Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INI adalah versi Rohatil paling lengkap yang selalu dibawakan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam album legendaris Kisah Sang Rosul dan setiap acara maulid. Lirik ini terdiri dari refrain “Rohatil Athyaru Tasydu” yang diulang-ulang disisipi kisah perjalanan hidup Rasulullah SAW secara kronologis.
رَاحَتِ الْأَطْيَارُ تَشْدُو فِي لَيَالِي الْمَوْلِدِ
Rohatil athyaru tasydu fii layaa lil maulidi
Tenang dan gembira burung-burung berkicau di malam kelahiran
وَبَرِيقُ النُّورِ يَبْدُو مِنْ مَعَانِي أَحْمَدَ فِي لَيَالِي الْمَوْلِدِ
Wa bariiqun nuuri yabduu min ma‘aanii Ahmadi
Dan kilauan cahaya tampak dari makna-makna Ahmad di malam kelahiran
Abdullah nama ayahnya, Aminah ibundanya
Abdul Muthalib kakeknya, Abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia, Fatimah putri tercinta
Semua bernasab mulia dari Quraisy ternama
Inilah kisah Sang Rasul yang penuh suka duka (2x)
Ooh… penuh suka duka (2x)
Dua bulan di kandungan wafat ayahandanya
Tahun Gajah dilahirkan yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada disusui Halimah
Enam tahun usianya wafat ibu terpuja
Inilah kisah Sang Rasul yang penuh suka duka (2x)
Ooh… penuh suka duka (2x)
Delapan tahun usia kakek meninggalkannya
Abu Thalib pun menjaga paman paling membela
Saat kecil penggembala dagang saat remaja
Umur dua puluh lima memperistri Khadijah
Inilah kisah Sang Rasul yang penuh suka duka (2x)
Ooh… penuh suka duka (2x)
Di umur ketiga puluh mempersatukan bangsa
Saat peletakan Batu Hajar Aswad mulia
Genap empat puluh tahun mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rasul akhir para Anbiya
Inilah kisah Sang Rasul yang penuh suka duka (2x)
Ooh… penuh suka duka (2x)
رَاحَتِ الْأَطْيَارُ تَشْدُو فِي لَيَالِي الْمَوْلِدِ
Rohatil athyaru tasydu fii layaa lil maulidi
وَبَرِيقُ النُّورِ يَبْدُو مِنْ مَعَانِي أَحْمَدَ فِي لَيَالِي الْمَوْلِدِ
Wa bariiqun nuuri yabduu min ma‘aanii Ahmadi
فِي لَيَالِي الْمَوْلِدِ … فِي لَيَالِي الْمَوْلِدِ
Fii layaa lil maulidi … fii layaa lil maulidi
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallāha wa malā`ikatahū yuṣallūna ‘alan-nabiyy. Yā ayyuhal-lażīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā.
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved