Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI margarin dengan kandungan lemak jenuh tinggi terbukti dapat mempercepat perkembangan aterosklerosis, penyakit kronis yang menjadi penyebab utama penyakit jantung koroner, stroke, dan trombosis vena dalam. Fakta ini diungkapkan melalui penelitian eksperimental terbaru oleh Mochamad Bahrudin dkk. (2025) dari Universitas Airlangga, yang dipublikasikan dalam Tropical Journal of Pharmaceutical Research (University of Benin).
Aterosklerosis ditandai oleh penumpukan lipid, peradangan, serta proliferasi sel di dinding arteri, yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Menurut Global Burden of Disease (GBD), angka kematian akibat penyakit kardiovaskular meningkat dari 12,4 juta jiwa pada 1990 menjadi 19,8 juta pada 2022, dan diperkirakan menembus 23 juta jiwa pada 2030.
Prevalensi penyakit ini kini juga banyak ditemukan pada kelompok usia muda.
Penelitian menggunakan 12 ekor tikus jantan Wistar berusia 8-12 minggu. Hewan dibagi menjadi dua kelompok:
Seluruh tikus kemudian dieuthanasia untuk pemeriksaan biokimia dan histopatologis.
Kelompok tikus dengan diet margarin menunjukkan:
Analisis regresi menemukan korelasi kuat antara kadar LDL dan TNF-α (r = 0,73; p < 0,05), menegaskan peran inflamasi dalam progresi aterosklerosis.
“Temuan ini mendukung hipotesis bahwa lemak jenuh dari margarin mempercepat aterosklerosis melalui mekanisme inflamasi dan dislipidemia,” tulis para peneliti.
Secara histopatologis, diet margarin memperlihatkan penebalan pembuluh darah dan akumulasi foam cell. Lemak trans juga berkontribusi meningkatkan LDL dan trigliserida, menurunkan HDL, serta memperkuat respons inflamasi pembuluh darah.
“Penelitian ini menegaskan bahwa aterosklerosis bukan sekadar akibat penumpukan lemak, tetapi juga penyakit inflamasi kronis,” jelas Bahrudin.
Pencegahan aterosklerosis harus menyasar pengendalian lipid, inflamasi, dan stres oksidatif, disertai gaya hidup sehat: mengurangi konsumsi lemak jenuh dan trans serta meningkatkan aktivitas fisik.
Penelitian ini terbatas pada jumlah sampel kecil dan durasi intervensi singkat. Faktor genetik maupun lingkungan juga belum dianalisis mendalam. Studi lanjutan dengan populasi lebih besar dan intervensi jangka panjang sangat diperlukan. (Z-10)
Penelitian terbaru membuktikan konsumsi margarin dapat meningkatkan kolesterol jahat, memicu peradangan, dan mempercepat aterosklerosis.
BlueBand kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan pelaku bisnis kuliner Tanah Air dengan berpartisipasi di Pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved