Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN orang beranggapan apabila kehujanan, kita bisa sakit. Hal ini sering dikaitkan dengan penyakt flu, demam, hingga masuk angin.
Tidak jarang seseorang apabila kehujanan segera mandi dan keramas, untuk menghindari gejala demam dan flu akibat terkena air hujan.
Padahal air hujan aman digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti mandi dan sangat dibutuhkan pada sektor pertanian dan perkebunan agar tanaman menjadi subur dan tanah menjadi gembur. Lantas, fakta atau mitos kehujanan dapat menyebabkan sakit?
Dalam hal ini, anggapan mengenai kehujanan dapat menyebabkan sakit adalah sebuah mitos. Sampai saat ini belum terbukti bahwa kehujanan bisa menyebabkan seseorang terkena demam atau mengalami kesehatan lainnya.
Penyakit seperti demam dan flu disebabkan karena adanya bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh, bukan karena hujan itu sendiri.
Ketika kehujanan, saat itu juga temperatur suhu turun. Apalagi memakai pakaian yang dikenakan basah akibat kehujanan. Hal ini memungkinkan tubub akan terkena hipotermia karena kondisi badan kehilangan terlalu banyak suhu.
Hipotermia akan memberikan penekanan pada tubuh termasuk sistem imun yang menyebabkan peluang terkena infeksi virus lebih besar.
Penularan virus ini bisa terjadi karena berada dalam satu ruangan dengan yang terinfeksi virus, seperti flu. Virus ini cenderung berkembang biak lebih aktif saat cuaca dingin atau berada di ruangan yang dipenuhi oleh banyak orang.
Pada masa ini, orang cenderung saling berdekatan dalam jarak dekat satu sama lain sehingga virus dapat menyebar lebih cepat. (Berbagai Sumber/Z-3)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved