Rabu 16 September 2015, 00:00 WIB

Katering bagi Jemaah Haji Dihentikan Sementara

Bay/Ria/X-7 | Humaniora
Katering bagi Jemaah Haji Dihentikan Sementara

ANTARA/Prasetyo Utomo
Suasana malam hari di Padang Arafah, Mekkah, Arab Saudi.

 

SETELAH insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram berlalu, jemaah haji Indonesia dilaporkan mendapatkan penghentian pelayanan katering sementara, kemarin. Itu dilakukan karena terjadinya kepadatan Kota Mekah menjelang wukuf Arafah.

Dengan kondisi itu, pelayanan katering yang semula dijanjikan dikhawatirkan tidak dapat didistribusikan tepat waktu.

"Ini dihentikan hanya sementara akibat kondisi padatnya Mekah. Namun, jatah katering sebanyak 15 kali itu pasti," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Ahda Barori saat dihubungi, kemarin.

Pada tahun-tahun sebelumnya, pelayanan katering menjelang dan selama wukuf Arafah memang tidak pernah diberikan kepada jemaah.

Tahun ini, jemaah dijanjikan mendapatkan pelayanan tersebut, tetapi pada kenyataannya hal itu belum dapat dilaksanakan sepenuhnya.

Rita, jemaah kloter 13 asal Lampung, mengatakan jemaah haji selama di Madinah mendapat makan tiga kali sehari selama delapan hari.

Di Mekah, mereka dijanjikan mendapat makan siang 15 kali, tetapi baru delapan kali terlayani, pembagian dihentikan tanpa penjelasan.

Rita berharap panitia kembali menyediakan makan siang bagi mereka.

"Dengan disediakannya makan siang, kami bisa konsentrasi beribadah, tidak perlu mencari-cari makan siang di luar," kata dia.

Anggota Tim Pemantau Haji Komisi VIII DPR dari Fraksi NasDem Choirul Muna mengingatkan agar penghentian sementara katering itu tidak merugikan jemaah.

"Nanti kita kontrol dan memastikan jemaah tetap mendapat 15 kali katering selama di Mekah," kata Choirul yang saat dihubungi sedang menuju Mekah dari Madinah, kemarin.

Ketua Tim Pengawas Haji Komisi VIII DPR Saleh Daulay pun ikut mempertanyakan penghentian katering itu.

"Menurut PPIH Daker Mekah, itu memang disengaja dan sudah sesuai dengan rincian rencana kerja. Mereka menjanjikan bahwa penghentian tidak akan mengurangi jumlah pemberian makan," papar Saleh yang juga menuju Mekah dari Madinah.

Katering dinyatakan akan diberikan kembali 2 Oktober mendatang setelah prosesi wukuf selesai.

"Mereka menjanjikan pemberian makan 15 kali akan dilaksanakan. Terkait dengan itu, kami mengimbau kepada jemaah agar berhati-hati dalam membeli makanan selama penghentian katering."

Baca Juga

Ant/Akbar NG

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 30 Januari, Jabodetabek Level 2

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 25 Januari 2022, 06:36 WIB
PEMERINTAH memperpanjang aturan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali hingga 30 Januari. Jabodetabek masuk...
MI / ADAM DWI.

Waspada, Penularan Omikron Mulai Didominasi Transmisi Lokal

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 25 Januari 2022, 06:30 WIB
Pada 22 Januari 2022 sebanyak 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi...
dok.humas

Rosita YS Wibawa Terima Penghargaan Bergengsi API 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 06:28 WIB
ROSITA YS Wibawa, pegiat sosial budaya dan environmental enthusiast bersama dengan sebagian penerima Anugerah Perempuan Indonesia 2022 yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya