Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Penelitian ISPOR: Intervensi Nutrisi PKMK Efektif Cegah Stunting dan Hemat Biaya Kesehatan

Thalatie K Yani
26/11/2025 11:17
Penelitian ISPOR: Intervensi Nutrisi PKMK Efektif Cegah Stunting dan Hemat Biaya Kesehatan
Ilustrasi(freepik)

MASALAH gizi pada anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2024 mencatat lebih dari 4,2 juta anak mengalami masalah gizi. Dari jumlah tersebut, 1 juta anak memiliki berat badan kurang, 500 ribu mengalami wasting berat, dan hampir 1 juta masuk kategori stunting. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti ISPA, pneumonia, dan diare yang sering berujung pada perawatan rumah sakit.

Masalah gizi tidak dapat dilihat semata sebagai kurangnya asupan makanan. Persoalan ini bersifat multidimensi dan berdampak pada kesehatan, pendidikan, dan produktivitas jangka panjang. Karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya efektif secara klinis, tetapi juga memberikan efisiensi pada sistem kesehatan.

Peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin sekaligus Direksi RS UNHAS, Dr. Irwandy melakukan penelitian health economics yang dipresentasikan pada International Society for Pharmacoeconomics and Outcomes Research (ISPOR) 2025 di Glasgow, Skotlandia. Penelitian tersebut menilai efektivitas pemberian formula Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) sebagai intervensi nutrisi dini bagi anak dengan risiko gagal tumbuh.

Hasil studi menunjukkan pemberian PKMK dapat membantu mencegah stunting sejak dini dan menghemat biaya kesehatan hingga empat kali lipat. Penghematan tersebut berasal dari potensi penurunan biaya rawat inap, perawatan infeksi, penggunaan obat-obatan, serta hilangnya produktivitas orang tua yang harus mendampingi anak selama dirawat.

Intervensi yang dilakukan selama dua bulan menggunakan PKMK berkandungan 1 kkal/mL, dengan protein 2.6g/100mL, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral, terbukti dapat menekan pengeluaran yang biasanya dibutuhkan untuk menangani infeksi dan komplikasi akibat gizi buruk.

“Analisis ini menunjukkan pendekatan intervensi nutrisi yang tepat tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga berdampak langsung pada efisiensi anggaran kesehatan nasional. Dengan memberikan formula khusus seperti PKMK kepada anak dengan weight faltering atau gagal tumbuh, kita dapat mencegah stunting dan mengurangi beban biaya rumah sakit secara signifikan,” papar Dr. Irwandy.

Dr. Irwandy.

Temuan tersebut didukung studi lain yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Q1 oleh seorang Dokter Anak Konsulen Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Studi dengan 170 anak usia 6-12 bulan di Makassar menunjukkan intervensi PKMK mampu menurunkan weight faltering hingga 99% dan meningkatkan berat serta tinggi badan dalam dua bulan. Studi ini juga memperkirakan potensi penghematan biaya rawat inap hingga empat kali lipat.

Komitmen untuk menghadirkan solusi berbasis bukti ilmiah juga ditegaskan oleh Nutricia Sarihusada. “Kami percaya bahwa investasi pada nutrisi yang tepat sejak dini merupakan salah satu langkah paling strategis dalam membangun generasi yang sehat dan produktif di masa depan,” ujar Medical Science Director Nutricia Sarihusada, Ray Wagiu Basrowi. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik