Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BAU napas adalah kondisi ketika udara yang keluar dari mulut memiliki aroma tidak sedap atau tidak normal. Dalam istilah medis, bau napas dikenal sebagai halitosis.
Bau napas merupakan aroma mulut yang tidak sedap yang bisa bersifat sementara atau kronis, dan biasanya bisa dicegah dengan kebersihan mulut yang baik dan gaya hidup sehat.
Sikat gigi minimal 2 kali sehari, pagi dan malam sebelum tidur. Gunakan pasta gigi berfluoride untuk membersihkan plak dan bakteri penyebab bau. Jangan lupa sikat lidah karena banyak bakteri menempel di sana.
Gunakan benang gigi setiap hari untuk membersihkan sisa makanan di sela gigi. Membersihkan lidah dan gigi membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut.
Dehidrasi membuat mulut kering maka bakteri lebih mudah berkembang. Minum minimal 8 gelas air sehari untuk menjaga kelembapan mulut.
Bawang merah, bawang putih, makanan pedas, atau minuman beralkohol bisa menyebabkan bau. Jika konsumsi, segera sikat gigi atau berkumur setelahnya.
Pilih mouthwash antiseptik yang membunuh bakteri penyebab bau. Gunakan 2 kali sehari, terutama setelah makan.
Stimulan produksi air liur sehingga mulut tetap lembap. Air liur membantu membersihkan sisa makanan dan bakteri.
Kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk cek gigi berlubang, plak, atau penyakit gusi. Masalah gigi atau gusi sering menjadi penyebab bau napas kronis.
Konsumsi sayur dan buah segar, kurangi makanan manis. Bau napas kadang disebabkan penyakit lambung, diabetes, atau gangguan pencernaan, maka konsultasikan ke dokter jika bau terus-menerus meski mulut bersih.
Bau napas bisa dicegah dengan kebersihan mulut yang baik, hidrasi cukup, pola makan sehat, dan perawatan rutin gigi atau lidah. (Z-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved