Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA menghadirkan pangan bergizi yang mudah diakses masyarakat mendapat dorongan baru melalui peluncuran produk-produk inovatif. Pengembangan produk tersebut dilakukan dalam kerangka Program SINERGIZI, yaitu kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang, lembaga penelitian, Badan Gizi Nasional (BGN), pelaku usaha, dan masyarakat dari sepuluh desa.
Produk inovasi pangan itu merupakan hasil riset Swiss German University (SGU) yang diperkenalkan pada gelaran Apresiasi Kreasi Gemilang (AKG) 2025 di Mall Ciputra, Citra Raya.
Program SINERGIZI berfokus pada transformasi hasil riset laboratorium menjadi produk siap konsumsi yang dapat diproduksi di tingkat komunitas, sehingga manfaatnya tidak hanya berhenti pada aspek gizi, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal.
Produk pertama, Kemirich Gold, dikembangkan oleh peneliti SGU, Hery Sutanto, sebagai minyak kemiri tinggi omega yang dapat menjadi alternatif sumber asam lemak esensial bagi anak.
Produk kedua, Rhisoya, merupakan bumbu tabur berbahan dasar tempe semangit dengan kandungan protein mencapai 70%. Rhisoya dikembangkan peneliti SGU, Maria Dewi P.T Gunawan Puteri, dan ditujukan sebagai pilihan tambahan protein yang dapat digunakan dalam konsumsi harian anak.
Kedua inovasi pangan tersebut akan didistribusikan melalui dukungan perusahaan swasta dalam skema CSR. Mekanismenya, perusahaan mitra membeli produk kemudian menyalurkannya secara gratis kepada anak-anak di wilayah binaan Kabupaten Tangerang.
Selain ditujukan untuk membantu peningkatan status gizi, pendekatan ini juga memberi peluang ekonomi bagi keluarga berpenghasilan rendah yang terlibat dalam proses produksi. Produksi tempe dari desa binaan juga sedang diarahkan untuk memenuhi persyaratan SPPG agar dapat berpartisipasi dalam Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keterlibatan SGU dalam program ini sejalan dengan fokus kampus tersebut pada riset terapan dan pengembangan teknologi di berbagai bidang, termasuk pangan.
Rektor SGU, Samuel P. Kusumocahyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi hasil riset universitas. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan dan akses gizi bagi anak-anak di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Kami percaya bahwa inovasi harus dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Melalui kolaborasi dengan Kabupaten Tangerang, SGU menghadirkan hasil riset yang mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan masa depan lebih baik bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Peluncuran produk yang dipimpin oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menandai kelanjutan kerja sama antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi pangan berbasis riset. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan produk dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. (P-4)
SGU gelar World Tourism Day 2025 di Tangerang Selatan, menghadirkan pemerintah, industri, dan akademisi bahas transformasi digital menuju destinasi pariwisata pintar Indonesia.
Bidang AI, inoavi Rissa, sebuah sistem berbasis digital yang dirancang untuk menjalankan layanan masyarakat secara lebih efisien.
UI) melakukan riset dengan hasil perlu adanya cukai pada minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di Indonesia, Cukai tersebut penting karena dinilai bisa menurunkan obesitas sampai 2,5%
Dari 16 invensi yang divaluasi, AII berhasil mengantar 9 invensi meraih Letter of Intent (LoI) atau surat kesepakatan sementara; 4 lainnya berupa penandatanganan NDA dan dan 2 sisanya menuju NDA
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved