat luar biasa, antara lain:
Agar doa ini menjadi mustajab dan memberikan dampak nyata, pengucapannya harus disertai dengan kehadiran hati (hudhurul qalb). Jangan hanya mengucapkannya di lisan, tetapi resapi maknanya bahwa saat Anda melangkah keluar pintu, Anda sedang melepaskan ego dan kekuatan diri sendiri, lalu mengenakan "baju besi" pertolongan Allah SWT.
Selain membaca doa ini, lengkapi perlindungan diri dengan senantiasa menjaga adab-adab safar atau bepergian lainnya, serta membaca ayat kursi atau ayat-ayat perlindungan seperti yang terdapat dalam Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas.
Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang selalu bergantung hanya kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved