Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Kongres Diabetes Dunia Federasi Diabetes Internasional (IDF) 2025 yang diselenggarakan baru-baru ini di Bangkok, Thailand, Presiden IDF, Profesor Peter Schwarz, mengumumkan pembentukan kelompok kerja untuk mengembangkan kriteria diagnostik formal dan pedoman terapi untuk jenis diabetes yang terkait dengan malnutrisi, yang secara resmi diklasifikasikan sebagai "diabetes tipe 5" dalam pertemuan para ahli internasional di India awal tahun ini.
Kelompok kerja ini juga akan membentuk registri penelitian global dan mengembangkan modul pendidikan untuk melatih para tenaga kesehatan.
Kelompok Kerja Diabetes Tipe 5 diketuai oleh Dr Meredith Hawkins, seorang ahli endokrinologi dan direktur pendiri Global Diabetes Institute di Albert Einstein College of Medicine di New York, dan diketuai bersama oleh Dr Nihal Thomas, seorang profesor endokrinologi di Christian Medical College (CMC) di Vellore, India.
Diabetes tipe 5 diperkirakan memengaruhi 20 hingga 25 juta orang di seluruh dunia, terutama di kawasan seperti Asia dan Afrika. Pengakuan ini menandai momen penting dalam pemahaman diabetes dan bagaimana kondisi ini memengaruhi remaja dan dewasa muda yang kurus dan kekurangan gizi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMIC).
Konsep diabetes tipe 5 mengacu pada diabetes defisiensi insulin berat (SIDD), yang ditandai dengan tingginya tingkat defisiensi insulin dan kontrol metabolik yang buruk.
Tidak seperti diabetes tipe 2, diabetes tipe 5, juga dikenal sebagai diabetes terkait malnutrisi, terutama disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada masa kanak-kanak atau remaja.
Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan autoimun pada sel-sel penghasil insulin. Diabetes tipe 2 ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin yang dihasilkannya.
Diabetes tipe 5 berbeda. Diabetes tipe 5 diyakini berasal dari gangguan perkembangan pankreas akibat defisiensi nutrisi jangka panjang.
Meskipun diabetes tipe 5 telah diamati selama lebih dari 70 tahun, kondisi ini sebagian besar terabaikan dalam diskusi kesehatan global. Kondisi ini pertama kali ditemukan pada pertengahan abad ke-20 dan sering disalahartikan sebagai diabetes tipe 1 atau 2.
Sebelumnya, teori yang berlaku menyatakan bahwa kondisi ini berkembang akibat resistensi insulin. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian terbaru, yang dipimpin oleh Dr. Hawkins, mempertegas profil metaboliknya yang unik.
Penderita diabetes tipe 5 mengalami defisiensi insulin, tetapi tidak resisten terhadap insulin. Banyak yang mungkin dapat mengelola diabetes mereka dengan obat oral, alih-alih suntikan insulin.
Mengingat diabetes tipe 5 sebagian besar ditemukan di lingkungan dengan sumber daya terbatas, pendekatan hemat biaya ini dapat terbukti penting di wilayah-wilayah yang sudah berjuang mengatasi meningkatnya jumlah penderita kondisi ini. (H-3)
Diabetes Tipe 5 berhubungan dengan malnutrisi dan lebih banyak menyerang remaja serta dewasa muda yang kurus dan kekurangan gizi, terutama di kalangan rumah tangga berpenghasilan rendah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved