Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam khazanah spiritual Islam, menjaga hubungan persaudaraan atau ukhuwah merupakan hal yang sangat fundamental. Salah satu wasilah spiritual yang kerap diamalkan oleh umat Muslim untuk mempererat ikatan batin antar sesama mukmin adalah doa robithoh. Doa ini secara harfiah dapat dimaknai sebagai doa 'pengikat' atau 'penghubung'. Biasanya, doa ini terdapat dalam rangkaian dzikir pagi dan petang yang dikenal dengan sebutan Al-Ma'tsurat, yang disusun oleh Imam Hasan Al-Banna.
Doa robithoh memiliki kedudukan yang istimewa karena kandungannya yang mendalam mengenai penyatuan hati dalam ketaatan kepada Allah SWT. Doa ini bukan sekadar permohonan biasa, melainkan sebuah ikrar spiritual bahwa hati-hati orang beriman berkumpul bukan karena kepentingan duniawi, melainkan karena cinta kepada Sang Pencipta, bertemu dalam ketaatan, dan bersatu dalam memperjuangkan syariat-Nya.
Bagi Anda yang ingin mengamalkan doa ini untuk memperkuat soliditas persaudaraan dan memohon keberkahan dalam dakwah, berikut adalah bacaan doa robithoh lengkap dalam tulisan Arab, Latin, serta terjemahannya.
اَللّٰهُمَّ إِنَّ هٰذِهِ الْقُلُوْبَ قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَى مَحَبَّتِكَ، وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ، وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ، وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ
فَوَثِّقِ اللّٰهُمَّ رَابِطَتَهَا، وَأَدِمْ وُدَّهَا، وَاهْدِهَا سُبُلَهَا، وَامْلَأْهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لَا يَخْبُوْا
وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ، وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ، وَأَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ، وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِيْ سَبِيْلِكَ، إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Tulisan Latin:
Allahumma inna hadzihil quluba qadijtama'at 'ala mahabbatika, wal taqat 'ala tha'atika, wa tawahhadat 'ala da'watika, wa ta 'ahadat 'ala nushrati syari'atika. Fa watstsiqillahumma rabithataha, wa adim wuddaha, wahdiha subulaha, wamla'ha binurikal ladzi la yakhbu. Wasyrah shuduraha bifaidhil imani bika, wa jamilit tawakkuli 'alaika, wa ahyiha bi ma'rifatika, wa amitha 'alas syahadati fi sabilika. Innaka ni'mal maula wa ni'man nashir.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya hati-hati ini telah berkumpul karena cinta kepada-Mu, bertemu karena taat kepada-Mu, bersatu karena dakwah-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu. Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalan-jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup. Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya tawakal kepada-Mu. Hidupkanlah dengan ma'rifat (mengenal)-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong."
Esensi dari doa robithoh adalah memohon kepada Allah SWT agar Dia yang menyatukan hati hamba-hamba-Nya. Dalam Islam, diyakini bahwa persatuan hati yang sejati tidak bisa dibeli dengan harta benda, melainkan merupakan anugerah langsung dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an.
Allah SWT berfirman mengenai kuasa-Nya dalam mempersatukan hati orang-orang beriman dalam Surat Al-Anfal ayat 63:
وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْ اَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
"Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (QS. Al-Anfal: 63)
Ayat di atas menjadi landasan teologis mengapa doa robithoh sangat penting. Upaya manusiawi untuk bersatu harus disempurnakan dengan doa kepada Allah, Sang Pemilik Hati.
Jika ditelaah lebih dalam, doa ini memiliki struktur permohonan yang sangat komprehensif bagi seorang Muslim yang hidup bermasyarakat:
Meskipun doa ini dapat dibaca kapan saja, para ulama dan asatidz sering menganjurkan pembacaan doa robithoh pada waktu-waktu berikut:
Dengan mengamalkan doa robithoh, seorang Muslim diharapkan tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga memiliki kesalehan sosial dengan menjaga hubungan baik sesama saudara seiman. Kekuatan umat Islam tidak hanya terletak pada jumlah, melainkan pada tautan hati yang kokoh di bawah naungan ridha Allah SWT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved