Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN fermentasi seperti tempe, yoghurt, dan kimchi sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai belahan dunia. Selain karena cita rasanya yang khas, makanan fermentasi ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan tubuh.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Prof Antonius Suwanto, menjelaskan bahwa fermentasi bukan sekadar cara pengawetan makanan secara tradisional. Ia merupakan proses alami yang mampu meningkatkan kualitas gizi serta memperkuat sistem imun tubuh.
"Fermentasi adalah proses alami saat mikroorganisme mengubah karbohidrat menjadi alkohol, asam organik, dan gas," ujar Prof Antonius, dikutip Selasa (18/11).
Dalam konteks pangan, ia menambahkan, fermentasi tidak hanya membuat makanan lebih awet, tetapi juga mengubah rasa, aroma, dan tekstur sehingga menciptakan cita rasa unik yang disukai banyak orang.
MI/HO--Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Prof Antonius SuwantoMenurutnya, makanan fermentasi seperti tempe merupakan contoh nyata kekayaan hayati dan budaya Indonesia yang sarat manfaat.
"Tempe itu malah lebih ramai, bukan cuma bakteri. Di situ ada kapang dari Rhizopus yang membuat butiran kedelai bisa menyatu. Ada pula banyak ragam bakteri yang berperan sehingga tempe punya aroma, rasa, dan komposisi kimia yang berbeda dari kedelainya," jelasnya.
Lebih jauh, Prof Antonius menjelaskan bahwa manfaat utama makanan fermentasi berasal dari mikroorganisme yang dikandungnya. Saat dikonsumsi, mikroorganisme tersebut membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
"Mengonsumsi makanan fermentasi adalah cara mudah untuk memberikan paparan pada sistem imun terhadap antigen. Antigen dari mikroorganisme inilah yang membantu sistem imun mengenali ancaman dan membentuk antibodi," terangnya.
Ia menambahkan, "Sel darah putih itu sistem pertahanan utama kita, tetapi mereka perlu dipacu supaya bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan memberikan bakteri-bakteri yang tidak berbahaya melalui makanan fermentasi."
Terkait cara terbaik mengonsumsinya, ia menjelaskan, makanan fermentasi tetap baik dimakan mentah ataupun dimasak.
Dalam penelitiannya, Prof Antonius dan tim pernah membandingkan tempe mentah dan tempe kukus terhadap pembentukan antibodi.
"Hasilnya, tempe yang dikukus memang sedikit lebih rendah dalam pembentukan antibodi dibanding tempe mentah, tapi perbedaannya tidak terlalu signifikan. Keduanya masih jauh lebih baik dibanding kedelai yang belum difermentasi," paparnya.
Meski demikian, proses pengolahan perlu diperhatikan agar tidak merusak struktur mikroorganisme.
"Kalau dibuat keripik, mungkin bakterinya sudah berantakan, jadi kualitasnya lebih rendah dibanding tempe goreng atau tempe bacem," tambahnya.
Dengan segala manfaatnya, makanan fermentasi layak menjadi bagian penting dari pola makan modern yang sehat dan alami.
Selain melestarikan kearifan lokal, konsumsi makanan fermentasi juga menjadi langkah sederhana untuk menjaga imunitas tubuh.
"Yuk, jadikan makanan fermentasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup sehat kita," pungkas Prof Antonius. (Z-1)
Pelajari cara membuat kimchi yang mudah dan lezat di rumah dengan panduan langkah demi langkah. Nikmati kimchi sehat dan segar kapan saja
Pola pencegahan penyakit dimulai dari pencernaan yang mampu menyerap nutrisi dari dalam tubuh melalui pencernaan yang baik sehingga nutrisi yang dikonsumsi dapat dicerna.
Selain membantu pencernaan, kombucha kaya akan probiotik yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi hati.
Tempe, telah diajukan ke Sekretariat UNESCO sebagai Daftar Representative Warisan Budaya Takbenda untuk kemanusiaan, pada akhir maret lalu.
Dilandasi dengan terbitnya Peraturan Gubernur No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau Destilasi Khas Bali, 29 Januari ditetapkan sebagai Hari Arak Bali.
Studi menemukan konsumsi kimchi fermentasi berhubungan dengan penurunan gula darah, tekanan darah, dan trigliserida, serta potensi menurunkan risiko kanker.
Berdasarkan penelitian, makanan fermentasi seperti kimci bisa mengatasi gangguan kecemasan dan stres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved