Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Fakta Perjalanan Spiritual Jenderal Andika Perkasa Mualaf dan Profil Lengkapnya

mediaindonesia.com
18/12/2025 21:12
Fakta Perjalanan Spiritual Jenderal Andika Perkasa Mualaf dan Profil Lengkapnya
Andika Perkasa saat menyampaikan sambutan pada "Deklarasi Alumni SMA Jateng Perkasa", di Semarang, Rabu (28/8/2024).(Antara)

Perjalanan Spiritual dan Karier Sang Jenderal

Topik mengenai Andika Perkasa mualaf kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika menelusuri latar belakang kehidupan pribadi mantan Panglima TNI ini. Sebagai salah satu tokoh militer paling berpengaruh di Indonesia, aspek religiusitas Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa sering kali memantik rasa ingin tahu masyarakat. Artikel ini akan mengulas secara mendalam fakta-fakta terkait perpindahan keyakinan sang jenderal, konteks pernikahannya, serta bagaimana nilai-nilai keislaman tercermin dalam sumpah jabatannya.

Informasi mengenai status agama Andika Perkasa dapat ditemui dari berbagai sumber. Meski lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang agama yang berbeda, pilihan hidup Andika untuk memeluk Islam menjadi bagian penting dari sejarah personalnya yang inspiratif.

Latar Belakang dan Awal Mula Menjadi Mualaf

Andika Perkasa lahir di Bandung pada 21 Desember 1964. Berdasarkan data yang beredar di kalangan akademisi dan militer, nama lahir beliau adalah Fransiskus Xaverius Emanuel Andika Perkasa. Pada masa mudanya, ia diketahui beragama Katolik. Namun, perjalanan spiritualnya mengalami titik balik yang signifikan.

Andika Perkasa mualaf disebut-sebut beriringan dengan momen pernikahannya dengan Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati, atau yang akrab disapa Hetty Andika Perkasa. Hetty merupakan putri dari tokoh intelijen nasional, Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono. Andika dikabarkan beralih keyakinan memeluk agama Islam.

Perubahan ini juga tercermin dari perubahan nama administratifnya. Dalam berbagai dokumen kemiliteran dan kenegaraan saat ini, nama yang tercantum adalah Andika Perkasa, tanpa menyertakan nama baptisnya terdahulu. Hal ini menegaskan identitas barunya sebagai seorang Muslim.

Bukti Autentik Keislaman Andika Perkasa

Bagi masyarakat yang masih bertanya-tanya mengenai kebenaran status mualaf tersebut, terdapat beberapa bukti autentik yang terekam dalam sejarah karier militer beliau:

  • Sumpah Jabatan dengan Al-Qur'an: Saat dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada tahun 2018 dan kemudian sebagai Panglima TNI pada tahun 2021 oleh Presiden Joko Widodo, Andika Perkasa diambil sumpahnya di bawah Al-Qur'an. Dalam tradisi kenegaraan Indonesia, tata cara pengambilan sumpah disesuaikan dengan agama pejabat yang dilantik.
  • Ibadah Haji dan Umrah: Berbagai dokumentasi memperlihatkan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh keluarga Andika Perkasa, termasuk momen-momen di Tanah Suci.
  • Data di Universitas: Saat menempuh pendidikan doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM), data mahasiswa beliau mencantumkan agama Islam sebagai identitas resminya.

Hidayah dan Konteks dalam Islam

Perjalanan seseorang menjemput hidayah merupakan rahasia Tuhan yang sangat personal. Dalam Islam, fenomena seseorang menjadi mualaf adalah sebuah karunia besar. Allah SWT berfirman mengenai hidayah ini dalam Al-Qur'an, yang menegaskan bahwa petunjuk hanya datang dari sisi-Nya.

Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Surat Al-Qasas ayat 56:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."

Ayat di atas menggambarkan bahwa keputusan Andika Perkasa untuk memeluk Islam adalah cerminan dari ketetapan hati dan hidayah yang diterimanya, terlepas dari faktor eksternal seperti pernikahan.

Profil Singkat dan Pendidikan

Selain sisi religiusnya, prestasi akademis dan militer Andika Perkasa sangatlah cemerlang. Ia dikenal sebagai sosok jenderal yang intelektual dengan gelar akademik yang panjang dari berbagai universitas ternama di Amerika Serikat.

  1. Pendidikan Militer: Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1987.
  2. Pendidikan Sipil:
    • The George Washington University (Master of Arts).
    • National Defense University (Master of Science).
    • Harvard University (Master of Arts).
    • The George Washington University (Ph.D in Public Policy).

Toleransi dan Humanisme dalam Kepemimpinan

Meski telah menjadi seorang Muslim, Andika Perkasa dikenal sangat menjunjung tinggi toleransi. Selama menjabat sebagai Panglima TNI, ia membuat beberapa kebijakan progresif, salah satunya adalah penghapusan tes keperawanan bagi calon Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dan mengizinkan keturunan eks-PKI untuk mendaftar sebagai prajurit TNI, selama mereka setia pada Pancasila dan NKRI.

Sikap inklusif ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang ia anut adalah nilai yang rahmatan lil 'alamin (rahmat bagi semesta alam), yang mengedepankan kemanusiaan dan keadilan. Transformasi Andika Perkasa mualaf bukan hanya sekadar perubahan status di KTP, melainkan sebuah perjalanan panjang menemukan kedamaian yang tercermin dalam gaya kepemimpinannya yang tenang namun tegas.

Dengan demikian, fakta bahwa Jenderal Andika Perkasa adalah seorang Muslim sudah tidak perlu diragukan lagi. Perjalanan spiritualnya menjadi bukti bahwa hidayah dapat menyapa siapa saja, dan dedikasinya kepada bangsa tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya