Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Masjid Nurul Hidayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan meluncurkan Program Sedekah Barang, Selasa (16/12).
Program ini bertujuan sebagai upaya membangun kepedulian masyarakat untuk menciptakan kesadaran bersama. Serta untuk mempermudah masyarakat melakukan sedekah berupa barang-barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Kadiv Penguatan Pengumpulan LAZ M. Abdul Kahfi menyampaikan, Program Sedekah Barang ini merupakan inovasi positif yang diharapkan dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan sosial.
“Bekerja sama dengan Masjid Nurul Hidayah, barang-barang hasil sedekah yang terkumpul, akan kita konversi menjadi nilai rupiah, hasil konversi tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional program pengentasan kemiskinan di Indonesia” ujar Kahfi dilansir dari keterangan resmi, Rabu (17/12).
Oleh karena itu, Abdul Kahfi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DKM Nurul Hidayah yang telah memfasilitasi dan mendukung program sedekah barang bersama Baznas ini.
“Kami dari Baznas menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada DKM Nurul Hidayah yang telah bekerjasama, berkolaborasi, mudah-mudahan momen ini menjadi momen yang baik, melahirkan semangat kita untuk berdonasi, melahirkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Kahfi juga berharap peran serta jamaah masjid Nurul Hidayah dan masyarakat sekitar untuk aktif mendonasikan barangnya yang masih memiliki manfaat dan nilai ekonomis dapat disumbangkan melalui drop box yang telah disediakan di lingkungan masjid.
“Kehadiran drop box ini memudahkan jamaah masjid dan masyarakat sekitar yang ingin berbagi, jadi nanti tinggal dimasukkan ke dalam box yang sudah disediakan Baznas ini,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DKM Nurul Ustadz Rifqi Isnanda menyambut baik kerjasama dan kolaborasi dengan Baznas dalam program Sedekah Barang.
“Mudah-mudahan melalui program sedekah barang ini membuat kita semakin terbiasa untuk bersedekah dengan barang-barang kita yang mungkin sudah tidak terpakai bahkan masih baru lebih baik lagi, semoga bisa menumbuhkan kebiasaan untuk kita bersedekah,” ujar Ustaz Rifqi.
Menurutnya, sedekah merupakan mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Ada banyak dalil dalam Al-Qur'an dan hadis yang menganjurkan umat Muslim untuk bersedekah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
“Kebiasaan bersedekah ini adalah sunnah Rosul dan menjadi pembelajaran bagi kita semua. Karena setiap datang ke masjid kita bisa sambil bersedekah, di samping masjid juga ada sekolah jadi nanti anak-anak kita ajak dan kita ajarkan juga untuk bersedekah dengan apapun yang kita punya,” ungkapnya.
Rifqi berharap kerja sama yang baik dan sudah terjalin antara Masjid Nurul Hidayah dan Baznas RI dapat terus terjalin dan semakin kuat. Sehingga baik Baznas maupun Masjid Nurul Hidayah bisa terus mengedukasi masyarakat dan menyebarkan kebaikan melalui program-program kerjasama ini.
“Harapannya dengan adanya program ini tentu kami dari masjid Nurul Hidayah memberikan kontribusi yang lebih banyak kepada masyarakat, memberikan edukasi dan pendidikan terutama pendidikan agama dan pendidikan akhlak pada masyarakat sekitar dan para jamaah masjid nurul hidayah. Jadi semoga kerjasama dengan Baznas dapat terus berlangsung dengan masjid Nurul Hidayah,” ujarnya. (H-1)
Program ini tidak hanya berbicara tentang peternakan, tetapi juga tentang masa depan dan kemandirian masyarakat desa.
Program ini memberikan dua keuntungan sekaligus, yakni menyelamatkan bumi dan menguatkan ekonomi lokal, khususnya mustahik.
Capaian ini menambah daftar panjang prestasi BAZNAS atas kiprahnya mendukung industri halal nasional dalam ajang IHYA. Sebelumnya, BAZNAS sudah dua kali menerima penghargaan
Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA di hadapan perwakilan dari BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota
Jumlah muzaki terus bertambah hingga mencapai 28,46 juta jiwa pada 2024. Ia menilai, angka tersebut mencerminkan peningkatan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved