Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Foto Media Sosial Ungkap Invasi Sunyi Tanaman Ice Plant di Pesisir Dunia

Thalatie K Yani
21/11/2025 07:29
Foto Media Sosial Ungkap Invasi Sunyi Tanaman Ice Plant di Pesisir Dunia
Ilustrasi(pxhere)

HAMPARAN bunga pink dan kuning cerah milik tanaman ice plant selama ini dikenal menghias pesisir dengan warna yang memikat. Namun, riset terbaru menunjukkan keindahan tersebut menyembunyikan invasi ekologis yang berlangsung secara perlahan.

Dalam studi yang menganalisis lebih dari 1.700 foto publik berpenanda lokasi, para peneliti menemukan tanaman sukulen asal Afrika Selatan ini mengubah jadwal berbunga ketika memasuki wilayah baru. Pergeseran waktu berbunga tersebut memberi peluang lebih besar bagi ice plant untuk menyebar dan mendominasi ekosistem baru.

Penelitian yang dipimpin Dr. Susan Canavan dari University of Galway ini memanfaatkan data dari Instagram, iNaturalist, dan Google Maps. Foto-foto kasual para wisatawan dan pecinta alam diubah menjadi catatan musiman yang mengungkap dinamika pertumbuhan tanaman invasif tersebut. “Kami menyadari ribuan orang tanpa sadar mendokumentasikan invasi ini di latar belakang swafoto pantai dan foto matahari terbenam dari tebing,” ujar Dr. Canavan.

“Ini memberi kami pengamat dari berbagai belahan dunia, mulai dari Big Sur di California hingga pesisir Selandia Baru dan pantai wisata Portugal.”

Metode ini sejalan dengan bidang iEcology yang semakin berkembang, yaitu pemanfaatan data digital daring untuk memantau organisme dan ekosistem secara luas.

Foto-foto yang dikumpulkan menunjukkan pola yang konsisten. Di California dan Eropa Atlantik, puncak berbunga terjadi pada Mei hingga Juni, sementara di Selandia Baru berlangsung pada Oktober. Meskipun penelitian genetika sebelumnya membagi tanaman ini ke dalam tiga kelompok populasi utama, analisis terbaru menemukan kondisi lokal lebih menentukan waktu berbunga ketimbang perbedaan garis keturunan.

Tim peneliti menjelaskan tanaman ini sulit dikendalikan karena dapat menyebar melalui biji maupun pecahan batang. Dengan mengetahui waktu berbunga di setiap wilayah, upaya pengendalian dapat dilakukan sebelum tanaman menghasilkan ribuan biji yang memperkuat invasi di masa mendatang.

Ice plant membentuk karpet tebal yang menekan vegetasi asli, mengubah struktur tanah, dan memengaruhi habitat bukit pasir. Di beberapa lokasi, dominasi ice plant bahkan menarik perhatian penyerbuk, sehingga mengurangi peluang penyerbukan tanaman lokal. Peningkatan lama waktu berbunga juga memperbesar cadangan bank benih, yang memudahkan tanaman ini muncul kembali setelah gangguan lingkungan.

Informasi tentang pola berbunga memungkinkan pengelola lingkungan menentukan waktu terbaik untuk melakukan pemotongan atau pengangkatan tanaman sebelum puncak produksi benih. Meskipun data media sosial kurang mewakili daerah terpencil, temuan ini tetap memberikan gambaran luas yang sulit dicapai hanya melalui survei lapangan.

Para peneliti menilai invasi ice plant menunjukkan bagaimana perubahan lingkungan dapat terjadi secara perlahan dan seringkali tanpa disadari. Foto-foto liburan yang menampilkan keindahan pesisir, pada saat bersamaan, menjadi catatan sunyi tentang pergeseran ekologis yang sedang berlangsung. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya