Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pengertian Mad Thobi'i: Hukum Bacaan, Huruf, dan Contoh Lengkap

Thalatie K Yani
12/12/2025 08:01
Pengertian Mad Thobi'i: Hukum Bacaan, Huruf, dan Contoh Lengkap
Ilustrasi(gemini AI)

Mad thobi'i adalah salah satu hukum bacaan paling mendasar dan esensial dalam ilmu tajwid yang wajib dipahami oleh setiap Muslim saat membaca Al-Qur'an. Memahami hukum bacaan ini merupakan kunci utama untuk dapat membaca ayat-ayat suci dengan tartil, fasih, dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Kesalahan dalam mempraktikkan mad thobi'i dapat mengubah makna kata, sehingga penguasaannya menjadi sangat krusial.

Pengertian Mad Thobi'i

Secara bahasa, kata Mad (المد) memiliki arti memanjangkan atau tambah. Sedangkan Thobi'i (الطبيعي) berarti alami atau biasa. Oleh karena itu, mad thobi'i sering juga disebut sebagai Mad Asli. Hal ini dikarenakan panjang bacaannya yang bersifat alami, tidak kurang dan tidak lebih, serta tidak bergantung pada sebab lain seperti hamzah atau sukun setelahnya.

Dalam istilah ilmu tajwid, mad thobi'i terjadi apabila terdapat huruf mad yang tidak bertemu dengan hamzah, sukun, waqaf, atau tasydid. Hukum ini adalah fondasi dari segala jenis hukum mad lainnya (mad far'i).

Huruf-Huruf Mad Thobi'i

Agar dapat mengidentifikasi bacaan ini dengan tepat, Anda harus mengetahui tiga huruf utama penyusunnya. Hukum bacaan mad thobi'i berlaku jika memenuhi syarat-syarat berikut pada tiga huruf hijaiyah ini:

  • Alif (ا): Apabila huruf Alif terletak sesudah harakat Fathah ( ﹷ ).
  • Ya Sukun (يْ): Apabila huruf Ya mati terletak sesudah harakat Kasrah ( ﹻ ).
  • Wau Sukun (وْ): Apabila huruf Wau mati terletak sesudah harakat Dhommah ( ﹹ ).

Ketiga kondisi di atas adalah syarat mutlak. Jika harakat sebelum huruf mad tidak sesuai (misalnya huruf Ya mati didahului Fathah), maka hukumnya berubah menjadi Mad Layyin, bukan mad thobi'i.

Cara Membaca Mad Thobi'i

Cara membaca mad thobi'i adalah dengan memanjangkan bacaan sebanyak dua harakat atau satu alif. Durasi ini setara dengan dua ketukan atau dua gerakan jari yang wajar (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat).

Konsistensi dalam menjaga panjang dua harakat ini sangat penting. Membaca lebih dari dua harakat pada mad thobi'i tanpa alasan syar'i (seperti qira'at tertentu) dianggap sebagai kesalahan dalam tajwid (lahn).

Contoh Mad Thobi'i dalam Al-Qur'an

Untuk memperjelas pemahaman Anda, berikut adalah rincian contoh penggunaan hukum mad thobi'i berdasarkan jenis hurufnya yang terdapat dalam Al-Qur'an. Perhatikan teks Arab berikut untuk melatih kepekaan visual Anda terhadap hukum bacaan ini.

1. Contoh Huruf Alif (ا) Didahului Fathah

Contoh ini dapat ditemukan dalam kata Al-Kitaab pada Surat Al-Baqarah ayat 2:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ

Pada potongan ayat di atas, terdapat hukum mad thobi'i pada kata الْكِتَابُ (Al-Kitaabu) di mana huruf Alif jatuh setelah huruf Ta berharakat fathah. Selain itu, kata لَا (Laa) juga merupakan mad thobi'i karena Alif jatuh setelah Lam berharakat fathah.

2. Contoh Huruf Ya Sukun (يْ) Didahului Kasrah

Contoh penggunaan huruf Ya sukun dapat dilihat pada potongan ayat dalam Surat An-Nas ayat 1:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Meskipun ayat di atas lebih menonjolkan hukum lain, contoh spesifik untuk Ya sukun setelah kasrah yang sangat jelas ada pada kata Fiihim atau Alladzii. Sebagai contoh dalam Surat Al-Ma'un ayat 5:

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Perhatikan kata الَّذِينَ (Alladziina). Huruf Ya sukun didahului oleh huruf Dzal berharakat kasrah. Ini wajib dibaca panjang dua harakat.

3. Contoh Huruf Wau Sukun (وْ) Didahului Dhommah

Contoh untuk huruf Wau dapat kita temukan dalam Surat Al-Lahab ayat 1:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

Namun untuk contoh Wau sukun yang lebih spesifik (Wau mati setelah Dhommah), mari kita lihat Surat Al-Kautsar ayat 1:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

Mohon diperhatikan, pada kata Al-Kautsar di atas adalah contoh Mad Layyin (Wau sukun didahului Fathah). Contoh Mad Thobi'i dengan Wau sukun yang tepat adalah pada kata يَقُولُ (Yaquulu) di mana Wau sukun didahului Qaf berharakat dhommah, atau pada kata أَعُوذُ (A'uudzu) pada Surat Al-Falaq ayat 1.

Perbedaan Mad Thobi'i dan Mad Far'i

Seringkali pembelajar pemula tertukar antara mad asli dan mad far'i. Perbedaan mendasarnya terletak pada penyebabnya:

  • Mad Thobi'i (Asli): Berdiri sendiri karena zat huruf mad itu sendiri tanpa adanya hamzah atau sukun setelahnya. Panjangnya tetap 2 harakat.
  • Mad Far'i (Cabang): Merupakan hukum mad tambahan yang terjadi karena adanya penyebab lain, yaitu bertemu dengan Hamzah atau Sukun (mati). Panjang harakatnya bervariasi mulai dari 2, 4, 5, hingga 6 harakat tergantung jenisnya (seperti Mad Wajib Muttasil atau Mad Jaiz Munfasil).

Dengan memahami konsep mad thobi'i secara mendalam, Anda telah menguasai lebih dari 50% hukum panjang-pendek dalam Al-Qur'an, karena hukum ini adalah yang paling sering muncul dalam ayat-ayat suci. Teruslah berlatih dengan membaca Al-Qur'an secara rutin dan mendengarkan murottal dari qari bersuara fasih untuk menyempurnakan bacaan Anda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya