Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUDUK adalah posisi tubuh di mana seseorang bertumpu pada bokong dengan kedua kaki ditekuk atau menapak ke lantai.
Posisi ini biasanya dilakukan di atas kursi, bangku, lantai, atau permukaan lain yang mendukung.
Terlalu lama duduk, terutama tanpa diselingi gerakan atau olahraga, bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Duduk dalam waktu lama memperlambat aliran darah dan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Bisa memicu tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh membakar lebih sedikit kalori.
Lemak lebih mudah menumpuk di perut, pinggul, dan paha.
Duduk lama mengurangi respons tubuh terhadap insulin, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Duduk terlalu lama bisa menyebabkan sakit punggung, terutama jika postur tidak benar.
Berisiko menyebabkan lordosis, kifosis, atau skoliosis dalam jangka panjang.
Otot kaki dan bokong menjadi lemah karena kurangnya pergerakan.
Tulang juga bisa kehilangan kepadatan karena kurangnya aktivitas fisik.
Kurangnya aktivitas fisik dikaitkan dengan peningkatan stres, kecemasan, dan bahkan depresi.
Olahraga membantu melepaskan endorfin yang meningkatkan suasana hati.
Duduk lama memperlambat sistem pencernaan, menyebabkan sembelit dan masalah perut lainnya.
Studi menunjukkan bahwa orang yang duduk lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian lebih tinggi akibat berbagai penyakit kronis.
Untuk mengatasinya cobalah bangun dan bergerak setiap 30-60 menit, lkukan peregangan atau jalan kaki sebentar. Lalu gunakan standing desk agar dapat membantu mengurangi waktu duduk.
Selanjutnya, olahraga secara teratur minimal 30 menit sehari untuk menjaga kesehatan tubuh. Dan duduk dengan postur yang baik, serta pastikan punggung lurus dan kaki menapak di lantai. (Z-4)
Para ahli saraf (neurolog) mengungkap bahwa gaya hidup modern, seperti terlalu lama duduk, stres, dan kurang tidur, dapat memicu penyusutan otak (brain shrinkage).
Fenomena sakit pinggang meningkat di era digital. Duduk lama dan screen time berlebih picu nyeri punggung & leher, bisa dicegah dengan gaya hidup sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved