Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

20 Sifat Wajib Allah dan Artinya Lengkap dengan Penjelasan Singkat

 Gana Buana
31/10/2025 18:35
20 Sifat Wajib Allah dan Artinya Lengkap dengan Penjelasan Singkat
Sifat wajib Allah dan artinya, dalil ringkas, contoh penerapan dalam akidah(Freepik)

Dalam tradisi teologi Ahlusunah, sifat wajib Allah adalah sifat-sifat kesempurnaan yang pasti ada pada Allah dan mustahil tidak ada. Mempelajari sifat-sifat ini memperkuat tauhid, menuntun ibadah yang benar, dan mencegah keyakinan yang menyimpang.

Kelompok Sifat

Secara ringkas, 20 sifat wajib Allah kerap disusun sebagai berikut:

Sifat Nafsiyyah

  • Wujud: Allah ada dengan adanya yang niscaya, bukan karena dicipta.

Sifat Salbiyyah

  • Qidam: Dahulu tanpa permulaan.
  • Baqā’: Kekal tanpa akhir.
  • Mukhalafatu lil ḥawādiṡ: Berbeda dari segala makhluk.
  • Qiyāmuhu binafsihi: Berdiri sendiri; tidak bergantung pada apa pun.
  • Wahdāniyyah: Esa dalam dzat, sifat, dan perbuatan.

Sifat Ma‘ānī

  • Qudrah: Maha Kuasa.
  • Irādah: Maha Berkehendak.
  • ‘Ilm: Maha Mengetahui.
  • Ḥayāh: Maha Hidup.
  • Sam‘: Maha Mendengar.
  • Baṣar: Maha Melihat.
  • Kalām: Maha Berfirman.

Sifat Ma‘nawiyyah

  • Qādir, Murīd, ‘Ālim, Ḥayy, Samī‘, Baṣīr, Mutakallim: turunan maknawi dari sifat ma‘ānī, menegaskan bahwa Allah benar-benar memiliki dan bersifat dengan sifat-sifat tersebut.

Penjelasan Singkat dan Artinya

  1. Wujud: menolak ateisme; adanya alam tidak melazimkan Allah serupa dengan alam.
  2. Qidam dan Baqā’: menegaskan keabadian; Allah tidak bermula dan tidak berakhir.
  3. Mukhalafatu lil ḥawādiṡ: Allah tidak menyerupai makhluk; tidak terikat ruang, waktu, bentuk.
  4. Qiyāmuhu binafsihi: tidak bergantung; rububiyyah Allah absolut.
  5. Wahdāniyyah: hanya satu Tuhan; syirik tertolak.
  6. Qudrah-Irādah-‘Ilm: segala sesuatu terjadi dengan kekuasaan, kehendak, dan ilmu-Nya.
  7. Ḥayāh: kehidupan Allah bukan seperti makhluk.
  8. Sam‘-Baṣar: Allah mendengar dan melihat semua tanpa alat.
  9. Kalām: Allah berfirman dengan kalam azali; Al-Qur’an adalah kalam Allah.
  10. Dalil Global (Ijmal)

Dalil naqli dan ‘aqli menegaskan keesaan dan kesempurnaan Allah. Ayat-ayat tauhid (misal QS. Al-Ikhlash) menunjuk bahwa Allah Ahad, Ṣamad, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tiada yang sebanding dengan-Nya. Dalil ‘aqli: kemestian adanya Wujud yang Qadim sebagai sebab pertama yang tidak bergantung.

Manfaat Mempelajari

  1. Menguatkan akidah: memahami siapa yang disembah.
  2. Menjernihkan ibadah: niat dan pengagungan tepat sasaran.
  3. Filter informasi: menimbang konten yang antropomorfis.
  4. Dakwah santun: menjelaskan tauhid secara sistematis.

Cara Mudah Menghafal

  • Akrônim pribadi: rangkai huruf awal (W-Q-B-M-Q-W|Q-I-I-H-S-B-K).
  • Peta konsep: pisahkan salbiyyah, ma‘ānī, ma‘nawiyyah.
  • Pengulangan: baca harian setelah salat.
  • Aplikasi praktis: kaitkan setiap kejadian dengan qudrah dan irādah Allah.

Kesalahpahaman yang Perlu Dihindari

  • Menyamakan sifat Allah dengan sifat makhluk.
  • Mengira 20 sifat membatasi Allah; padahal ini ringkasan pengajaran, bukan limit esensi.
  • Menisbahkan perubahan pada Allah; perubahan mengisyaratkan kekurangan.

Penutup

Memahami sifat wajib Allah dan artinya menjadi pondasi tauhid. Dengan mengenal Allah melalui sifat-sifat-Nya, seorang Muslim meningkatkan kualitas ibadah, memperkokoh keyakinan, dan berakhlak lebih baik—karena sadar selalu diketahui, didengar, dan dilihat oleh Allah. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya