Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cara Menghadapi Orang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik atau NPD

Ficky Ramadhan
13/12/2025 15:04
Cara Menghadapi Orang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik atau NPD
Ilustrasi gangguan kepribadian narsistik (NPD).(Dok. Freepik)

GANGGUAN kepribadian narsistik/Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan kondisi yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam beradaptasi di lingkungan sosialnya. Orang dengan NPD umumnya memiliki kebanggan diri berlebihan, minim empati, hingga tidak bisa menerima kritikan.

"Mereka sendiri mungkin tidak merasa terganggu. Tapi lingkungan sekitarnya yang jadi merasa terganggu," kata Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Subspesialis Psikoterapi, Petrin Redayani Lukman, dalam diskusi daring, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Petrin, seseorang bisa memiliki ciri kepribadian narsistik tanpa menjadikannya sebagai gangguan kepribadian. Perbedaannya terletak pada fleksibilitas dalam berperilaku serta dampaknya terhadap fungsi sosial.

"Kalau ciri kepribadian itu fleksibel. Tapi kalau kaku, tidak fleksibel, serta menimbulkan friksi dengan orang lain, itu gangguan kepribadian," ungkapnya.

Untuk menghadapi orang yang memiliki ciri NPD tersebut, Petrin mengatakan sebenarnya tak ada formula khusus yang menjadi pedoman untuk dilakukan. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menetapkan batasan.

"Berinteraksi dengan individu NPD memang tidak mudah karena kecenderungan perilakunya yang kaku. Kita harus bisa menentukan batasan juga, sehingga dia (orang NPD) juga lama-lama akan mengerti bahwa diri kita akan melakukan yang terbaik tapi dengan caranya," ucapnya.

Gangguan kepribadian narsistik, bukan sekadar sifat suka tampil atau ingin dipuji, tetapi gangguan yang terbentuk dari perjalanan panjang perkembangan kepribadian. Individu NPD kerap tidak menyadari gangguan tersebut, sementara orang-orang disekitarnyalah yang merasakan dampaknya.

Ia mengatakan, penanganan untuk orang dengan ciri NPD diperlukan asesmen profesional hingga dukungan psikoterapi untuk membantu kepribadian pasien lebih stabil.

"Penanganannya membutuhkan asesmen profesional, pemahaman lingkungan, serta dukungan psikoterapi untuk membantu pasien membangun kepribadian yang lebih stabil dan adaptif," pungkasnya. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya