Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFLIK satwa liar dan manusia kembali menelan korban. Kali ini seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Ibnu Oktavianto, ditemukan tewas di kebun kelapa sawit wilayah tersebut, Selasa (7/1) malam. Ia diduga meninggal dunia setelah diterkam harimau.
Dugaan itu diperkuat dengan ditemukannya bekas luka sobek cakaran harimau di bagian tubuh korban. Bahkan kaki sebelah kanan korban juga habis dan hanya menyisakan bagian tulang kaki.
Peneliti spesies Auriga Nusantara Riszki Ishardianto mengatakan konflik satwa liar dengan manusia tidak terlepas dari semakin terancamnya habitat satwa itu sendiri. Menurutnya, jika daya dukung seperti pakan dan lain-lain tersedia semua di habitatnya, satwa akan nyaman dan tidak akan keluar dari habitatnya.
“Karena ada gangguan di habitatnya lah makanya satwa pasti akan mencari lokasi baru untuk memenuhi kebutuhannya. Ketika mencari pakan misalnya, dengan kondisi habitatnya sudah makin terdesak maka mereka datang ke pemukiman dan terjadilah konflik dengan masyarakat,” kata Riszki kepada Media Indonesia, Kamis (9/1).
Ia menyebut bahwa permasalahan pada konservasi satwa antara lain satwa yang berstatus dilindungi tetapi habitatnya masih banyak yang tidak dilindungi. Karena itu banyak habitat satwa mengalami perubahan fungsi kawasan, misalnya pembukaan untuk perkebunan dan sebagainya.
“Sehingga satwanya kurang memiliki ruang lagi dan terjadilah konflik antara satwa dan manusia. Seharusnya mau di mana pun satwa itu berada, status perlindungannya tidak akan lepas, mau dia di APL (area penggunaan lain), hutan produksi, atau di mana pun itu,” jelasnya.
Auriga mencatat konflik manusia dengan satwa yang cukup sering adalah konflik manusia dengan gajah. “Baik gajah ataupun harimau kondisi populasinya sama-sama rentan,” kata Riszki. (Z-9)
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membenarkan kemunculan Harimau Sumatra (panthera tigris sumatrae) di akses jalan perusahaan minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP).
BBKSDA Riau menurunkan tim ke lapangan menyusul laporan kemunculan harimau sumatra di area tambang minyak bumi PT Bumi Siak Pusako (BSP), Siak, Riau.
SEORANG warga bernama Zulfikar mengaku bertemu harimau Sumatra di Dusun 04, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau.
Studi terbaru menemukan populasi harimau Sumatra yang sehat di Ekosistem Leuser, Aceh. Pemantauan kamera jebak multi-tahun mengungkap 27 individu dan tiga kelompok anak harimau.
HARIMAU Sumatra liar berkeliaran di areal kebun sawit Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, sekitar empat hari terakhir.
Sebelum kejadian, harimau tersebut sudah memberikan tanda suara, namun karena dianggap sudah biasa sehingga tanda diabaikan oleh korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved