Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BUAH blackberry tidak hanya menawarkan rasa manis asam yang menyegarkan, tetapi juga menyimpan sejuta manfaat kesehatan. Di balik warna ungu gelapnya, buah ini kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral penting yang berperan dalam menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.
Mulai dari melindungi jantung, meningkatkan fungsi otak, hingga menjaga kadar gula darah tetap stabil, blackberry pantas disebut sebagai salah satu buah super terbaik.
Blackberry mengandung antosianin, senyawa polifenol yang memberi warna ungu gelap sekaligus memberikan efek antioksidan kuat. Selain itu, flavonol dan ellagitannin di dalamnya membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian menunjukkan bahwa jus blackberry dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan mencegah penggumpalan darah dan memperlancar sirkulasi. Kandungan antosianin di dalamnya berperan dalam menurunkan tekanan darah dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
Kandungan vitamin C dan kalium pada blackberry membantu menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah tetap optimal. Nutrisi ini juga penting untuk menurunkan risiko stroke dan tekanan darah tinggi.
Senyawa bioaktif dalam blackberry seperti polifenol dan ellagitannin dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker dan mendukung regenerasi sel sehat. Meskipun bukan pengganti pengobatan medis, konsumsi rutin buah ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup antikanker.
Kandungan mangan dan polifenol dalam blackberry terbukti mendukung fungsi otak. Studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin blackberry dapat meningkatkan memori, fungsi kognitif, dan koordinasi motorik.
Blackberry kaya akan senyawa anti-inflamasi alami yang membantu mengurangi peradangan. Beberapa studi bahkan menunjukkan bahwa ekstrak blackberry dapat menurunkan peradangan lambung hingga 88%, menjadikannya baik untuk penderita radang sendi atau gangguan pencernaan.
Menurut Journal of Periodontal Research (2013), blackberry memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan antiinflamasi. Kandungan ini membantu melawan infeksi pada mulut, gigi, dan gusi secara alami.
Dengan kadar gula rendah, serat tinggi, dan kaya polifenol, blackberry membantu menstabilkan gula darah. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi buah beri dengan antosianin tinggi dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Senyawa polifenol dalam blackberry menjadi prebiotik alami yang memberi nutrisi bagi bakteri baik di usus. Hal ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Ekstrak blackberry memiliki sifat antivirus dan penyembuhan luka. Jika dioleskan langsung, dapat membantu mempercepat penyembuhan cold sore (luka dingin) dan sariawan.
Alergi terhadap blackberry sangat jarang. Namun, karena termasuk keluarga Rosaceae (bersama apel dan stroberi), individu dengan alergi serbuk birch perlu berhati-hati. Selain itu, blackberry mengandung salisilat alami, sehingga penderita sensitif terhadap senyawa ini sebaiknya membatasi konsumsi.
Dengan berbagai kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral, blackberry adalah buah yang layak dikonsumsi setiap hari. Anda bisa menikmatinya sebagai camilan sehat, campuran smoothie, atau topping oatmeal. Menambahkan blackberry ke dalam menu harian merupakan cara sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved