Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GAGAL ginjal merupakan kondisi ketika fungsi salah satu atau kedua ginjal mengalami penurunan. Walaupun kasus ini lebih sering dialami orang dewasa, anak-anak juga tidak lepas dari risiko mengalami gangguan serupa.
Ginjal berperan penting dalam menyaring kotoran serta membuang kelebihan cairan dari darah melalui urin. Jika organ ini tidak bekerja dengan baik, racun akan menumpuk di dalam tubuh dan berpotensi menghambat pertumbuhan serta perkembangan anak.
Lalu, apa saja penyebab gagal ginjal pada anak dan bagaimana langkah pencegahannya? Berikut penjelasan selengkapnya.
Secara umum, gagal ginjal dibagi menjadi dua kategori, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis.
Gagal ginjal akut adalah kerusakan fungsi ginjal yang terjadi secara mendadak. Kondisi ini berkembang cepat dalam hitungan jam atau hari dan dapat berakibat fatal. Pada banyak kasus, gagal ginjal akut dialami seseorang yang memiliki penyakit kronis atau riwayat gangguan kesehatan tertentu.
Gagal ginjal kronis adalah kerusakan fungsi ginjal yang terjadi secara bertahap dalam jangka waktu lama. Karena perkembangannya perlahan, gejala awal sering kali tidak terlihat, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Meskipun gagal ginjal akut dan kronis berbeda, keduanya memiliki gejala yang hampir sama. Beberapa tanda yang dapat muncul pada anak antara lain:
Gagal ginjal pada anak dapat dipicu oleh beberapa faktor, antara lain:
Jika anak menunjukkan gejala gagal ginjal, segera periksakan ke dokter spesialis anak. Beberapa prosedur yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis antara lain:
Hemodialisis atau cuci darah adalah prosedur penyaringan darah dari racun, limbah, dan kelebihan cairan menggunakan mesin. Umumnya dilakukan beberapa kali dalam seminggu. Proses ini tidak memulihkan ginjal sepenuhnya, sehingga perlu didukung obat dan pola makan sehat.
Dokter biasanya memberikan obat untuk mengatasi komplikasi, seperti eritropoietin untuk anemia, suplemen vitamin D, serta obat antihipertensi sesuai kondisi anak.
Anak perlu membatasi makanan tinggi garam dan potasium, misalnya makanan kaleng, puding instan, kentang goreng, atau kismis. Sebaliknya, konsumsi makanan berprotein seperti daging, ikan, dan telur sangat dianjurkan.
Transplantasi mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal sehat dari donor. Setelah operasi, anak tetap perlu rutin kontrol dan minum obat agar fungsi ginjal baru terjaga. Metode ini dianggap paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup anak.
Menurut Italian Journal of Pediatrics, ada tiga kunci penting dalam pencegahan gagal ginjal pada anak, yaitu:
Segera bawa anak ke dokter apabila mengeluhkan sakit di area pinggang bawah, samping, atau perut, karena area tersebut dekat dengan ginjal. Perhatikan pula gejala lain yang sudah disebutkan di atas.
Apabila anak menunjukkan tanda-tanda gagal ginjal, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak.
Sumber: Mitra Keluarga
PENYEBAB gagal ginjal sebagian besar dipicu oleh gaya hidup penderitanya. Selain dialami oleh orang dewasa, gagal ginjal juga bisa menyerang anak-anak.
Diare yang tidak ditangani dengan segera bisa memicu berbagai kondisi berbahaya, mulai dari dehidrasi berat hingga gagal ginjal pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved