Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Tungau Paratarsotomus Macropalpis adalah Hewan Darat Tercepat di Dunia

Muhammad Ghifari A
18/12/2025 15:47
Tungau Paratarsotomus Macropalpis adalah Hewan Darat Tercepat di Dunia
Kutu P. macropalpis saat dibandingkan dengan skala 1 cm.(Dok. The Journal of Experimental Biology)

PARATARSOTOMUS macropalpis adalah tungau berukuran besar (hingga 0,7 mm panjangnya) yang termasuk dalam famili Anystidae. Tungau ini memiliki kaki yang panjang dan tubuh yang panjangnya hampir dua kali lipat lebarnya.

Spesies ini merupakan endemik California, Amerika Serikat, dan sering ditemukan berlari di sepanjang bebatuan atau trotoar. Sebelumnya diklasifikasikan sebagai bagian dari genus tungau Tarsotomus , spesies ini diklasifikasi ulang pada tahun 1999 ke dalam genus Paratarsotomus .

Rubin, penasihatnya Jonathan Wright dari Pomona College, dan rekan-rekan mereka menggunakan kamera video berkecepatan bingkai tinggi untuk merekam lari cepat tungau di laboratorium dan di lingkungan alaminya.

Mereka sangat terkejut menemukan bahwa kecepatan Paratarsotomus macropalpis setara dengan kecepatan lari manusia sekitar 2.100 km per jam.

Dalam jurnal yang dimuat oleh FASEB (Federation of American Societies for Experimental Biology), para peneliti menguraikan bahwa rahasia kecepatan kutu ini terletak pada kombinasi unik antara kekuatan otot dan tekanan pada ligamen kutikula atau rangka luar mereka. 

Berbeda dengan kendaraan buatan manusia, hambatan udara ternyata hanya memberikan pengaruh kecil bagi perlambatan gerak kutu ini. Kecepatan rata-rata mobil Formula-1 yang berada di kisaran 310 km/jam terlihat sangat tidak seimbang jika dibandingkan secara proporsional. 

Bahkan mobil balap yang dimodifikasi khusus untuk memecahkan rekor di padang garam sekalipun tetap kalah lincah jika dibandingkan dengan efisiensi energi yang dihasilkan oleh makhluk berukuran mikro ini.

Tungau tersebut juga mahir berhenti dan mengubah arah dengan sangat cepat, sifat-sifat yang sedang diteliti lebih lanjut oleh para peneliti untuk mendapatkan wawasan potensial yang mungkin relevan dengan aplikasi bioteknologi. (Sci. News/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya