Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK pertama kalinya, musikal Tunggulah Aku di Gunung Parang (TADGP) karya Den Aslam dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya. Pertunjukan yang diproduksi oleh Ngajagi Kreasi Nusantara ini mengangkat kisah tragis cinta Nyi Pudak Arum dan Wangsa Suta, yang berlatar runtuhnya Kerajaan Pajajaran pada abad ke-16.
TADGP memadukan musik, tari, dan teater dalam balutan kisah rakyat yang disajikan secara modern dan puitis. Diperankan oleh para aktor muda berbakat, pertunjukan ini semakin hidup berkat sentuhan musik dari Jamil Hasyani dan koreografi oleh Gaya Gita Studio.
Menurut Den Aslam, musikal ini merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali warisan budaya melalui panggung seni yang relevan bagi generasi muda.
“Kisah-kisah lokal bisa menjadi sumber nilai dan identitas bangsa,” ujar Den.
Penampilan TADGP disambut antusias oleh para penonton dari berbagai kalangan—seniman, budayawan, hingga tokoh politik. Mereka disuguhkan musik yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer, serta kostum dengan sentuhan etnik-modern yang memukau.
Menariknya, pertunjukan ini juga menghadirkan sosok Nyai Kartini dan putrinya, Arum, dari abad ke-19, sebagai penghubung naratif antara masa klasik dan era kolonial.
“Arum adalah simbol perlawanan nilai-nilai lokal terhadap dominasi Eropa,” jelas Den.
Didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI serta berkolaborasi dengan Teaterindo dan Arsikarta Foundation, produser Rio Kamase berharap TADGP menjadi awal kebangkitan seni pertunjukan dari Sukabumi.
“Kami siap membawa TADGP ke kota-kota lain,” kata Rio. (P-4)
Pertunjukan ini menjanjikan pengalaman baru bagi penonton dengan membawa kisah klasik Galih dan Ratna ke dalam perspektif Generasi Z.
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Soundrenaline Sana Sini Di Makassar bukan hanya sebuah festival musik, tetapi sebuah perayaan kolaborasi lintas disiplin kreatif .
Dreamgirls The Musical by Glitz Production akan berlangsung selama delapan hari, dengan sepuluh kali pertunjukan di Glitz Inclusive, Jakarta.
Musikal ini adalah karya Asia Musical Productions (AMP) Kuala Lumpur, dan kembali digelar di JI Expo Theatre, Jakarta.
Arsip pribadi David Bowie mengungkap proyek rahasia: musikal abad ke-18 berjudul The Spectator.
Indonesia Menari akan hadir serentak di 11 kota di Indonesia pada 12 Oktober 2025.
Panggung yang minim properti justru menjadi ruang luas bagi sang aktor tunggal Tika Bravani untuk menyalurkan kekuatan narasinya.
Pertunjukan ini mengangkat dan menampilkan karya-karya dari Diva Indonesia yang terkenal di kalangan masyarakat pada era 1930-an, yaitu Roekiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved