Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT saluran cerna dan hati masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Tingginya kasus penyakit hati kronis, sirosis, hepatitis, hingga kanker hati menuntut layanan kesehatan yang semakin akurat dan berbasis teknologi.
Menjawab tantangan tersebut, RS Pondok Indah Group menyelenggarakan RS Pondok Indah Clinical Excellence Forum 2025, sebuah forum ilmiah yang berfokus pada penguatan layanan gastroenterologi dan hepatologi melalui inovasi diagnostik dan terapi presisi.
Forum yang mengusung tema 'Precision, Progress, and Innovation in Gastroenterohepatology' ini menjadi wadah pembaruan ilmiah sekaligus kolaborasi lintas disiplin bagitenaga medis di Indonesia. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya beban penyakit saluran cerna dan hati, yang menurut data Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya penyakit lambung dan gastroesophageal reflux disease (GERD) di wilayah perkotaan.
Tren peningkatan kasus non-alcoholic fatty liver disease juga menjadi perhatian serius. Penyakit hati yang berkaitan dengan gangguan metabolik ini semakin banyak ditemukan pada individu dengan obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi fibrosis, sirosis, hingga kanker hati. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 bahkan menempatkan kanker hati sebagai salah satu dari lima penyebab kematian akibat kanker terbanyak di Indonesia, dengan sebagian besar kasus terdiagnosis pada stadium lanjut.
Chief Executive Officer RS Pondok Indah Group, dr. Yanwar Hadiyanto, MARS, mengatakan bahwa perkembangan pesat di bidang gastroenterologi dan hepatologi menuntut tenaga medis untuk terus memperbarui kompetensi.
“Penyakit saluran cerna dan hati berkembang cepat dalam aspek diagnosis maupun terapi. Melalui forum ini, kami ingin memfasilitasi tenaga medis Indonesia untuk memperbarui wawasan dan keterampilannya seiring kemajuan ilmu terkini,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Minggu (14/12).
Forum ini menghadirkan berbagai pembahasan mengenai teknologi diagnostik dan terapeutik modern yang mendukung pendekatan penanganan lebih presisi. Sejumlah inovasi juga diperkenalkan mulai dari penggunaan biomarker PIVKA-II untuk deteksi dini kanker hati, teknologi SpyGlass untuk visualisasi saluran empedu, hingga Endoscopic Ultrasound (EUS) yang memungkinkan tindakan diagnostik dan terapeutik secara minimal invasif. Selain itu, teknologi Microwave Ablation turut diperkenalkan sebagai opsi terapi keganasan hati tanpa pembedahan.
Melalui penyelenggaraan Clinical Excellence Forum 2025, RS Pondok Indah Group menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan gastroenterologi dan hepatologi yang lebih modern, adaptif, dan berbasis bukti.
“Kami berharap forum ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kompetensi tenaga medis dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkas dr. Yanwar.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi Hepatologi RS Pondok Indah – Pondok Indah, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani, Sp.PD, Subsp.GEH (K), menegaskan pentingnya pendekatan presisi dalam praktik klinis modern. Menurutnya, deteksi dini dan diagnosis yang akurat menjadi kunci untuk mencegah progresi penyakit.
“Pemanfaatan teknologi seperti EUS, biomarker PIVKA-II, SpyGlass, hingga ablasi modern memungkinkan terapi yang lebih terarah, aman, dan efektif,” jelasnya.
Forum yang didukung Kementerian Kesehatan RI, Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai latar belakang profesi medis. Selain sesi simposium, peserta juga berkesempatan menyaksikan live case demo yang menampilkan penerapan langsung teknologi EUS Guided Intervention serta Microwave Ablation dalam penanganan kasus klinis nyata. (E-4)
INDUSTRIALISASI kesehatan global tengah bergerak cepat memasuki era baru yang ditandai oleh digitalisasi menyeluruh.
Pencitraan berperan penting dalam mengurangi morbiditas dan mortalitas dengan mendukung diagnosis dan intervensi yang tepat waktu.
Khitanan massal yang diadakan oleh RS Pondok Indah Group kali ini diikuti 117 anak usia 5-15 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved