Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa variabilitas cuaca signifikan akan terjadi di wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Beberapa fenomena atmosfer seperti Bibit Siklon Tropis 97S, angin Monsun Asia yang menguat, fenomena La Nina lemah, serta gelombang atmosfer menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika cuaca di berbagai wilayah.
Sirkulasi siklonik yang berada di Laut Timor dan Kalimantan Barat juga memberikan kontribusi dengan membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin memanjang dari NTT hingga Laut Banda dan di Selat Karimata.
"Selain itu, daerah konvergensi diperkirakan memanjang di Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda, Laut Jawa, Laut Banda, dan Perairan utara Papua. Daerah konfluensi lainnya terbentuk di Laut Natuna, Pesisir Barat Bengkulu, dan Laut Banda," ucap BMKG
BMKG menyebut bahwa kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik, serta sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi tersebut. Kelembapan udara yang tinggi di lapisan bawah dan atas, serta labilitas lokal yang kuat, turut mendukung proses pembentukan awan konvektif secara masif, sehingga menciptakan potensi hujan dengan intensitas bervariasi.
BMKG memprakirakan pada periode 10–12 Januari 2025, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia umumnya berawan, dengan hujan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi terjadi di Aceh, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan. Sementara itu, wilayah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Angin kencang berpotensi terjadi di Aceh dan Kepulauan Riau.
Pada periode 12–16 Januari 2025, cuaca cerah berawan diprediksi terjadi di sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Namun, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat tetap berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Wilayah lain seperti Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Potensi angin kencang dapat terjadi di Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, serta berhati-hati terhadap jalanan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan. Masyarakat juga diingatkan untuk siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
BMKG mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi seperti situs web www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG. Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. (S-1)
Published By Denny Parsaulian Sinaga (10/1/2025, 08.24.02)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan diguyur dengan intensitas ringan.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 23 Maret 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 22 daerah dan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berlangsung di perairan utara Jawa Tengah
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi dari angka sebenarnya.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca NTT 22-24 Maret 2026. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved