Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Surat Al Ma'un Ayat 1-7: Arab, Latin, dan Tafsir Pendusta Agama

Akmal Fauzi
05/12/2025 15:15
Surat Al Ma'un Ayat 1-7: Arab, Latin, dan Tafsir Pendusta Agama
ilustrasi(freepik)

SURAT Al Ma'un ayat 1-7 merupakan salah satu surat pendek dalam Al-Qur'an yang memiliki makna sosial yang sangat mendalam. Sebagai surat ke-107 yang tergolong dalam surat Makkiyah, Al-Ma'un memberikan peringatan keras terhadap mereka yang mengaku beragama namun mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam artikel ini, kita akan membahas bacaan lengkap, terjemahan, serta tafsir mendalam mengenai siapa saja golongan yang disebut sebagai pendusta agama.

Bacaan Surat Al Ma'un Ayat 1-7: Arab, Latin, dan Terjemahan

Membaca dan memahami Surat Al-Ma'un tidak hanya sekadar melafalkan ayatnya, tetapi juga merenungi pesan peringatan yang terkandung di dalamnya. Berikut adalah teks Arab, latin, dan terjemahannya.

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)

Tulisan Latin:

  1. Ara-aital ladzii yukadz-dzibu bid-diin.
  2. Fadzaalikal ladzii yadu''ul yatiim.
  3. Wa laa yahudhdhu 'alaa tho'aamil miskiin.
  4. Fa wailul lil mushalliin.
  5. Alladziina hum 'an shalaatihim saahuun.
  6. Alladziina hum yuraa-uun.
  7. Wa yamna'uunal maa'uun.

Terjemahan Bahasa Indonesia:

  1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
  2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
  3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
  4. Maka celakalah orang-orang yang salat,
  5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,
  6. yang berbuat riya,
  7. dan enggan (memberikan) bantuan.

Tafsir dan Kandungan Utama Surat Al-Ma'un

Surat ini secara spesifik menyoroti perilaku manusia yang tampak beribadah namun esensi keimanan sosialnya keropos. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa surat Al Ma'un ayat 1-7 membagi tanda-tanda pendusta agama ke dalam dua aspek besar: hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas) dan hubungan dengan Allah (Hablum Minallah).

1. Ciri Pendusta Agama dalam Aspek Sosial

Pada ayat 1 hingga 3, Allah SWT membuka dengan pertanyaan retoris, "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?". Jawabannya ternyata bukan orang yang tidak salat atau tidak puasa, melainkan mereka yang memiliki krisis empati sosial. Dua ciri utamanya adalah:

  • Menghardik Anak Yatim: Kata yadu''u dalam bahasa Arab memiliki makna mendorong dengan keras, menolak, atau memperlakukan dengan kasar. Ini mencakup tindakan mengambil hak anak yatim, menyakiti perasaannya, atau membiarkan mereka terlantar tanpa perlindungan.
  • Enggan Memberi Makan Orang Miskin: Ayat ini menggunakan kata laa yahudhdhu yang berarti tidak menganjurkan atau tidak mendorong. Ini adalah sindiran keras bagi mereka yang mampu tetapi kikir, bahkan enggan sekadar mengajak orang lain untuk bersedekah kepada fakir miskin.

2. Ancaman Bagi Orang yang Salat (Lalai dan Riya)

Pada ayat 4 hingga 7, fokus beralih kepada mereka yang melaksanakan ibadah ritual namun terancam celaka (Wail). Hal ini menjadi peringatan keras bagi umat Muslim agar tidak terjebak dalam formalitas ibadah semata.

Ayat kelima menyebutkan "orang-orang yang lalai terhadap salatnya". Menurut Ibnu Katsir, lalai di sini bisa berarti menunda-nunda waktu salat hingga habis waktunya, atau mengerjakan salat tanpa kekhusyukan dan tidak memahami makna bacaannya. Salat hanya dijadikan rutinitas fisik tanpa koneksi spiritual.

Selanjutnya, ayat keenam menyoroti sifat Riya, yaitu melakukan ibadah atau kebaikan hanya demi mendapatkan pujian manusia, bukan karena Allah SWT. Sifat ini menghapus pahala amal dan menjadikannya sia-sia.

3. Menahan Bantuan (Al-Ma'un)

Surat ini ditutup dengan ayat ketujuh yang menjadi nama surat itu sendiri, Al-Ma'un, yang berarti barang-barang yang berguna. Tafsir menjelaskan bahwa ini merujuk pada keengganan seseorang meminjamkan atau memberikan barang-barang sepele yang bermanfaat bagi orang lain, seperti peralatan rumah tangga, air, atau garam. Jika bantuan kecil saja ditahan, apalagi bantuan yang lebih besar.

Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Memahami surat Al Ma'un ayat 1-7 menuntut kita untuk menyeimbangkan kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Islam tidak hanya menilai seseorang dari berapa banyak rakaat salat yang dikerjakan, tetapi juga dari seberapa besar kepeduliannya terhadap anak yatim dan kaum duafa.

Sebagai umat Muslim, implementasi surat ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Menyantuni dan memuliakan anak yatim di lingkungan sekitar.
  • Aktif dalam kegiatan sosial atau bersedekah untuk fakir miskin.
  • Menjaga kualitas salat, baik dari segi ketepatan waktu maupun kekhusyukan.
  • Meluruskan niat dalam beribadah hanya karena Allah (Ikhlas), menjauhi sifat ingin dipuji.
  • Ringan tangan dalam meminjamkan atau memberikan bantuan barang kepada tetangga atau orang yang membutuhkan.

Dengan mengamalkan isi kandungan Surat Al-Ma'un, kita berharap terhindar dari golongan yang disebut Allah sebagai pendusta agama dan menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi sesama.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya