Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ucapan Terima Kasih Bahasa Arab: Variasi, Arti, dan Jawabannya

Thalatie K Yani
04/12/2025 14:00
Ucapan Terima Kasih Bahasa Arab: Variasi, Arti, dan Jawabannya
Ilustrasi(freepik)

Memahami Ucapan Terima Kasih Bahasa Arab dan Penggunaannya

Dalam interaksi sehari-hari, menyampaikan rasa syukur atau apresiasi adalah bagian penting dari adab dan etika. Salah satu ungkapan yang paling sering dicari dan digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim, adalah ucapan terima kasih bahasa Arab. Penggunaan bahasa Arab dalam ungkapan terima kasih tidak hanya sekadar komunikasi lintas bahasa, tetapi sering kali mengandung doa dan harapan baik bagi penerimanya.

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai variasi ucapan terima kasih dalam bahasa Arab, mulai dari yang bersifat umum hingga yang bernuansa religius, lengkap dengan tata bahasa (dhamir) yang benar sesuai lawan bicara, serta cara menjawabnya.

1. Ungkapan Umum: Syukran (شُكْرًا)

Kata yang paling mendasar dan umum digunakan untuk mengucapkan terima kasih adalah Syukran. Kata ini bersifat netral dan bisa digunakan kepada siapa saja, baik laki-laki, perempuan, maupun kelompok, serta dalam situasi formal maupun informal.

شُكْرًا

Arti: "Terima kasih."

Untuk memberikan penekanan yang lebih kuat atau rasa terima kasih yang sangat besar, Anda dapat menambahkan kata Katsiran atau Jazilan:

  • Syukran Katsiran (شُكْرًا كَثِيْرًا): Terima kasih banyak.
  • Syukran Jazilan (شُكْرًا جَزِيْلًا): Terima kasih yang sebanyak-banyaknya.

2. Ungkapan Islami: Jazakallah Khairan

Selain Syukran, terdapat ungkapan yang lebih dianjurkan dalam Islam karena mengandung doa, yaitu Jazakallah Khairan. Ungkapan ini berarti "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan". Dalam penggunaannya, tata bahasa Arab menuntut perubahan kata ganti (dhamir) tergantung kepada siapa ucapan tersebut ditujukan.

a. Untuk Laki-laki Tunggal (Anta)

Jika Anda berbicara kepada satu orang laki-laki, ucapannya adalah:

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

Latin: Jazakallahu Khairan
Arti: Semoga Allah membalasmu (laki-laki) dengan kebaikan.

b. Untuk Perempuan Tunggal (Anti)

Jika lawan bicara adalah satu orang perempuan, maka ucapannya berubah menjadi:

جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا

Latin: Jazakillahu Khairan
Arti: Semoga Allah membalasmu (perempuan) dengan kebaikan.

c. Untuk Jamak/Banyak Orang (Antum)

Jika diucapkan kepada sekelompok orang atau orang banyak, gunakan bentuk jamak:

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا

Latin: Jazakumullahu Khairan
Arti: Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan.

3. Cara Menjawab Ucapan Terima Kasih (Balasan)

Mengetahui cara merespons ucapan terima kasih sama pentingnya dengan mengucapkannya. Berikut adalah panduan menjawabnya:

a. Menjawab "Syukran"

Jawaban standar untuk Syukran adalah Afwan (عَفْوًا).

عَفْوًا

Secara harfiah, Afwan bisa berarti "maaf" atau "pengampunan". Namun, dalam konteks percakapan sebagai balasan terima kasih, maknanya bergeser menjadi "sama-sama" atau "tidak perlu sungkan". Ini menunjukkan kerendahan hati pembicara.

b. Menjawab "Jazakallah Khairan"

Karena Jazakallah Khairan adalah sebuah doa, maka disunnahkan untuk menjawabnya dengan doa pula (Wa Iyyak). Berikut rinciannya:

  • Kepada Laki-laki: Wa Iyyaka (وَإِيَّاكَ) - Artinya: "Dan kepadamu juga."
  • Kepada Perempuan: Wa Iyyaki (وَإِيَّاكِ) - Artinya: "Dan kepadamu juga."
  • Kepada Jamak: Wa Iyyakum (وَإِيَّاكُمْ) - Artinya: "Dan kepada kalian juga."

Alternatif jawaban yang lebih lengkap adalah Wajazakallahu Khairan (Dan semoga Allah membalasmu juga dengan kebaikan).

Pentingnya Bersyukur dalam Islam

Mengucapkan terima kasih kepada sesama manusia adalah jembatan menuju rasa syukur kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, pada hakikatnya belum bersyukur kepada Allah.

Allah SWT juga menjanjikan tambahan nikmat bagi hamba-Nya yang pandai bersyukur. Hal ini termaktub secara jelas dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 7:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"

Ayat di atas menegaskan bahwa ungkapan syukur, baik dalam bentuk lisan (seperti mengucapkan Alhamdulillah atau berterima kasih kepada orang lain) maupun perbuatan, adalah kunci untuk membuka pintu rezeki dan keberkahan yang lebih luas.

Kesimpulan

Menggunakan terima kasih bahasa Arab yang tepat tidak hanya memperkaya kosakata kita, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah melalui saling mendoakan. Gunakanlah Syukran untuk situasi umum yang cepat, dan biasakanlah menggunakan Jazakallah Khairan (disesuaikan dengan gender lawan bicara) untuk memberikan apresiasi yang bernilai pahala.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya