Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Cara Menyederhanakan Pecahan Matematika Paling Mudah dan Cepat

Irvan Sihombing
22/12/2025 14:10
Cara Menyederhanakan Pecahan Matematika Paling Mudah dan Cepat
Ilustrasi(Antara)

Matematika sering kali menjadi mata pelajaran yang menantang bagi sebagian siswa, terutama ketika memasuki materi aritmatika dan operasi bilangan. Salah satu kompetensi dasar yang wajib dikuasai adalah memahami konsep pecahan. Banyak siswa maupun orang tua yang mendampingi anaknya belajar merasa kesulitan ketika harus mencari bentuk paling sederhana dari sebuah bilangan pecahan yang besar. Padahal, cara menyederhanakan pecahan sebenarnya memiliki pola logis yang mudah dipahami jika Anda mengetahui metode yang tepat.

Menyederhanakan pecahan bukan hanya soal mengecilkan angka, melainkan mencari bentuk pecahan senilai (ekuivalen) di mana pembilang dan penyebutnya tidak lagi memiliki faktor persekutuan selain angka 1. Kemampuan ini sangat krusial karena menjadi pondasi untuk materi matematika yang lebih lanjut, seperti aljabar, perbandingan, hingga statistika.

Berikut adalah panduan lengkap dan mendalam mengenai berbagai metode untuk menyederhanakan pecahan, mulai dari cara manual hingga penggunaan rumus matematika yang presisi.

Apa Itu Menyederhanakan Pecahan?

Sebelum masuk ke teknis pengerjaan, penting untuk memahami terminologi dasar dalam pecahan. Sebuah pecahan terdiri dari dua bagian:

  • Pembilang (Numerator): Angka yang berada di bagian atas.
  • Penyebut (Denominator): Angka yang berada di bagian bawah.

Menyederhanakan pecahan berarti membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan bulat yang sama (faktor persekutuan) hingga keduanya tidak bisa dibagi lagi, kecuali dengan angka 1. Hasil akhirnya disebut sebagai "pecahan dalam bentuk paling sederhana".

Metode 1: Membagi Terus-Menerus (Metode Bertahap)

Cara ini adalah metode yang paling intuitif dan mudah bagi pemula atau siswa sekolah dasar yang belum terlalu menguasai konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Teknik ini bekerja dengan membagi pembilang dan penyebut dengan bilangan prima kecil secara berulang.

Langkah-langkah:

  1. Perhatikan angka pembilang dan penyebut.
  2. Bagi kedua angka tersebut dengan bilangan prima kecil, seperti 2, 3, 5, atau 7.
  3. Jika hasilnya masih bisa dibagi lagi, ulangi proses tersebut.
  4. Berhenti ketika tidak ada lagi angka yang bisa membagi kedua bilangan tersebut secara habis selain 1.

Contoh Kasus: Menyederhanakan 24/72

Mari kita coba menyederhanakan pecahan 24/72 menggunakan metode bertahap:

  • Kedua angka adalah genap, jadi bagi dengan 2:
    24 ÷ 2 = 12
    72 ÷ 2 = 36
    Hasil sementara: 12/36
  • Masih genap, bagi lagi dengan 2:
    12 ÷ 2 = 6
    36 ÷ 2 = 18
    Hasil sementara: 6/18
  • Masih genap, bagi lagi dengan 2:
    6 ÷ 2 = 3
    18 ÷ 2 = 9
    Hasil sementara: 3/9
  • Sekarang angka ganjil. Coba bagi dengan 3:
    3 ÷ 3 = 1
    9 ÷ 3 = 3
    Hasil akhir: 1/3

Metode ini efektif namun membutuhkan ketelitian agar tidak ada langkah pembagian yang terlewat.

Metode 2: Menggunakan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

Bagi siswa tingkat lanjut atau untuk pengerjaan soal yang membutuhkan kecepatan, menggunakan FPB adalah cara menyederhanakan pecahan yang paling efisien. Dengan metode ini, Anda hanya perlu melakukan satu kali pembagian untuk langsung mendapatkan bentuk paling sederhana.

Langkah-langkah:

  1. Tentukan faktor-faktor dari pembilang dan penyebut.
  2. Cari angka terbesar yang sama-sama dimiliki oleh kedua bilangan tersebut (FPB).
  3. Bagi pembilang dan penyebut dengan angka FPB tersebut.

Contoh Kasus: Menyederhanakan 36/54

Langkah pertama, cari FPB dari 36 dan 54.

  • Faktor dari 36: 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36.
  • Faktor dari 54: 1, 2, 3, 6, 9, 18, 27, 54.

Angka terbesar yang sama (FPB) adalah 18. Maka, langkah selanjutnya adalah membagi kedua bilangan dengan 18:

  • Pembilang: 36 ÷ 18 = 2
  • Penyebut: 54 ÷ 18 = 3

Hasil akhirnya adalah 2/3. Cara ini jauh lebih cepat dibandingkan metode bertahap, asalkan Anda mahir dalam perkalian dan pemfaktoran.

Tips Cepat Mengenali Pembagi (Divisibility Rules)

Untuk mempercepat proses menyederhanakan pecahan, Anda bisa menghafal ciri-ciri bilangan habis dibagi sebagai berikut:

  • Habis dibagi 2: Jika angka terakhirnya genap (0, 2, 4, 6, 8). Contoh: 14, 28, 100.
  • Habis dibagi 3: Jika jumlah digit-digit angkanya merupakan kelipatan 3. Contoh: 111 (1+1+1=3), maka 111 habis dibagi 3.
  • Habis dibagi 5: Jika angka terakhirnya adalah 0 atau 5. Contoh: 15, 40, 105.
  • Habis dibagi 10: Jika angka terakhirnya adalah 0.

Menyederhanakan Pecahan Tidak Biasa (Pecahan Campuran)

Terkadang, Anda akan menemukan kasus di mana pembilang lebih besar daripada penyebut (contoh: 14/4). Ini disebut pecahan tidak murni. Untuk menyederhanakannya, Anda memiliki dua opsi:

  1. Sederhanakan dulu, baru ubah ke campuran:
    14/4 disederhanakan (dibagi 2) menjadi 7/2.
    7 ÷ 2 = 3 sisa 1.
    Hasil: 3 1/2.
  2. Ubah ke campuran dulu, baru sederhanakan pecahannya:
    14 ÷ 4 = 3 sisa 2 (ditulis 3 2/4).
    Sederhanakan bagian pecahannya (2/4 dibagi 2) menjadi 1/2.
    Hasil: 3 1/2.

Kesimpulan

Menguasai cara menyederhanakan pecahan adalah keterampilan dasar matematika yang esensial. Anda dapat memilih metode yang paling sesuai dengan tingkat kenyamanan Anda. Metode pembagian bertahap sangat cocok untuk pemula yang ingin menghindari kesalahan hitung, sementara metode FPB sangat disarankan untuk efisiensi waktu saat ujian. Dengan latihan rutin menggunakan variasi angka yang berbeda, proses penyederhanaan pecahan akan menjadi insting yang berjalan otomatis saat Anda mengerjakan soal matematika.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya