Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i menegaskan bahwa penyempurnaan tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama merupakan kebutuhan mendesak umat. Upaya ini dinilai penting untuk menjawab perkembangan sosial, ilmu pengetahuan, dan tantangan keagamaan masa kini.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan Al-Qur’an yang relevan dengan konteks kekinian tanpa mengabaikan nilai-nilai pokok ajaran Islam.
"Perkembangan zaman menuntut penjelasan yang lebih relevan agar masyarakat memahami pesan Al-Qur’an dalam konteks hari ini. Di sinilah urgensi penyempurnaan tafsir," kata Wamenag dalam keterangannya, Jumat (21/11).
Berdasarkan keterangan Tim Penyempurnaan Tafsir Al-Qur’an Kemenag yang diketuai oleh Darwis Hude, berdasarkan hasil ijtimak direkomendasikan serangkaian langkah untuk memperbarui tafsir Juz 1–3. Penyempurnaan dilakukan melalui pembaruan redaksi, penguatan substansi, dan penyesuaian metodologi.
Perbaikan tersebut meliputi penjelasan kosakata ayat, penguatan korelasi antar-ayat, peninjauan ulang isu Israiliyat, serta perluasan pembahasan terkait sains, ekologi, gender, dan hidayatul ayat.
Bahasa dalam tafsir akan diselaraskan dengan kaidah terbaru, sementara pendekatan integratif digunakan untuk menggabungkan metode klasik dan kontemporer agar tafsir lebih empatik, rasional, dan reflektif.
Penafsiran ayat-ayat tentang kemanusiaan dan hubungan antaragama juga ditekankan agar semakin mencerminkan nilai rahmat, keadilan, dan moderasi.
Tim juga merekomendasikan penyusunan glosarium, indeks istilah penting, tafsir berbahasa ringan bagi Generasi Z, serta format ramah difabel. Selain itu, tafsir diarahkan untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan Inggris guna memperluas manfaatnya secara global.
Wamenag pun menyambut baik rekomendasi tersebut. Ia menegaskan bahwa tafsir harus disusun agar mudah dipahami oleh umat.
"Tafsir harus dapat memberikan jawaban. Ketika masyarakat menghadapi persoalan baru, tafsir yang memadai akan menjadi penerang jalan," tegasnya.
Proses penyempurnaan tafsir ini melibatkan 54 pakar dari berbagai lembaga, sebagai bagian dari upaya menghadirkan rujukan Al-Qur’an yang otoritatif, komprehensif, dan sesuai kebutuhan umat Indonesia masa kini. (Fik/M-3)
WAKIL Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menyatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) sudah tidak lagi mengurus haji dan akan lebih fokus pada layanan keagamaan serta pendidikan agama.
Menag juga menekankan pentingnya kolaborasi antara rasio dan rasa dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an.
Salah satu penyakit usia tua yaitu pikun atau lupa ingatan. Bagaimana Islam memandang tentang pikun? Berikut uraiannya.
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang penuh dengan petunjuk hidup yang tidak hanya relevan pada masa turunnya, tetapi juga untuk seluruh umat manusia
Tafsir Al-Qur'an merupakan penjelasan dan interpretasi dari ayat-ayat Al-Qur'an yang bertujuan untuk memahami makna, konteks, dan hukum yang terkandung di dalamnya.
Tafsir Al-Qur'an merupakan penjelasan dan interpretasi dari ayat-ayat Al-Qur'an yang bertujuan untuk memahami makna, konteks, dan hukum yang terkandung di dalamnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved