Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Keutamaan dan Bacaan Lengkap Surat Yasin Arab (Teks Asli & Terjemahan)

Media Indonesia
07/12/2025 11:45
Keutamaan dan Bacaan Lengkap Surat Yasin Arab (Teks Asli & Terjemahan)
Ilustrasi(Freepik.com)

Kenapa **Surat Yasin Arab** Begitu Penting? Memahami Jantung Al-Qur'an

Surat Yasin adalah salah satu surat yang paling sering dibaca oleh umat Islam di seluruh dunia. Dikenal juga sebagai jantungnya Al-Qur'an, surat ini memiliki keutamaan luar biasa. Tahukah Anda mengapa **Surat Yasin Arab** memiliki kedudukan istimewa?

Keutamaan Membaca **Surat Yasin**

Membaca **Surat Yasin** bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi mengandung banyak kebaikan. Beberapa keutamaan yang sering disebutkan:

  • Dikenal sebagai "Jantung Al-Qur'an".
  • Membacanya akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu (bagi yang membacanya di malam hari).
  • Dapat memudahkan urusan dan memberikan ketenangan hati.

Hadits mengenai keutamaan Surat Yasin yang berbunyi:

إِنَّ لِكُلِّ شَىْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس

"Inna likulli syai-in qalban, wa qalbul Qur'an Yasin."

Artinya: "Segala sesuatu ada jantungnya, dan jantung Al-Qur'an adalah Yasin."

(HR. Tirmidzi, Ad-Darimi)


Teks Lengkap 83 Ayat **Surat Yasin Arab**, Latin, dan Terjemahan

Di bawah ini adalah bacaan lengkap **Surat Yasin Arab** dari ayat 1 sampai 83. Bacalah dengan khusyuk untuk mendapatkan keberkahan.

Awal Pembacaan **Surat Yasin**

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

١. يسٓ

1. Yaa Siiin

1. Yaa siin.

٢. وَالْقُرْءَانِ الْحَكِيمِ

2. Wal Qur'anil Hakiim

2. Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,

٣. إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

3. Innaka laminal mursaliin

3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

٤. عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

4. 'Alaa shiraatim mustaqiiim

4. (yang berada) di atas jalan yang lurus,

٥. تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

5. Tanziilal 'Aziizir Rahiim

5. (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

٦. لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

6. Litundzira qawmam maaa undzira aabaaa'uhum fahum ghaafiluun

6. agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

٧. لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

7. Laqad haqqal qawlu 'alaaa aksarihim fahum laa yu'minuun

7. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.

٨. إِنَّا جَعَلْنَا فِيٓ أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

8. Innaa ja'alnaa fii a'naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqaani fahum muqmahuun

8. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.

٩. وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

9. Wa ja'alnaa mim baini aidiihim saddanw wa min khalfihim saddan fa aghsyainaahum fahum laa yubshiruun

9. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

١٠. وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

10. Wa sawaaa'un 'alaihim 'a-andzartahum am lam tundzirhum laa yu'minuun

10. Sama saja bagi mereka, apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

١١. إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

11. Innamaa tundziru manittaba'adz Dzikra wa khasyiyar Rahmaana bilghaib, fabasysyirhu bimaghfiratinw wa ajrin kariim

11. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sekalipun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

١٢. إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِيٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ

12. Innaa Nahnu nuhyil mawtaa wa naktubu maa qaddamuu wa aatsaaruhum; wa kulla syai'in ahsainaahu fii Imaamim Mubiin

12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

١٣. وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَآءَهَا الْمُرْسَلُونَ

13. Wadhrib lahum masalan Ashhaabal Qaryah, idz jaaa'ahal mursaluun

13. Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

١٤. إِذْ أَرْسَلْنَآ إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوٓا إِنَّآ إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

14. Idz arsalnaaa ilaihimusnaini fakadz dzabuuhumaa fa'azzaznaa bisaalitsin faqaaluuu innaaa ilaikum mursaluun

14. (Yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang diutus kepadamu".

١٥. قَالُوا مَآ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَآ أَنزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

15. Qaaluu maaa antum illaa basyarum mitslunaa wa maaa anzalar Rahmaanu min syai'in in antum illaa takdzibuun

15. Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami, dan Tuhan Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

١٦. قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّآ إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

16. Qaaluu Rabbunaa ya'lamu innaaa ilaikum lamursaluun

16. Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".

١٧. وَمَا عَلَيْنَآ إِلَّا الْبَلَٰغُ الْمُبِينُ

17. Wa maa 'alainaaa illal balaaghul mubiin

17. "Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

١٨. قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

18. Qaaluuu innaa tathaiyarnaa bikum, la'il lam tantahuu lanarjumannakum wa layamassannakum minnaa 'adzaabun aliim

18. Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".

١٩. قَالُوا طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

19. Qaaluu thaaa'irukum ma'akum; a'in dzukkirtum; bal antum qawmum mushrifuun

19. Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas".

٢٠. وَجَآءَ مِنْ أَقْصَا الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

20. Wa jaaa'a min aqshal madiinati rajuluny yas'aa qaala yaa qawmittabi'ul mursaliin

20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".

٢١. اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

21. Ittabi'uu mal laa yas'alukum ajranw wa hum muhtaduun

21. "Ikutilah orang yang tidak meminta upah kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk".

٢٢. وَمَا لِيَ لَآ أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

22. Wa maa liya laaa a'budul ladzii fatharanii wa ilaihi turja'uun

22. "Mengapa aku tidak menyembah Tuhan yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya lah kamu (semua) akan dikembalikan?

٢٣. ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ

23. 'A-attakhidzu min duunihiii aalihatan iy yuridnir Rahmaanu bidhurril laa tughnii 'annii syafaa'atuhum syai'anw wa laa yunqizuun

23. Mengapa aku akan mengambil tuhan-tuhan selain Dia, jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikit pun bagi diriku dan mereka tidak dapat menyelamatkanku?

٢٤. إِنِّيٓ إِذًا لَّفِي ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

24. Inniii idzal lafii dhalaalim mubiin

24. Sesungguhnya aku kalau begitu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.

٢٥. إِنِّيٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

25. Inniii aamantu bi Rabbikum fasma'uun

25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan imanku)".

٢٦. قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

26. Qiiladkhulil Jannnah. Qaala yaa laita qawmii ya'lamuun

26. Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya kalau kaumku mengetahui,

٢٧. بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

27. Bimaa ghafara lii Rabbii wa ja'alanii minal mukramiin

27. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan".

٢٨. ۞ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

28. Wa maaa anzalnaa 'alaa qawmihii mim ba'dihii min junidim minas samaaa'i wa maa kunnaa munziliin

28. Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak (pula) Kami perlu menurunkannya.

٢٩. إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

29. In kaanat illaa shaihatanw waahidatan fa-idzaa hum khaamiduun

29. Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

٣٠. يَٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

30. Yaa hasratan 'alal 'ibaad; maa ya'tiihim mir Rasuulin illaa kaanuu bihii yastahzi'uun

30. Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasul pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

٣١. أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

31. Alam yaraw kam ahlaknaa qablahum minal quruuni annahum ilaihim laa yarji'uun

31. Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

٣٢. وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

32. Wa in kullul lammaa jamii'ul ladainaa muhdharuun

32. Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan kehadapan Kami.

٣٣. وَءَايَةٌ لَّهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

33. Wa aayatul lahumul ardhul maitah; ahayainaa haa wa akhrajnaa minhaa habban faminhu ya'kuluun

33. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

٣٤. وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّٰتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

34. Wa ja'alnaa fiihaa jannaatim min nakhiilinw wa a'naabinw wa fajjarnaa fiihaa minal 'uyuun

34. Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

٣٥. لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِۦ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

35. Liya'kuluu min tsamarihii wa maa 'amilat hu aidiiihim; afalaa yasykuruun

35. supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

٣٦. سُبْحَٰنَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

36. Subhaanal ladzii khalaqal azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya'lamuun

36. Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

٣٧. وَءَايَةٌ لَّهُمُ الَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

37. Wa aayatul lahumul lailu naslakhu minhun nahaara fa-idzaa hum muzhlimuun

37. Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka tiba-tiba mereka dalam kegelapan.

٣٨. وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

38. Wasy syamsu tajrii limustaqarril lahaa; dzaalika taqdiirul 'Aziizil 'Aliim

38. dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

٣٩. وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

39. Walqamara qaddarnaahu manaazila hattaa 'aada kal'urjuunil qadiim

39. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

٤٠. لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَآ أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا الَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

40. Lasy syamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qamara wa lal lailu saabiqun nahaar; wa kullun fii falakiy yasbahuun

40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

٤١. وَءَايَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

41. Wa aayatul lahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun

41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.

٤٢. وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِۦ مَا يَرْكَبُونَ

42. Wa khalaqnaa lahum mim mitslihii maa yarkabuun

42. Dan Kami ciptakan untuk mereka dari jenis kapal itu apa yang mereka kendarai.

٤٣. وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ

43. Wa in nasya' nughriqhum falaa shariikha lahum wa laa hum yunqadzuun

43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

٤٤. إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ

44. Illaa rahmatam minnaa wa mataa'an ilaa hiin

44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hingga waktu (tertentu).

٤٥. وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

45. Wa idzaa qiila lahumuttaquu maa baina aidiikum wa maa khalfakum la'allakum turhamuun

45. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Jagalah dirimu dari siksa yang di hadapanmu dan siksa yang di belakangmu", niscaya kamu akan diberi rahmat.

٤٦. وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

46. Wa maa ta'tiihim min aayatim min aayaati Rabbihim illaa kaanuu 'anhaa mu'ridhiin

46. Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

٤٧. وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَآءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُۥٓ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

47. Wa idzaa qiila lahum anfiquu mimmaa razaqakumul laahu qaalal ladziina kafaruu lilladziina aamanuuu anuth'imu manlaw yasyaa'ul laahu ath'amahuuu in antum illaa fii dhalaalim mubiin

47. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata".

٤٨. وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

48. Wa yaquuluuna mataa haadzal wa'du in kuntum shaadiqiin

48. Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"

٤٩. مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

49. Maa yanzhuruuna illaa shaihatanw waahidatan ta'khudzuhum wa hum yakhishshimuun

49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

٥٠. فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَآ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

50. Falaa yasathii'uuna tawshiyatanw wa laaa ilaaa ahlihim yarji'uun

50. lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

٥١. وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

51. Wa nufikha fish shuuri fa-idzaa hum minal ajdaatsi ilaa Rabbihim yansiluun

51. Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

٥٢. قَالُوا يَٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

52. Qaaluu yaa wailanaa mam ba'atsanaa mim marqadinaa; haadzaa maa wa'adar Rahmaanu wa shadaqal mursaluun

52. Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya).

٥٣. إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

53. In kaanat illaa shaihatanw waahidatan fa-idzaa hum jamii'ul ladainaa muhdharuun

53. Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

٥٤. فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

54. Fal Yawma laa tuzhlamu nafsun syai'anw wa laa tujzawna illaa maa kuntum ta'maluun

54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

٥٥. إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَٰكِهُونَ

55. Inna Ashhaabal Jannnatil Yawma fii syughulin faakihuun

55. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

٥٦. هُمْ وَأَزْوَٰجُهُمْ فِي ظِلَٰلٍ عَلَى الْأَرَآئِكِ مُتَّكِئُونَ

56. Hum wa azwaajuhum fii zhilaalin 'alal araaa'iki muttaki'uun

56. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

٥٧. لَهُمْ فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

57. Lahum fiihaa faakihatunw wa lahum maa yadda'uun

57. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

٥٨. سَلَٰمٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

58. Salaamun qawlam mir Rabbir Rahiim

58. (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

٥٩. وَامْتَٰزُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

59. Wamtaazul Yawma ayyuhal mujrimuun

59. Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat".

٦٠. ۞ أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِيٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

60. Alam a'had ilaikum yaa Baniii Aadam allaa ta'budusy Syaitaan; innahuu lakum 'aduwwum mubiin

60. Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",

٦١. وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

61. Wa ani'buuduunii; haadzaa Shiraatum Mustaqiim

61. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

٦٢. وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ

62. Wa laqad adhalla minkum jibillan katsiiran; afalam takuunuu ta'qiluun

62. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?

٦٣. هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

63. Haadzihhi Jahannamul latii kuntum tuu'aduun

63. Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

٦٤. اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

64. Ishlawhal Yawma bimaa kuntum takfuruun

64. Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

٦٥. الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

65. Al Yawma nakhtimu 'alaaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun

65. Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

٦٦. وَلَوْ نَشَآءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰٓ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَٰطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

66. Wa law nasyaaa'u lathamasnaa 'alaaa a'yunihim fasatabequush shiraata fa-annaa yubshiruun

66. Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, maka betapa mungkin mereka dapat melihat (nya).

٦٧. وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَٰعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ

67. Wa law nasyaaa'u lamasakhnaahum 'alaa makaanatihim famas tathaa'uu mudhiyyanw wa laa yarji'uun

67. Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

٦٨. وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

68. Wa man nu'ammirhu nunakkishu fil khalq; afalaa ya'qiluun

68. Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya yang lemah). Maka apakah mereka tidak mengerti?

٦٩. وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُۥٓ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُّبِينٌ

69. Wa maa 'allamnaahusy syi'ra wa maa yanbaghii lah; in huwa illaa dzikrunw wa Qur'aanum mubiin

69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan tidaklah pula ia (bersyair). Sesungguhnya ajaran yang Kami ajarkan kepadanya itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab Al Qur'an yang memberi penerangan.

٧٠. لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ

70. Liyundzira man kaana haiyyanw wa yahiqqal qawlu 'alal kaafiriin

70. Supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.

٧١. أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَٰمًا فَهُمْ لَهَا مَٰلِكُونَ

71. Awalam yaraw annaa khalaqnaa lahum mimmaa 'amilat aidiinaaa an'aaman fahum lahaa maalikuun

71. Dan apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami telah menciptakan untuk mereka dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, binatang-binatang ternak, lalu mereka menguasainya?

٧٢. وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

72. Wa dzallalnaahaa lahum faminhaa rakuubuhum wa minhaa ya'kuluun

72. Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.

٧٣. وَلَهُمْ فِيهَا مَنَٰفِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

73. Wa lahum fiihaa manaafi'u wa masyaaribu afalaa yasykuruun

73. Dan pada binatang-binatang itu terdapat berbagai macam manfaat dan minuman untuk mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

٧٤. وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ ءَالِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ

74. Wattakhadzuu min duunil laahi aalihatal la'allahum yunsaruun

74. Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

٧٥. لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

75. Laa yasathii'uuna nashrahum wa hum lahum jundum muhdharuun

75. Sembahan-sembahan itu tiada dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiagakan untuk menjaga sembahan-sembahan itu.

٧٦. فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

76. Falaa yahzunka qawluhum; innaa na'lamu maa yusirruuna wa maa yu'linuun

76. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

٧٧. أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

77. Awalam yaral insaanu annaa khalaqnaahu min nuthfatin fa-idzaa huwa khashiimum mubiin

77. Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata!

٧٨. وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْيِ الْعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٌ

78. Wa dharaba lanaa masalanw wa nasiya khalqahuu qaala may yuhyil 'izhaama wa hiya ramiim

78. Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"

٧٩. قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِيٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

79. Qul yuhyiihal ladziii ansya'ahaaa awwala marrah; wa Huwa bikulli khalqin 'Aliim

79. Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.

٨٠. الَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَآ أَنتُم مِّنْهُ تُوقِدُونَ

80. Alladzii ja'ala lakum minasy syajaril akhdhari naaran fa-idzaaa antum minhu tuuqiduun

80. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu".

٨١. أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَٰوَٰتِ وَالْأَرْضَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّٰقُ الْعَلِيمُ

81. Awa laisal ladzii khalaqas samaawaati wal ardhqa biqaadirin 'alaaa ay yakhluqa mitslahum; balaa wa Huwal Khallaaqul 'Aliim

81. Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

٨٢. إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

82. Innamaaa amruhuuu idzaaa araada syai'an ai yaquula lahuu kun fayakuun

82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.

٨٣. فَسُبْحَٰنَ الَّذِي بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

83. Fa Subhaanal ladzii bi yadihii malakuutu kulli syai'inw wa ilaihi turja'uun

83. Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.


Tips Membaca dan Menghayati **Surat Yasin**

Setelah mengetahui bacaan lengkap **Surat Yasin Arab**, mari kita tingkatkan penghayatan kita. Membaca dengan memahami arti (terjemahan) akan membuat pesan-pesan penting dalam surat ini, seperti keesaan Allah dan Hari Kebangkitan, semakin meresap di hati kita.

Rekomendasi Kata Kunci Turunan (LSI Keywords)

Berikut adalah beberapa kata kunci turunan yang relevan dan dapat Anda gunakan untuk memperkuat konten Anda agar mudah ditemukan di mesin pencari:

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya