Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH kamu bertanya-tanya bagaimana sejarah perumusan Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia? Pancasila tidak lahir begitu saja. Ada proses panjang yang melibatkan para tokoh bangsa di masa pendudukan Jepang. Yuk, kita pelajari langkah demi langkah dengan bahasa yang mudah dipahami!
Pancasila adalah lima dasar negara Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Sanskerta: panca artinya lima, dan sila artinya prinsip. Sejarah perumusan Pancasila dimulai saat Indonesia masih berjuang meraih kemerdekaan. Pancasila menjadi panduan hidup berbangsa dan bernegara hingga sekarang.
Pada tahun 1945, Jepang yang menduduki Indonesia mulai kalah perang. Untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, Jepang membentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 1 Maret 1945. Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara.
Di sidang pertama, para anggota membahas dasar negara. Beberapa tokoh menyampaikan pendapatnya:
Tanggal 1 Juni ini sekarang kita peringati sebagai Hari Lahir Pancasila.
Setelah sidang pertama, dibentuk Panitia Kecil untuk merumuskan lebih lanjut. Hasilnya adalah Piagam Jakarta atau Jakarta Charter pada 22 Juni 1945. Dokumen ini berisi rumusan Pancasila dengan kalimat:
Panitia Sembilan dibentuk untuk menyempurnakan rumusan. Anggotanya: Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakir, H. Agus Salim, Ahmad Subardjo, Wahid Hasyim, dan Muhammad Yamin. Mereka menghasilkan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pancasila final.
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, muncul masukan dari berbagai daerah, terutama Indonesia timur. Kalimat “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa agar lebih inklusif. Perubahan ini disetujui pada 18 Agustus 1945 oleh PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
Sejarah perumusan Pancasila mengajarkan kita tentang musyawarah, toleransi, dan semangat persatuan. Dari sidang BPUPKI, Panitia Sembilan, hingga PPKI, para tokoh bangsa bekerja keras menyatukan berbagai pandangan. Pancasila tetap relevan sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved