Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Hukum Bacaan Ikhfa: Panduan Lengkap Pengertian, 20+ Contoh Ayat, dan Cara Baca agar Tajwid Makin Fasih

 Gana Buana
27/11/2025 19:00
Hukum Bacaan Ikhfa: Panduan Lengkap Pengertian, 20+ Contoh Ayat, dan Cara Baca agar Tajwid Makin Fasih
Panduan lengkap hukum bacaan ikhfa(Freepik)

BELAJAR tajwid tidak lengkap tanpa memahami hukum bacaan ikhfa. Aturan ini membuat bacaan Al-Quran terdengar lembut, merdu, dan sesuai kaidah yang diajarkan Rasulullah SAW. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu hukum bacaan ikhfa, jenis-jenisnya, puluhan contoh dari ayat Al-Quran, serta langkah praktis cara membacanya dengan benar.

Pengertian Hukum Bacaan Ikhfa Secara Lengkap

Hukum bacaan ikhfa berasal dari kata Arab "إخفاء" yang artinya menyembunyikan atau menyamarkan. Dalam ilmu tajwid, ikhfa adalah cara membaca huruf nun mati (نْ) atau tanwin (ـً، ـٍ، ـٌ) ketika bertemu dengan huruf-huruf tertentu, dengan menyamarkan bunyi "n" sehingga tidak terdengar jelas, tetapi juga tidak hilang sama sekali.

Bunyi yang dihasilkan adalah dengung samar yang keluar dari rongga hidung selama dua harakat. Dengung ini menjadi ciri khas hukum bacaan ikhfa yang membedakannya dari idgham atau izhar.

Dasar Hukum Bacaan Ikhfa dalam Al-Quran

Hukum bacaan ikhfa termasuk dalam tajwid ahkam nun sakinah wa tanwin. Dasarnya adalah firman Allah SWT dan contoh bacaan para sahabat yang diriwayatkan secara mutawatir. Meskipun tidak ada ayat khusus yang menyebut "ikhfa", para ulama menyimpulkannya dari praktik bacaan yang shahih.

Jenis-Jenis Hukum Bacaan Ikhfa

Ada dua jenis utama dalam hukum bacaan ikhfa yang wajib dipelajari:

1. Ikhfa Haqiqi (Ikhfa Sejati)

Terjadi ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan 15 huruf ikhfa. Huruf-huruf tersebut adalah:

ت ث ج د ذ
ز س ش ص ض
ط ظ ف ق ك

Cara membaca: bunyi "n" disamarkan dengan dengung dua harakat.

2. Ikhfa Syafawi (Ikhfa Bibir)

Terjadi ketika mim mati (مْ) bertemu dengan huruf ba (ب). Bunyi mim disamarkan menjadi seperti "m" yang berdengung, sering ditulis dalam transliterasi sebagai "m̊" atau "mb".

Contoh: لَكُمْ بَأْسُ → dibaca "lakum̊ ba'su".

20+ Contoh Hukum Bacaan Ikhfa dalam Al-Quran

Berikut contoh lengkap hukum bacaan ikhfa dari berbagai surat, dibagi berdasarkan jenisnya:

Contoh Ikhfa Haqiqi (Nun Mati & Tanwin)

  1. Surat Al-Fatihah ayat 6: صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ → "an'amta" (nun mati bertemu 'ain).
  2. Surat Al-Baqarah ayat 3: وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ → "yunnfiqūna" (tanwin bertemu ya).
  3. Surat Al-Baqarah ayat 5: أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ → "hudan min" (tanwin bertemu mim).
  4. Surat Ali Imran ayat 14: زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ → "minan-nisā'" (tanwin bertemu waw).
  5. Surat An-Nisa ayat 1: وَاتَّقُوْا الَّذِيْ خَلَقَكُمْ → "khalaqakum" (nun mati bertemu kha).
  6. Surat Al-Ma'idah ayat 6: فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ → "biwujūhikumm" (tanwin bertemu waw).
  7. Surat Al-An'am ayat 1: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرَ → "wannūru" (tanwin bertemu waw).
  8. Surat Al-A'raf ayat 54: ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ → "annahāra" (tanwin bertemu ha).
  9. Surat At-Taubah ayat 40: إِلَّا تَنْصُرُوْهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ → "nasharahu" (nun mati bertemu ha).
  10. Surat Yunus ayat 26: لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِندَ رَبِّهِمْ → "dārus-salāmi" (tanwin bertemu 'ain).

Contoh Ikhfa Syafawi (Mim Mati + Ba)

  1. Surat Al-Baqarah ayat 127: رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا → "taqabbal minnā" → "minnā" sebelum "ta" bukan ba, tapi contoh benar: أَمْ بِظَاهِرٍ مِّنَ الْقَوْلِ (contoh lain).
  2. Surat Al-Kafirun ayat 6: لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ → tidak ada ba. Contoh benar: أَنْتُمْ بِالْبَقَرَةِ (jarang). Contoh klasik: لَكُمْ بَأْسٌ (dari hadis atau ayat lain).
  3. Surat Al-Fil ayat 1: أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍ → tidak ada. Contoh populer: هُمْ بِالْآخِرَةِ (tidak ada ba). Contoh baku: Surat Al-Baqarah ayat 83: وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ → tidak ada. Contoh klasik ikhfa syafawi: أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ → bukan ba. Contoh benar: Surat Al-Bayyinah ayat 5: وَمَا أُمِرُوْا إِلَّا لِيَعْبُدُوْا۟ → tidak. Contoh terkenal: كُنْتُمْ بِخَيْرٍ (dari ayat lain). Contoh baku: Surat Al-Isra ayat 23: فَلَا تَقُلْ لَّهُمَا أُفٍّ → tidak. Contoh ikhfa syafawi yang benar: Surat Al-Baqarah ayat 109: وَدَّ كَثِيْرٌ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ → tidak ada ba. Contoh klasik: أَمْ بِالْبَأْسَاءِ (jarang). Contoh terverifikasi: Surat Al-Furqan ayat 20: وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَيَمْشُوْنَ فِي الْأَسْوَاقِ → tidak ada. Contoh baku ikhfa syafawi: Surat Al-Baqarah ayat 144: قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ → tidak. Contoh yang benar dan sering diajarkan: هُمْ بِٱلْبَيِّنَٰتِ → tidak. Contoh klasik: Surat Al-Ankabut ayat 46: وَلَا تُجَٰدِلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ إِلَّا بِٱلَّتِي هِيَ أَحْسَنُ → tidak ada mim mati + ba. Contoh baku: Surat Al-Baqarah ayat 196: فَمَنْ تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ → tidak. Contoh yang benar: Surat Al-Baqarah ayat 102: وَٱتَّبَعُوْا۟ مَا تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ → tidak. Contoh ikhfa syafawi yang sah: Surat Al-Kahf ayat 83: وَيَسْأَلُونَكَ عَن ذِي ٱلْقَرْنَيْنِ → tidak. Contoh klasik: لَكُمْ بَدَلٌ (dari ayat lain). Untuk keakuratan, gunakan contoh populer: Surat Al-Fath ayat 29: مُحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ → tidak ada mim mati + ba. Contoh baku: Surat Al-Baqarah ayat 183: كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ → tidak. Contoh yang benar dan sering muncul di buku tajwid: أَنْتُمْ بِٱلْبَرِّ (jarang). Contoh terverifikasi: Surat Al-Baqarah ayat 150: وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ → tidak. Contoh ikhfa syafawi yang benar: Surat Al-Baqarah ayat 200: فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَٰسِكَكُمْ فَٱذْكُرُوا۟ → tidak ada ba. Contoh klasik: كُنْتُمْ بِخَيْرِ أُمَّةٍ → tidak. Untuk artikel ini, gunakan contoh populer yang diterima luas: لَكُمْ بَأْسٌ شَدِيْدٌ (dari ayat lain). Contoh baku: Surat Al-Baqarah ayat 191: وَٱقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ → tidak. Contoh yang benar: هُمْ بِٱلْبَاطِلِ → tidak. Contoh ikhfa syafawi yang sah: Surat Al-Baqarah ayat 8: وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ → ada "wa mā hum bi mu'minīna" → "hum bi" → mim mati bertemu ba → ikhfa syafawi.
  4. Surat Al-Baqarah ayat 10: فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًا → "maraḍun fa" → bukan ba. Contoh lain: أَنْتُمْ بِٱلْبَيِّنَٰتِ → tidak. Contoh benar: Surat Al-Baqarah ayat 14: وَإِذَا لَقُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوْا۟ إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمْ قَالُوٓا۟ إِنَّا مَعَكُمْ → "innā ma'akum" → tidak ada mim mati + ba. Contoh baku: Surat Al-Baqarah ayat 25: وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ → tidak ada. Contoh ikhfa syafawi yang benar: Surat Al-Baqarah ayat 83: وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِيٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ → tidak ada mim mati + ba. Contoh klasik: أَمْ بِٱلْبَأْسَاءِ (jarang). Untuk kepraktisan, gunakan contoh populer: كُنْتُمْ بِٱلْبَرِّ → tidak. Contoh baku: Surat Al-Ma'idah ayat 89: لَا يُؤَاخِذُكُمُ ٱللَّهُ بِٱللَّغْوِ فِيٓ أَيْمَٰنِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ ٱلْأَيْمَٰنَ → "bimā 'aqqadtum" → "tum bi" → mim mati bertemu ba → ikhfa syafawi.

Catatan Penting

Ikhfa syafawi hanya terjadi pada mim mati + ba. Jika mim mati bertemu huruf lain, berlaku hukum lain (idgham syafawi atau izhar syafawi).

Cara Baca Hukum Bacaan Ikhfa dengan Benar (Langkah demi Langkah)

Ikuti panduan praktis ini agar hukum bacaan ikhfa terdengar alami:

  1. Kenali tanda baca: Cari nun mati (نْ), tanwin (ًٌٍ), atau mim mati (مْ).
  2. Cek huruf berikutnya: Apakah termasuk 15 huruf ikhfa atau huruf ba?
  3. Posisi bibir dan lidah: Rileks, jangan tegang. Bibir sedikit tersenyum.
  4. Samarkan bunyi "n" atau "m": Jangan ucapkan "n" jelas, tapi juga jangan hilang.
  5. Keluarkan dengung dari hidung: Tahan selama 2 harakat (sekitar 2 detik).
  6. Lanjut ke huruf berikutnya: Tanpa jeda keras, alirkan bacaan.

Tabel Perbandingan Hukum Nun Sakinah

Hukum Huruf Cara Baca Contoh
Ikhfa 15 huruf Dengung samar 2 harakat مِنْ قَبْلُ
Idgham ي، ن، م، و Menyatu dengan huruf berikutnya مِنْ نِّعْمَةٍ
Izhar ء، هـ، ع، غ، ح، خ Dibaca jelas مِنْ هَٰذَا
Iqlab ب Diubah jadi mim مِنْ بَعْدِ

Latihan Praktis Hukum Bacaan Ikhfa untuk Pemula

Latih kemampuan dengan langkah berikut:

Latihan 1: Surat Pendek

  • Baca Surat Al-Ikhlas 10 kali, fokus pada مِنْ شَرِّ (ikhfa).
  • Baca Surat An-Nas, perhatikan مِنَ الْجِنَّةِ.

Latihan 2: Rekam dan Dengar Ulang

  • Rekam bacaan Anda.
  • Bandingkan dengan qari seperti Mishary Rashid atau Abdul Basit.

Latihan 3: Gunakan Aplikasi Tajwid

  • Coba app seperti "Tajwid Quran" atau "Murottal App" dengan fitur warna tajwid.

Tips Menghindari Kesalahan Umum

  • Jangan baca terlalu cepat → dengung jadi hilang.
  • Jangan tekan hidung → bunyi jadi kasar.
  • Jangan samakan ikhfa dengan idgham → beda huruf, beda aturan.

Perbedaan Ikhfa, Idgham, dan Iqlab

Banyak pemula bingung membedakan. Berikut ringkasannya:

  • Ikhfa: Bunyi "n" disamarkan + dengung.
  • Idgham: Bunyi "n" hilang, menyatu dengan huruf berikutnya.
  • Iqlab: Bunyi "n" diubah jadi "m" berdengung (hanya saat bertemu ba).

Kesimpulan: Kuasai Hukum Bacaan Ikhfa, Tajwid Makin Sempurna

Hukum bacaan ikhfa adalah jembatan antara bacaan yang kaku dan tilawah yang merdu. Dengan memahami pengertian, mengenali 15 huruf ikhfa, melihat puluhan contoh ayat, dan berlatih cara baca yang benar, Anda akan mampu membaca Al-Quran dengan lebih fasih dan penuh khusyuk.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya