Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam rukun iman yang keenam, umat Islam wajib meyakini adanya Qada dan Qadar atau takdir. Memahami konsep takdir sangat penting agar seorang muslim memiliki pandangan hidup yang seimbang antara usaha dan kepasrahan. Salah satu jenis takdir yang sering menjadi pembahasan adalah takdir mubram. Secara mendasar, takdir mubram adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT yang sudah pasti terjadi dan tidak dapat diubah oleh siapapun, termasuk dengan usaha (ikhtiar) maupun doa manusia.
Berbeda dengan takdir muallaq yang masih menggantung pada ikhtiar hamba-Nya, takdir mubram merupakan wilayah otoritas penuh Tuhan yang bersifat absolut. Pemahaman yang benar mengenai konsep ini akan mengantarkan seseorang pada ketenangan jiwa, karena menyadari bahwa ada hal-hal dalam hidup yang memang berada di luar kendali manusia.
Secara etimologi, kata mubram berasal dari Bahasa Arab yang berarti sesuatu yang sudah dipastikan, tidak dapat dielakkan, atau sesuatu yang sudah diputuskan secara final. Dalam terminologi akidah Islam, takdir mubram merujuk pada ketentuan Allah pada zaman azali (zaman sebelum segala sesuatu diciptakan) yang pasti berlaku pada makhluk-Nya tanpa ada campur tangan makhluk tersebut.
Ciri utama dari takdir ini adalah sifatnya yang mutlak. Manusia hanya bisa menerima dan menjalaninya dengan penuh keimanan. Tidak ada ruang bagi manusia untuk menawar atau membatalkan apa yang sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz terkait jenis takdir ini.
Untuk memahami takdir mubram secara komprehensif, kita perlu membandingkannya dengan takdir muallaq. Berikut adalah perbedaan mendasar antara keduanya:
Keyakinan terhadap takdir mubram didasarkan pada dalil-dalil yang kuat di dalam Al-Qur'an. Salah satu contoh paling nyata dari takdir mubram adalah kematian atau ajal. Tidak ada satu pun manusia yang bisa memajukan atau memundurkan waktu kematiannya walau sesaat.
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A'raf ayat 34:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
Artinya: "Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."
Selain itu, ketetapan mutlak Allah juga ditegaskan dalam Surat Al-Hadid ayat 22, yang menjelaskan bahwa segala bencana dan kejadian di bumi sudah tertulis di Lauhul Mahfudz:
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ
Artinya: "Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauhulmahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah."
Agar lebih mudah dipahami, berikut adalah beberapa contoh konkret dari takdir mubram yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari:
Seorang manusia tidak bisa memilih dari rahim siapa ia dilahirkan, siapa nama orang tuanya, atau di mana ia akan dilahirkan. Seseorang juga tidak bisa memilih suku bangsa atau ras apa yang akan ia sandang. Ini adalah ketetapan mutlak Allah SWT.
Secara kodrati, jenis kelamin laki-laki atau perempuan yang dibawa sejak lahir adalah takdir mubram. Meskipun teknologi medis modern memungkinkan operasi ganti kelamin, hal tersebut hanya mengubah fisik luarnya saja, namun tidak mengubah fitrah biologis dan ketetapan genetik (kromosom) yang telah Allah tetapkan sejak dalam kandungan.
Waktu, tempat, dan cara seseorang meninggal dunia adalah rahasia Ilahi yang masuk dalam kategori mubram. Manusia bisa berupaya menjaga kesehatan untuk memperpanjang harapan hidup, namun ketika ketetapan ajal tiba, tidak ada teknologi atau usaha apa pun yang mampu mencegahnya.
Datangnya hari kiamat adalah kepastian yang tidak bisa ditawar. Kapan waktunya terjadi adalah hak prerogatif Allah SWT semata, dan kejadian ini pasti akan menimpa seluruh alam semesta tanpa terkecuali.
Mempercayai bahwa takdir mubram adalah ketetapan mutlak Allah memberikan dampak psikologis dan spiritual yang positif bagi seorang muslim. Berikut adalah beberapa hikmahnya:
Dengan memahami konsep ini, diharapkan umat Islam dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana, menyeimbangkan ikhtiar maksimal untuk takdir muallaq, dan menyerahkan diri sepenuhnya (tawakal) untuk takdir mubram.
Jelajahi Takdir Mubram: Ketentuan Ilahi yang pasti. Temukan hikmah di balik ketetapan Allah, rahasia kehidupan, dan jalan spiritual.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved