Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan sering dinanti karena suhu udara yang lebih sejuk dan nyaman. Namun, di balik cuaca yang menyejukkan, musim ini juga identik dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan, terutama penyakit pencernaan serta infeksi yang ditularkan melalui makanan dan air. Karena itu, menjaga pola makan yang tepat menjadi salah satu kunci agar tubuh tetap sehat selama musim hujan.
Kondisi udara yang lembap dan perubahan suhu dapat membuat sistem pencernaan lebih sensitif. Pemilihan jenis makanan serta cara mengonsumsinya pun perlu mendapat perhatian khusus. Melansir laman Metropolis Healthcare, berikut hal-hal yang dianjurkan dan perlu dihindari selama musim hujan.
Selama musim hujan, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan hangat, segar, dan baru dimasak. Makanan rumahan dinilai lebih aman karena risiko kontaminasi bakteri lebih rendah dibandingkan makanan yang dibiarkan terlalu lama di udara terbuka. Sup, sayuran kukus, dan makanan rebus bisa menjadi pilihan karena lebih mudah dicerna sekaligus membantu menjaga daya tahan tubuh.
Penggunaan rempah-rempah alami seperti jahe, bawang putih, kunyit, lada hitam, kayu manis, pala, dan kapulaga juga dianjurkan. Rempah-rempah ini dikenal memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi serta mendukung kesehatan pencernaan.
Selain itu, konsumsi makanan probiotik seperti yogurt dan buttermilk berperan penting untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Asupan ini dapat membantu mencegah diare, perut kembung, dan gangguan cerna yang kerap muncul saat musim hujan.
Dari sisi buah, masyarakat disarankan memilih buah musiman yang mudah dicerna dan kaya vitamin, seperti pir, delima, jamun, dan ceri. Buah-buahan tersebut mengandung antioksidan yang dapat mendukung sistem imun tanpa membebani pencernaan.
Kebutuhan cairan juga perlu diperhatikan. Minum air matang, air hangat, atau air yang telah disaring dianjurkan untuk mencegah penyakit akibat air terkontaminasi. Teh herbal berbahan jahe, tulsi, dan madu dapat menjadi alternatif untuk menghangatkan tubuh sekaligus membantu meningkatkan daya tahan.
Tak kalah penting, cara makan juga berpengaruh. Mengunyah perlahan, makan dalam porsi kecil namun lebih sering, serta menjaga jadwal makan tetap teratur dapat membantu mencegah gangguan pencernaan di tengah cuaca lembap.
Di sisi lain, ada sejumlah makanan dan kebiasaan yang sebaiknya dihindari selama musim hujan. Berikut 9 hal yang perlu dihindari:
Makanan di pinggir jalan berisiko terpapar air hujan, debu, dan bakteri. Lingkungan lembap membuat makanan lebih mudah terkontaminasi dan dapat memicu keracunan makanan maupun infeksi saluran pencernaan.
Gorengan sebaiknya dibatasi karena lemak tinggi dapat memperlambat pencernaan. Konsumsi berlebihan bisa memicu perut kembung, begah, hingga gangguan lambung.
Makanan pedas dapat memperparah asam lambung, mulas, dan indigesti. Saat musim hujan, tubuh cenderung lebih rentan mengalami gangguan lambung jika pedas dikonsumsi berlebihan.
Garam berlebih dapat menyebabkan retensi cairan dan rasa tidak nyaman. Asupan garam tinggi juga dapat memperburuk kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi.
Pada musim hujan, risiko kontaminasi hasil laut dapat meningkat. Mengonsumsi seafood pada periode ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit akibat makanan.
Sayuran berdaun hijau yang dimakan mentah berpotensi membawa kotoran dan bakteri yang sulit dibersihkan sepenuhnya. Jika tetap dikonsumsi, sebaiknya dimasak hingga matang.
Buah seperti semangka dan mentimun sebaiknya dibatasi karena berisiko membawa mikroorganisme dari air serta dapat memicu perut kembung dan gangguan pencernaan.
Makanan yang tidak dimasak sempurna meningkatkan risiko infeksi bakteri dan gangguan saluran cerna, terutama saat lingkungan mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
Air yang tidak dimasak atau tidak disaring dengan baik bisa menjadi sumber penyakit. Air matang atau air hangat menjadi pilihan paling aman selama musim hujan. (Metropolis Healthcare/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved