Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Arti Kedutan Mata Kanan Atas Menurut Islam: Antara Mitos dan Medis

Thalatie K Yani
11/12/2025 07:46
Arti Kedutan Mata Kanan Atas Menurut Islam: Antara Mitos dan Medis
Ilustrasi(freepik)

Fenomena Kedutan Mata Kanan Atas Menurut Islam dan Fakta Ilmiahnya

Masyarakat Indonesia sering kali mengaitkan respons tubuh alami dengan pertanda nasib di masa depan. Salah satu yang paling populer adalah pencarian makna mengenai kedutan mata kanan atas menurut Islam. Banyak yang meyakini bahwa kondisi ini merupakan isyarat akan datangnya rezeki, pertemuan dengan kerabat jauh, atau justru pertanda kesedihan. Namun, sebagai umat Muslim yang taat, penting untuk mendudukkan perkara ini berdasarkan landasan akidah yang lurus, memisahkan antara mitos budaya dan ajaran agama yang murni.

Dalam artikel ini, Media Indonesia akan mengupas tuntas perspektif Islam mengenai fenomena kedutan, hukum mempercayai ramalan tubuh (thiyarah), serta penjelasan medis yang logis agar Anda tidak terjebak dalam pemahaman yang keliru.

Pandangan Islam Terhadap Mitos dan Firasat (Thiyarah)

Secara mendasar, Islam tidak mengenal istilah ramalan nasib melalui kedutan anggota tubuh. Dalam terminologi agama, menggantungkan nasib baik atau buruk pada benda, fenomena alam, atau gerakan tubuh tertentu disebut dengan Thiyarah atau Tathayyur. Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya untuk mempercayai hal-hal yang tidak memiliki landasan ilmiah maupun dalil syar'i.

Jika seseorang meyakini bahwa kedutan mata kanan atas adalah pasti pertanda akan mendapatkan uang, maka ia telah mendahului ketetapan Allah SWT. Segala sesuatu yang terjadi di masa depan adalah perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah.

Dalil Al-Qur'an Tentang Perkara Ghaib

Al-Qur'an menegaskan bahwa tidak ada satu pun makhluk yang mengetahui perkara ghaib kecuali atas izin Allah. Meyakini kedutan sebagai penentu nasib bisa menjerumuskan seseorang pada perbuatan syirik kecil (menyekutukan Allah dalam hal sebab-akibat). Hal ini tercantum dalam Surat Al-An'am ayat 59:

۞ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Al-An'am: 59).

Ayat tersebut menjadi pengingat kuat bahwa urusan rezeki, pertemuan, atau musibah bukanlah ditentukan oleh kedutan mata, melainkan tercatat di Lauh Mahfuzh.

Perbedaan Primbon Jawa dan Pandangan Islam

Seringkali terjadi kebingungan di masyarakat yang mencampuradukkan budaya Primbon Jawa dengan Islam. Dalam Primbon, kedutan mata kanan atas sering diartikan sebagai:

  • Akan mendapatkan keuntungan atau rezeki nomplok.
  • Akan bertemu dengan saudara atau teman lama.
  • Akan sembuh dari penyakit (jika sedang sakit).

Sementara dalam Islam, sikap yang harus diambil ketika mengalami kedutan adalah Husnuzan (berprasangka baik) kepada Allah, namun tidak meyakini bahwa gerakan otot tersebut adalah penyebab datangnya kejadian tersebut. Jika setelah kedutan Anda mendapatkan rezeki, itu adalah kebetulan (takdir yang bertepatan), bukan sebab-akibat.

Penjelasan Medis: Mengapa Mata Berkedut?

Untuk melengkapi pemahaman agar lebih objektif, kita perlu melihat dari kacamata medis. Dalam dunia kesehatan, kedutan pada kelopak mata disebut dengan Myokymia. Ini adalah kondisi di mana otot kelopak mata mengalami kejang berulang yang tidak terkendali. Berikut adalah penyebab utamanya secara ilmiah:

  1. Kelelahan Mata: Terlalu lama menatap layar komputer atau gawai (gadget) dapat memicu ketegangan otot mata.
  2. Stres dan Kecemasan: Tubuh merespons stres dengan berbagai cara, salah satunya adalah kontraksi otot wajah yang tidak sadar.
  3. Kurang Tidur: Kualitas istirahat yang buruk sangat berpengaruh pada sistem saraf di sekitar mata.
  4. Konsumsi Kafein Berlebih: Kopi, teh, atau minuman berenergi dapat meningkatkan detak jantung dan memicu kedutan otot.
  5. Kekurangan Nutrisi: Terutama kekurangan magnesium dan potasium yang berfungsi menjaga fungsi otot dan saraf.

Jadi, jika mata kanan atas Anda berkedut terus-menerus, tubuh Anda mungkin sedang memberikan sinyal untuk beristirahat, bukan sinyal akan datangnya uang.

Sikap Muslim Ketika Mengalami Firasat atau Kecemasan

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berlindung kepada Allah dari segala keburukan dan tidak terjebak pada ramalan. Jika kedutan tersebut membuat Anda cemas akan terjadinya hal buruk, atau justru membuat Anda terlalu berharap pada angan-angan, segeralah beristighfar.

Anda juga dianjurkan membaca doa perlindungan agar hati menjadi tenang dan terhindar dari syirik. Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taghabun ayat 11:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهِ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. At-Taghabun: 11).

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa kedutan mata kanan atas menurut Islam tidak memiliki arti spesifik yang berkaitan dengan ramalan nasib baik maupun buruk. Keyakinan tersebut lebih condong pada mitos atau adat kebiasaan setempat. Sebagai Muslim yang cerdas, sebaiknya kita menyikapi fenomena ini dengan pendekatan medis—seperti beristirahat yang cukup—dan pendekatan spiritual berupa tawakkal kepada Allah SWT, tanpa mengaitkannya dengan pertanda ghaib yang tidak berdasar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya