Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menag Tegaskan Kerukunan sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa pada Harmony Award 2025

Abdillah M Marzuqi
29/11/2025 09:26
Menag Tegaskan Kerukunan sebagai Fondasi Kemajuan Bangsa pada Harmony Award 2025
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyerahkan penghargaan pada penerima Harmony Award 2025(Dok.HO)

MENTERI Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kebhinnekaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa saat menghadiri Penganugerahan Harmony Award 2025 di Jakarta (28/11). Dalam acara yang dihadiri para pejabat kementerian, kepala daerah, dan tokoh agama tersebut, Menag menyerukan penguatan toleransi dan semangat persatuan sebagai kunci kesejahteraan nasional.

Menag menegaskan Indonesia dibangun di atas keberagaman. Ia menilai perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama merupakan kekuatan sosial yang menjadi identitas bangsa.

“Indonesia ada karena kemajemukannya, dan oleh karena kemajemukan itulah Indonesia ada,” ujar Menag.
“Menjaga kemajemukan berarti menjaga Indonesia.”

Menag menekankan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus hidup dalam tindakan nyata. Menurutnya, kemajemukan bukan hanya fakta budaya, melainkan nilai strategis yang menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk terus merawat ruang-ruang perjumpaan, memperluas dialog, dan menjaga hubungan antarumat beragama.

Menag menegaskan kerukunan bukan jargon seremonial, melainkan kebutuhan mendasar dalam membangun kehidupan bangsa yang adil dan sejahtera.

“Kerukunan adalah hasil dari kerja bersama yang harus dipelihara secara konsisten,” tegasnya.

Ia menyerukan pentingnya menghindari ekstremisme, intoleransi, dan fanatisme sempit yang dapat memicu disintegrasi. Menurutnya, praktik beragama yang inklusif adalah benteng terkuat dalam menjaga harmoni sosial.

Harmony Award 2025: Apresiasi bagi Penjaga Kerukunan

Harmony Award 2025 diberikan kepada pemerintah daerah dan FKUB yang dinilai berhasil menjaga harmoni dalam kehidupan keagamaan. Penghargaan ini, menurut Menag, bukan hanya bentuk apresiasi tetapi juga instrumen untuk memperkuat komitmen kerukunan secara nasional.

“Kami berharap para penerima penghargaan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” tutur Menag.
“Penghargaan ini adalah momentum penting untuk memperluas gerakan kerukunan.”

Menag menekankan bahwa program kerukunan harus terus dikembangkan, baik melalui inovasi kebijakan maupun kolaborasi lintas tokoh agama dan masyarakat. Ia menilai bahwa daerah-daerah yang terus menunjukkan komitmen pada toleransi akan menjadi pilar ketahanan sosial nasional.

Selain menyoroti kerukunan, Menag Nasaruddin Umar memberikan perhatian khusus pada nilai cinta kemanusiaan. Ia menilai bahwa nilai ini menjadi jembatan penghubung bagi seluruh anak bangsa, tanpa memandang latar belakang agama dan budaya.

“Cinta kemanusiaan mengajarkan kita untuk peka, empati, dan peduli terhadap sesama,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dengan menempatkan kemanusiaan sebagai nilai utama, masyarakat akan lebih mudah membangun solidaritas dan menghindari konflik. Nilai ini juga menjadi pondasi dalam memperkuat kebersamaan di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.

Menag berharap agar Harmony Award mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, FKUB, organisasi keagamaan, dan masyarakat sipil. Ia menilai sinergi semacam ini sangat dibutuhkan untuk membangun lingkungan sosial yang aman dan damai.

“Semakin rukun masyarakat kita, semakin nyata pembangunan yang kita harapkan akan tercapai,” ujar Menag.

Ia juga menekankan perlunya komitmen berkelanjutan dari para pemangku kepentingan untuk memastikan kerukunan tetap terjaga di tengah dinamika politik, ekonomi, dan sosial.

Menag Nasaruddin Umar menyampaikan selamat kepada seluruh penerima Harmony Award 2025. Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat persaudaraan kebangsaan.

Dengan semangat kebhinnekaan, inklusivitas, dan cinta kemanusiaan, Menag optimistis Indonesia dapat terus tumbuh menjadi negara yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik