Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Youtuber Eksperimen Makan 100 Makanan tak Sehat Selama 50 Jam

Atalya Puspa    
10/11/2025 07:34
Youtuber Eksperimen Makan 100 Makanan tak Sehat Selama 50 Jam
Will Tennyson(IG Will Tennyson)

YouTuber dan fitness influencer Will Tennyson, yang pada 2023 melakukan eksperimen ekstrem bertajuk “I Spent 50 Hours Eating the World’s 100 Unhealthiest Foods”. Dalam video tersebut, Tennyson menantang dirinya untuk mengonsumsi 100 makanan paling tidak sehat di dunia selama lebih dari dua hari, mulai dari makanan cepat saji, minuman tinggi gula, hingga makanan beku olahan.

“Biasanya semua yang saya beli adalah makanan segar. Saya hampir tidak pernah membeli makanan seperti ini,” katanya. 

“Sesekali tidak apa-apa itu prinsip 80/20! Delapan puluh persen sehat, dua puluh persen boleh sedikit olahan. Pola makanmu adalah rekening bankmu, dan pilihan sehat adalah investasi terbaik," imbuh dia. 

Selama eksperimen, ia mencicipi berbagai makanan populer seperti pizza pepperoni, sushi salmon mentah, dan iga panggang. Namun hanya beberapa jam setelah sarapan tinggi kalori berupa muffin dan white hot chocolate dari Starbucks yang totalnya mencapai lebih dari 800 kalori, ia mulai merasakan efeknya.

“Saya merasa buruk. Rasanya enak sesaat, tapi setelah itu seperti belum makan apa pun," kata dia. 

Semakin hari, kondisinya kian memburuk. Rasa lelah menyerang, motivasi untuk berolahraga menurun drastis, dan tubuh terasa berat. “Hal terburuk yang saya lakukan mungkin duduk di sofa ini, karena saya benar-benar kehilangan energi dan tak punya semangat untuk latihan,” katanya.

Meski begitu, Tennyson tetap menyelesaikan tantangannya. Di akhir eksperimen, ia mengaku merasa mual setelah menyantap pesta makan besar ala all you can eat. Berat badannya naik dari 198,3 pon menjadi 202 pon hanya dalam dua hari atau dekitar 1,8 kilogram.

“Saya naik empat pon dalam dua hari, mungkin sebagian besar hanya kembung… saya harap begitu,” ujarnya sambil tersenyum.

Lewat video itu, Tennyson ingin mengingatkan bahwa keseimbangan adalah kunci. “Kamu bisa makan apa pun yang kamu mau, tapi tidak dalam porsi sebanyak yang kamu inginkan,” katanya.

“Kita seharusnya memilih makanan yang baik, karena makanan baik membuatmu merasa baik, sementara makanan olahan membuatmu merasa buruk. Ini bukan cuma soal penampilan, tapi juga soal perasaan," pungkas dia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya