Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Ulama Muda Jawa-Madura Keluarkan Deklarasi Krapyak 2025, Perkuat Moderasi dan Ekoteologi

Irvan Sihombing
13/12/2025 17:30
Ulama Muda Jawa-Madura Keluarkan Deklarasi Krapyak 2025, Perkuat Moderasi dan Ekoteologi
Deklarasi ini lahir dalam Muktamar Pemikiran Ulama Muda tentang Moderasi Beragama dan Ekoteologi yang digelar di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta.(Dok. Istimewa)

ULAMA muda Jawa–Madura menyatakan komitmen bersama melalui Deklarasi Krapyak untuk Moderasi Beragama dan Ekoteologi. Deklarasi ini lahir dari Muktamar Pemikiran Ulama Muda tentang Moderasi Beragama dan Ekoteologi yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta.

"Deklarasi tersebut menegaskan lima komitmen utama ulama muda, mulai dari kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, hingga peneguhan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah sebagai fondasi berpikir dan bersikap moderat, adil, toleran, serta menjaga harmoni relasi manusia dan alam," demikian keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu (13/12/2025).

Di tengah meningkatnya krisis lingkungan dan bencana ekologis di berbagai wilayah Indonesia, ulama muda menegaskan agama tidak boleh berhenti pada ritual dan wacana moral semata. Mereka mengingatkan agar agama hadir sebagai kekuatan etis dan praksis, menjaga keseimbangan relasi Tuhan, manusia, dan alam demi masa depan bumi dan generasi yang akan datang.

Ulama muda juga menegaskan moderasi beragama bukan sekadar wacana, melainkan jalan dakwah, pendidikan, dan pengabdian nyata di tengah masyarakat yang tengah menghadapi krisis lingkungan dan bencana berulang. Mereka pun menyatakan krisis ekologis bukan sekadar persoalan teknis, melainkan krisis etika dan spiritual yang menuntut perubahan cara pandang dan tindakan kolektif umat beragama.

Oleh karena itu, ulama muda mendorong kerja bersama antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang damai, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Respons Kementerian Agama RI

Kementerian Agama RI menyambut baik deklarasi ini. Ekoteologi dan moderasi beragama merupakan mandat langsung dan bagian dari asta program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar.

"Ekoteologi menjadi tema besar Kementerian Agama saat ini. Sementara moderasi beragama adalah ruh utama yang menguatkan nilai wasathiyah, tasamuh, i’tidal, dan tawazun di tengah kehidupan umat beragama," ujar Kepala Bagian Umum, Perpustakaan, dan BMN BMBPSDM Kemenag RI Rizky Riyadu Taufiq.

Ia menambahkan tema Muktamar Kerukunan Kosmik: Relasi Tuhan, Manusia, dan Lingkungan relevan dengan tantangan zaman. Menurut dia. forum ini merupakan ruang strategis bagi ulama muda, gus, ning, dan aktivis muda untuk merumuskan gagasan keagamaan yang berpihak pada kepentingan umat dan kelestarian lingkungan.

"Forum ini kami hadirkan sebagai ruang bertukar pikiran agar lahir gagasan yang dapat kita serahkan kembali ke forum besar sebagai rekomendasi bersama," katanya.

Rizky juga menegaskan hasil muktamar bersifat independen dan kultural. "Saya yakin hasilnya akan original, otentik, dan berpihak pada gerakan kultural," tegasnya. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya