Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Indonesia adalah organisasi pelajar di Belanda yang menjadi cikal bakal perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berdiri pada tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging, organisasi ini dipelopori oleh para mahasiswa yang ingin menyatukan semangat nasionalisme. Siapa saja tokoh Perhimpunan Indonesia yang berperan besar dalam sejarah? Simak ulasan berikut!
Perhimpunan Indonesia awalnya dibentuk sebagai wadah sosial dan budaya bagi pelajar Indonesia di Belanda. Namun, sejak tahun 1913, organisasi ini mulai bergerak ke arah politik, terutama setelah tokoh-tokoh seperti Ki Hajar Dewantara bergabung. Pada tahun 1925, nama organisasi diubah menjadi Perhimpunan Indonesia untuk menegaskan identitas nasional. Berikut adalah beberapa tokoh Perhimpunan Indonesia yang berjasa besar.
Soetan Kasajangan adalah salah satu pendiri Perhimpunan Indonesia pada tahun 1908. Ia menjabat sebagai ketua pertama hingga tahun 1914. Tokoh ini berperan penting dalam membangun solidaritas di antara pelajar Indonesia di Belanda. Dengan semangat nasionalisme, ia mendorong kesadaran akan identitas Indonesia.
R.M. Noto Soeroto juga termasuk pendiri Perhimpunan Indonesia. Ia aktif mempromosikan budaya Nusantara melalui tulisan-tulisannya. Selama menjabat sebagai pemimpin dari tahun 1911 hingga 1914, ia menanamkan semangat cinta tanah air di kalangan anggota.
Tjipto Mangoenkoesoemo, dokter dan nasionalis, adalah bagian dari Tiga Serangkai bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker. Ia bergabung pada tahun 1913 setelah diasingkan ke Belanda karena kritiknya terhadap pemerintah kolonial. Perannya memperkuat arah politik Perhimpunan Indonesia.
Ki Hajar Dewantara, yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, bergabung pada tahun 1913. Ia membawa semangat perjuangan melawan penjajahan Belanda. Tulisannya di surat kabar, seperti “Seandainya Aku Orang Belanda,” mengguncang pemerintah kolonial.
Mohammad Hatta adalah tokoh kunci yang menjadi ketua Perhimpunan Indonesia pada tahun 1926–1930. Ia mengubah organisasi ini menjadi lebih militan dengan memperjuangkan kemerdekaan di kancah internasional. Hatta juga memimpin delegasi di Kongres Liga Demokrasi Perdamaian Internasional pada tahun 1926 di Paris.
Iwa Kusuma Sumantri menjadi ketua pada tahun 1923. Di bawah kepemimpinannya, Perhimpunan Indonesia mulai fokus pada perjuangan politik melawan kolonialisme Belanda. Ia juga terlibat dalam Manifesto Politik 1925 yang menegaskan tujuan kemerdekaan.
Para tokoh Perhimpunan Indonesia tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan, tetapi juga membangun kesadaran nasional di kalangan pelajar dan masyarakat. Mereka menggunakan tulisan, pidato, dan kongres internasional untuk menyuarakan hak Indonesia. Manifesto Politik 1925 menjadi salah satu tonggak penting yang menunjukkan tekad untuk membentuk negara Indonesia yang merdeka.
Perhimpunan Indonesia menjadi pelopor gerakan nasionalisme di luar negeri. Organisasi ini membuktikan bahwa pelajar Indonesia mampu bersatu demi cita-cita besar, yaitu kemerdekaan. Tokoh Perhimpunan Indonesia seperti Mohammad Hatta dan Ki Hajar Dewantara menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya dalam perjuangan nasional.
Tokoh Perhimpunan Indonesia seperti Soetan Kasajangan, R.M. Noto Soeroto, Tjipto Mangoenkoesoemo, Ki Hajar Dewantara, Mohammad Hatta, dan Iwa Kusuma Sumantri memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Mereka tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme yang menjadi fondasi berdirinya Indonesia. Mari kita kenang jasa mereka sebagai pahlawan bangsa! (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved