Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
JAKARTA Wedding Festival (JWF) 2025 menargetkan transaksi hingga Rp50 miliar. Tidak hanya itu, Head of Marketing Weddingku, Edi Salim, juga menargetkan ajang ini dihadiri 50 ribu pengunjung.
“Jakarta Wedding Festival 2025 menargetkan transaksi Rp50 miliar dengan 50 ribu pengunjung selama tiga hari pameran,” ujar Edi, Jumat (15/8/2025).
Tahun ini, JWF digelar berkat kolaborasi Weddingku dengan Dyandra Promosindo, mengusung tema “Flower Fantasy”. “Setiap tahun kami selalu menghadirkan konsep dan program baru agar pengunjung betah dan dapat menemukan semua kebutuhan pernikahan mereka di satu tempat,” tambah Edi.
Sebagai pameran pernikahan dengan konsep one stop solution, JWF 2025 menghadirkan ratusan vendor, mulai dari gaun pengantin, katering, dekorasi, dokumentasi, hingga destinasi bulan madu.
Edi menilai, kembalinya pesta pernikahan berskala besar akan menghidupkan kembali ekosistem industri. “Venue itu juga butuh hidup. Kalau venue bisa kembali terisi, katering, undangan, dan fotografi juga ikut berkembang. Kami berharap tren ini terus berlanjut,” ujarnya.
Berlangsung 15–17 Agustus di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, pameran ini menghadirkan beragam inspirasi pernikahan.
Selain itu, JWF 2025 juga fokus menarik pengunjung dari kalangan Generasi Z yang dinilai memiliki potensi besar dalam industri pernikahan. Dari sisi tren, dekorasi pernikahan tahun ini didominasi dua gaya, yaitu warna pastel dan warna block color yang berani seperti ungu atau pink terang.
Meski tren intimate wedding dan pernikahan di KUA masih populer, Edi menyebut pesta pernikahan berskala besar mulai kembali diminati setelah pandemi. “Kami berharap industri pernikahan, termasuk venue dan vendor seperti katering, undangan, dan fotografi, bisa kembali hidup,” ujarnya.
Selain menghadirkan berbagai pilihan vendor, JWF 2025 juga menampilkan karya seni crafting dari Firya (Life is Tufting) serta instalasi Flower Fantasy karya Behind The Post di pintu masuk.
Firya menjelaskan bahwa crafting yang biasanya digunakan untuk membuat karpet dapat dikreasikan menjadi instalasi atau dekorasi pernikahan yang personal dan customized. (Z-2)
Hingga saat ini, MK mengaku belum memiliki alasan kuat dan mendasar untuk mengubah pendirian hukumnya terkait aturan pernikahan di Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Konsep yang selama ini identik dengan skala besar dan format konvensional mulai bergeser menuju pernikahan yang lebih terkurasi, berskala kecil, dan menekankan kualitas pengalaman.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Dalam keluarga dengan tingkat literasi rendah mengenai pendidikan dan kesehatan reproduksi, pernikahan dini sering kali dianggap sebagai solusi instan menuju kedewasaan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved